Header Ad

Dardanella, Saksi Kunci Perjuangan Sumpah Pemuda yang Tidak Banyak Diketahui Orang

October 28, 2017
14 Views

Setiap 28 Oktober datang, sosial media pasti dipenuhi oleh postingan-postingan berbau