SHARE
Gambar Via: kandhani.net

Contoh Teks Editorial Opini Singkat Beserta Strukturnya – Teks editorial yaitu atau opini yaitu satu karangan yang memuat beberapa persoalan yang belum lama terjadi dan masih tetap hangat diperbincangkan di kelompok masyarakat. Teks editorial biasanya berupa artikel pokok yang ada dalam surat kabar sebagai pandangan pada momen atau peristiwa yang masih tetap hangat diperbincangkan saat surat kabar itu diterbitkan. Susunan teks editorial atau opini yaitu terdiri atas informasi yang disebut sebagai persoalan aktual yang tengah terjadi, penegasan-penegasan umum mengenai pentingnya perasalahan, opini redaksi serta opini umum mengenai problem, saran serta kritik atas persoalan, dan harapan peran serta pada pembaca.

Gambar Via: hystech.net

Pada intinya contoh teks editorial bisa dengan mudah kita dapatkan dalam kehidupan kita, seperti teks editorial mengenai pendidikan, yaitu terjadinya isu pencabutan ujian nasional untuk smp, sma, smk dan sederajat yang tengah hangat diperbincangkan. Hal semacam ini sangat pas untuk dijadikan judul satu buah berita lantaran memang berita yang beredar masih baru dan masih tetap hangat dibicarakan. Kenapa teks editorial disebut juga dengan teks opini? Hal semacam ini merujuk pada azas serta unsur di mana redaksi memberi opini atau pandangan mengenai persoalan.

Contoh teks editorial sendiri bisa dikelompokkan serta dibagi jadi beberapa tema bahasan, salah satunya adalah teks editorial mengenai lingkungan, teks editorial mengenai masyarakat, contoh editorial mengenai pendidikan dan lain sebagainya. Persoalan persoalan itu sangat umum ditemui dalam kehidupan kita.

Untuk memahami teks editorial secara lengkap terlebih dulu kita mesti melihat susunan serta ciri dari teks jenis ini lantaran pada dasarnya teks ini sama dengan jenis teks yang lainnya dalam bahasa indonesia.

Struktur Teks editorial (Opini)

Gambar Via: pixabay.com

Pada intinya teks editorial yaitu teks yang termasuk juga ke dalam jenis teks eksposisi, serta sama seperti teks eksposisi pada umumnya, Teks ini mempunyai struktur untuk membentuknya:

Pernyataan atau pendapat

Pernyataan atau pendapat adalah satu ide paling utama sekaligus jadi prediksi penulis mengenai persoalan yang tengah beredar yang ditulis bersumber pada kenyataan yang ada.

Argumentasi

Argumentasi pada intinya sama dengan tesis, yaitu satu keterangan yang lebih mendalam mengenai pendapat ataupun pernyataan sebelumnnya. Argumentasis sendiri pada intinya ditulis ke dalam pengungkapan kenyataan atas dasar keyakinan sang penulis. Argumentasi bisa ditandai dengan adanya kalimat yang berisi pendapat sang penulis mengenai persoalan yang tengah terjadi dan jadi tema pembicaraan.

Pernyataan ulang

Pernyataan ulang yaitu bagian di mana satu teks editorial mempunyai kalimat kalimat penguat yang sudah di dukung oleh beberapa fakta pada argumentasi sebelumnya. Di bagian ini biasanya kita dapat memberikan pernyataan berbentuk kritik serta saran supaya opini penulis bisa dibuktikan dan makin kuat.

Ciri dan Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Gambar Via: maitreyavoice.com

Sama dengan teks pada umumnya, teks ini mempunyai ciri dan kaidah kebahasaan supaya maksut dari sang penulis benar-benar bisa tersampaikan. Adapaun ciri serta kaidah teks editorial yaitu sebagai berikut ini:

Konjungsi (kata penghubung)

Konjungsi atau kata penghubung yaitu beberapa kumpulan kata yang berperan untuk menghubungkan kelompok kata dengan kata lain, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa. Contoh kata penghubung salah satunya yaitu: dan, karena, tetapi, ketika. Tidak hanya itu saja, namun kata penghubung juga sering kali dipakai untuk menghubungkan satu paragraf dengan paragaraf lain.

Dalam teks edtorial sendiri konjungsi dipakai untuk menghubungkan paragraf dengan paragraf supaya terwujud argumentasi yang saling terkait. Hal semacam ini bisa ditandai dengan adanya kata pertama, kedua, berikutnya, dan paling akhir pada awal paragraf editorial itu sendiri. Biasanya satu konjungsi juga menyebutkan satu buah ikatan antara sebab dan akibat, harapan dan sebagainya.

Kata keterangan

Kata keterangan adalah satu kata yang memperlihatkan satu buah keterangan sebuah peristiwa, kata keterangan yang sering dipakai yaitu keterangan waktu serta keterangan tempat. Biasanya contoh kata keterangan dalam teks editorial yaitu: kapan, jam, hari, dan sebagainya.

Kata kerja

Dalam teks editorial, kata kerja bisa dibagi jadi tiga bentuk yaitu:

  • Kata kerja relasional: Kata kerja ini berperan untuk menghubungkan subjek serta kalimat pelengkap. Satu kalimat verb relasional sebaiknya mempunyai pelengkap lantaran bila tidak bunyi kalimat akan terdengar rancu.
  • Kata kerja material: Kata kerja ini menunjukkan adanya kegiatan fisik yang terjadi serta bisa dilihat lantaran punya sifat nyata. Contoh kata kerja ini yaitu membaca, menulis, menari, bernyanyi.
  • Kata kerja mental: Kata kerja ini terkait langsung dengan mental seseorang. Biasanya kata kerja ini dipakai untuk mengungkapkan perasaan si penulis.

Pemilihan kata (diksi)

Pemilihan kata atau pemakaian diksi yang sesuai bertujuan untuk mengutarakan sebuah gagasan serta saran dengan memakai efek bahasa tertentu.

Contoh Teks Editorial atau Opini

Gambar Via: samaggi-phala.or.id

Cara Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan yang kita kenal sekarang ini telah menjadi kebutuhan dasar setiap manusia karena pendidikan menjadi kunci kemajuan dan keberhasilan sebuah bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka kita akan memiliki kesempatan untuk sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya. Namun pada kenyataanya kualitas pendidikan di negara kita tidak sebagus seperti di negara lain.

Banyak lembaga pendidikan yang berupaya untuk menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki kualitas dan daya juang tinggi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin sulit. Namun perlu kita ingat bahwa sebuah keberhasilan tidak akan lepas dari segala faktor dan kondisi.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan maka dilakukan berbagai upaya, diantaranya adalah melakukan diagnosis permasalahan. Dengan mengetahui perasalahan tentunya akan dengan mudah mencari penyelesaian. Usaha untuk meningkatkan tingkat dan mutu pendidikan menjadi sangat penting sebagai cara untuk menghadapi tantangan globalisasi yang terjadi.

Lembaga pendidikan sekarang ini dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif karena persaingan dan perlombaan antar bangsa yang tengah berlangsung sangat intensif dan sengit. Para lulusan juga diharapkan memiliki keahlingan dan juga kompetensi yang profesional sehingga dapat menghadapi kompetisi global yang terjadi.

Pada era teknologi sekarang ini, guruk tidak hanya menjadi satu satunya sumber ingormasi bagi siswanya. Namun peran guru telah berubah dan berkembang menjadi seorang motivator, administator dan falisilitator. Selain guru, siswa dapat mencari dan mendapatkan sumber materi dari berbagai media seperti internet.

Namun pada dasarnya dalam keadaan seperti sekarang ini guru diharapakan dapat memberikan peran aktif karena pada dasarnya peran guru sebagai pendidik tidak dapat tergantikan. Untuk mencapai tujuan dan peran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kualitas mengajar dan tentunya usaha-usaha yang jelas. Menciptakan usaha yang dapat meningkatkan kualitas pendidik pada dasarnya merupakan sebuah tantangan terbesar untuk pemerintah.

Pendidik Tidak Menghasilkan Orang Terdidik, Namun Hanya Orang Pintar Semata

Pada era perkembangan jaman sekarang ini kerap terjadi tindakan memalukan didalam organ negara kita seperti kasus korupsi, suap, mafia pajak, dan sebagainya. Namun tidak disangka sangka ternyata pelaku kasus kejahatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah orang-orang pintar yang notabennya memiliki ijazah dan gelar sarjana hingga seorang doktor.

Menanggapi fenomena ini, seperti telah terjadi pola pendidikan yang tidak benar telah terjadi di negara ini. Pola pendidikan yang saat ini tengah diterapkan di negara ini hanya mengacu pada ilmu duniawi semata sehingga hanya menghasilkan orang pintar semata, namun tidak menghasilkan orang dengan budi pekerti yang baik.

Akibatnya lulusan yang notabennya merupakan orang-orang pintar tersebut malah menggunakan kepintaran mereka untuk melakukan kejahatan dan menindas kaum yang lebih lemah dari mereka. Padahal mestinya mereka menjadi pemimpin sekaligus penolong yang mampu bermanfaat untuk banyak orang.

Banyak sekali orang-orang pintar nan terhormat yang tertangkap basah tengah melakukan tindakan suap bahkan korupsi. Meskipun mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan mengaku sebagai manusia yang beradab dan beragama namun memiliki tindakan yang memalukan dan bersifat merugikan.

Umumnya ketika seseorang terlibat kasus kejahatan, mereka tidak akan pernah sendirian. Namun mereka tertangkap tangan melakukan kejahatan secara bersama. Mirisnya lagi, ketika telah tertangkap tangan melakukan kejahatan mereka masih bisa menebar senyum lebar di muka masyarakat seolah tidak terjadi apa-apa dan tidak merasakan malu atas apa yang telah mereka perbuat.

Dalam hati masyarakat bertanya, apakah mereka tidak pernah diajari pengetahua bahwa memakan harta yang bukan merupakan haknya adalah perbuatan dosa yang hukum dalam agama adalah haram. Mungkin mereka memang telah hilang akal sehatnya dan putus urat malunya. Maka dari itu, sistem pendidikan di negara ini harus segera diperbaiki agar tidak menghasilkan orang pintar saja namun juga melahirkan orang yang berpendidikan baik secara jasmani dan rohani.

Ujian Nasional Online Perlu atau Tidak?

Dalam kurun waktu beberapa bulan lagi akan diadakan ujian nasional tingkat SD hingga SMK dan SMA. Bersamaan dengan ini kemendikbud telah memberlakukan aturan baru yakni dilaksanakannya ujian nasional online yang diselenggarakan di beberapa sekolah.

Dilihat dari situasi dan kondisi lapangan sekarang ini, rencana ini harus lebih dipertimbangkan kembali karena belum tepat sasaran dan memiliki kendala dalam sarana infrastruktur yang belum benar-benar merata. Ditambah lagi dengan kurangnya pengetahuan yang dimilliki oleh tenaga-tenaga pendidik di beberapa sekolah.

Pada dasarnya hal ini merupakan sebuah potensi yang sangat baik. Jika ujian nasional secara online tatap dilangsungkan, maka akan terjadi permasalahan di beberapa sekolah seperti kurangnya infrastruktur berupa komputer, listrik, hingga akses internet.

Dapat dibayangkan bukan ketika sebuah sekolahan memiliki sejumlah murid 300 siswa maka jumlah komputer yang harus disediakan minimal adalah 300 unit komputer. Setiap komputer ini nantinya juga memerlukan tegangan listrik dan akses internet yang dipakaipun juga akan memiliki skala yang besar.

Katakanlah jika kita tidak memiliki unit komputer yang cukup, maka solusi untuk masalah ini adalah melakukan ujian nasional secara bergiliran menggunakan komputer. Tentunya hal ini sangat beresiko karena dapat menimbulkan kecurangan di kalangan siswa dan sangat tidak mungkin dilakukan karena pada dasarnya ujian nasional dilakukan secara serentak dan bersamaan.

Selain itu, terbatasnya pengetahuan yang dimiliki tenaga ahli yang terdapat di sekolah juga termasuk dalam permasalahan yang harus dihadapi. Tidak semua sekolah memiliki tenaga ahli yang benar benar mengerti akan cara kerja dan sistem dari ujian nasional online ini.

Jika pemerintah ingin mengadakan ujian nasional online yang dilaksanakan secara serentak sudah semestinya pihak pemerintah juga harus mendukung dan menyediakan sarana infrastruktur yang diperlukan. Tidak hanya itu, pemerintah semestinya juga harus melakukan beberapa sosialisasi ke sekolah sekolah yang tidak terjangkau teknologi perihal ujian nasional online ini agar tidak menimbulkan kebingungan dan masalah.

Gambar Via: ayuprint.co.id

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Teks Editorial (Opini), kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Teks Editorial (Opini) di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Teks Editorial (Opini)untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Teks Editorial (Opini). Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [mb]

Loading...
Loading...