Home Cara Cara Mudah Membuat dan Daftar NPWP Online

Cara Mudah Membuat dan Daftar NPWP Online

SHARE

Apakah Anda sudah mengetahui apakah itu NPWP? Sudah mempunyai atau belum? NPWP yaitu singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak, serta merupakan satu nomer identitas yang harus dipunyai oleh warga negara Indonesia baik itu perseorangan/pribadi, perusahaan, koperasi, BUMN, Firma, PT, CV, kongsi, Persekutuan, Yayasan, Organisasi Massa serta Politik, serta lain-lainnya.

NPWP ini diberikan pada Wajib Pajak sebagai fasilitas yang disebut identitas atau tanda pengenal untuk tiap-tiap Wajib Pajak dalam melaksanakan hak serta kewajibannya dalam soal perpajakan.

Maksud dari NPWP yaitu sebagai fasilitas administrasi perpajakan, identitas Wajib Pajak, serta syarat-syarat layanan umum semisal untuk mengajukan credit perbankan dan sebagainya. Pajak pendapatan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak pada pemerintah bisa dipakai untuk beragam jenis keperluan negara serta masyarakatnya, salah satunya untuk membangun sarana umum seperti jalan, jembatan, dan lain-lain.

Nah, bila diawalnya Wajib Pajak cuma bisa bikin NPWP dengan mendatangi kantor pajak, saat ini untuk memudahkan Wajib Pajak dalam buat NPWP, Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) sudah mengenalkan langkah pendaftaran NPWP lewat Internet atau dengan cara on-line atau dikenal juga sebagai e-registration (E-REG DJP).

System pendaftaran serta pembuatan NPWP dengan cara on-line ini sudah pasti begitu menolong orang-orang yang tinggal jauh dari tempat KPP (Kantor Pelayanan Pajak). Orang-orang yang mempunyai domisili yang tidak sama dengan alamat rumah yang terdaftar di KTP dapat juga memakai keringanan pendaftaran NPWP dengan cara on-line ini.

Pendaftaran NPWP dengan cara on-line dikerjakan lewat aplikasi yang disiapkan Dirjen Pajak untuk memudahkan Wajib Pajak buat NPWP tanpa mesti datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) domisili masing-masing. Aplikasi ini gampang dibuka oleh siapa pun dengan berkunjung ke website Direktorat Jenderal Pajak di www. pajak. go. id.

Beberapa cara atau langkah sedetailnya untuk mendaftar serta bikin NPWP dengan cara on-line yaitu seperti berikut :


Sediakan Dokumen Kelengkapan yang Dibutuhkan


berkas npwp online

Saat sebelum lakukan pendaftaran NWPW dengan cara on-line, Anda butuh menyiapkan dokumen berikut ini :

Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (Non Usahawan),

dokumen yang diperlukan cuma berbentuk foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masihlah berlaku untuk masyarakat Indonesia serta foto copy paspor serta surat keterangan tempat tinggal untuk orang asing.

loading...

Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan,

dokumen yang diperlukan yaitu : foto copy KTP untuk penduduk Indonesia, foto copy paspor serta surat info tempat tinggal untuk orang asing, serta surat info tempat aktivitas usaha atau pekerjaan bebas dari lembaga yang berwenang.

Untuk Wajib Pajak Badan,

dokumen yang dibutuhkan yaitu : foto copy akta pendirian serta perubahan atau surat info penunjukan dari kantor pusat untuk bentuk usaha tetaplah, foto copy NPWP pimpinan atau penanggung jawab Badan, foto copy KTP yang masihlah berlaku dari orang sebagai penanggung jawab untuk penduduk Indonesia serta paspor untuk masyarakat asing, serta surat info tempat aktivitas usaha dari lembaga yang berwenang.

Untuk bendaharawan

sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong,  dokumen yang dibutuhkan yaitu : foto copy surat penunjukan sebagai bendahara serta foto copy KTP bendahara.

Untuk Joint Operation (JO)

sebagai Wajib Pajak pemungut/pemotong,  dokumen yang dibutuhkan yaitu : foto copy kesepakatan hubungan kerja/akta pendirian sebagai Joint Operation, foto copy KTP untuk penduduk Indonesia serta paspor untuk masyarakat asing sebagai penanggung jawab, foto copy NPWP pimpinan/penanggung jawab Join Operation (JO).


Proses Online yang Harus Dilewati


proses npwp online

1. Kunjungi alamat www.pajak.go.id atau https://ereg.pajak.go.id/login untuk segera terhubung halaman pendaftaran NPWP on-line di website Dirjen Pajak.

2. Di laman Dirjen Pajak itu, pilih menu system e-Registration.

3. Bila Anda belum pernah daftarkan diri, silahkan mendaftar terlebih dulu untuk memperoleh account dengan mengklik “daftar”. Isilah data pendaftaran pemakai dengan benar seperti nama, alamat e-mail, kata sandi (password), serta yang lain. Sesudah semuanya terisi, click “Save”.

4. Jalankan aktivasi account. Langkah mengaktivasi account Anda yaitu dengan buka kotak masuk (inbox) dari e-mail yang Anda pakai untuk mendaftar tadi, lalu buka e-mail yang masuk dari Dirjen Pajak. Ikuti panduan yang ada didalam e-mail itu untuk lakukan aktivasi.

5. Isi Formulir Pendaftaran. Sesudah sistem aktivasi sukses dikerjakan, setelah itu Anda mesti login ke system e-Registration dengan memasukkan e-mail serta password account yang sudah Anda bikin. Atau Anda dapat mengklik tautan yang ada didalam e-mail aktivasi ke-2 dari Dirjen Pajak.

Sesudah login, Anda bakal dibawa ke halaman Registrasi Data WP untuk mengawali sistem pembuatan NPWP. Silahkan isi semuanya data dengan benar pada formulir yang ada. Ikuti seluruh tahapannya dengan cermat. Apabila data yang di isi benar, bakal nampak surat info tercatat sementara.

6. Kirim Formulir Pendaftaran. Sesudah seluruh data pada formulir pendaftaran terisi komplit, pilih tombol daftar untuk kirim Formulir Registrasi Wajib Pajak dengan cara elektronik ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak tercatat.

7. Cetak (Print). Setelah itu Anda mesti cetak dokumen tersebut seperti yang terlihat pada monitor computer :

  • Formulir Registrasi Harus Pajak
  • Surat Keterangan Terdaftar Sementara

8. Anda tinggal mengklik Cetak.

  • Menandatangani Formulir Registrasi Wajib Pajak serta lengkapi dokumen

9. Sesudah Formulir Registrasi Wajib Pajak dicetak, silahkan di tandatangani, lalu sediakan dokumen berikut ini :

  • Foto copy KTP untuk perseorangan/pribadi
  • Semua dokumen yang sudah disediakan pada poin 1.
  • Kirimkan Formulir Registrasi Wajib Pajak ke KPP

Sesudah berkas kelengkapannya siap, Anda mesti kirim Formulir Registrasi Wajib Pajak, Surat Info Tercatat Sesaat yang telah di tandatangani, beserta dokumen yang lain ke Kantor Service Pajak (KPP) tempat Anda sebagai Wajib Pajak tercatat. Berkas itu bisa diserahkan langsung ke KPP atau lewat Pos Terdaftar. Pengiriman dokumen ini mesti dikerjakan paling lambat 14 hari sesudah formulir terkirim.

Bila Anda tidak mau ribet menyerahkan atau kirim berkas dengan cara langsung atau lewat pos ke KPP, Anda bisa memindai (scan) dokumen Anda serta mengunggahnya berbentuk soft file lewat aplikasi e-Registration tadi.

10. Teliti status serta tunggulah kiriman kartu NPWP. Sesudah kirim berkas dokumen, Anda bisa mengecek status pendaftaran NPWP Anda lewat e-mail atau di halaman history pendaftaran dalam aplikasi e—Registration. Bila statusnya tidak diterima, maka Anda mesti melakukan perbaikan sebagian data yang kurang komplit. Tetapi bila statusnya di setujui, maka kartu NPWP Anda bakal selekasnya di kirim ke alamat Anda lewat pos.


Nah, Saat ini Anda Telah Mempunyai NPWP serta Kartunya!


npwp pribadi

Kini keluar pertanyaan, berapakah lama masa berlaku kartu NPWP? Seperti sudah kita kenali, NPWP berperan sebagai tanda pengenal diri atau jati diri Wajib Pajak dalam melakukan hak serta kewajiban perpajakannya. Jadi dapat disebutkan manfaat kartu NPWP nyaris sama juga dengan KTP yang dapat habis saat berlakunya hingga perlu diperpanjang.

Bagaimana dengan kartu NPWP? Tak seperti KTP, kartu NPWP berlaku seumur hidup, jadi tak ada istilah perpanjang kartu NPWP. Dibagian bawah kartu NPWP memanglah terdaftar kata “Terdaftar” yang diikuti dengan satu tanggal spesifik. Itu yaitu tanggal yang tunjukkan hari, bln., serta th. Wajib Pajak pemegang kartu mendaftarkan NPWP-nya, baik lewat e-Registration ataupun datang segera ke KPP.

Tetapi kartu NPWP bisa tidak diaktifkan atau dicabut dengan ajukan surat tercatat pada KPP Pratama tempat Wajib Pajak mendaftar dengan ajukan argumen atas permintaan pencabutan atau penonaktifan kartu NPWP. NPWP bisa dicabut atau dihapus bila argumen yang diserahkan penuhi kriteria tersebut :

  • Wajib Pajak sudah meninggal dunia
  • Wanita kawin yg tidak lakukan kesepakatan pisahlah harta serta pendapatan.
  • Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai subyek pajak, jika sudah usai dibagi disyaratkan ada info mengenai selesainya pembagian warisan itu oleh para ahli waris.
  • Wajib Pajak Badan yang sudah bubar dengan cara resmi.
  • Badan Usaha Tetap (BUT) yang lantaran suatu hal hal kehilangan statusnya sebagai (BUT).
  • Wajib Pajak lainnya yg tidak penuhi prasyarat lagi sebagai Wajib Pajak.

Cobalah Segera Praktekkan

Jadi telah jelaskah langkah mendaftar NPWP dengan cara on-line ini? Mudah-mudahan telah terang serta segera dapat Anda praktikkan bila Anda belum mempunyai NPWP. Sesudah memperoleh NPWP, janganlah lupa selalu untuk membayar pajak pada waktunya, dengan hal tersebut Anda telah jadi warga negara yang baik.

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan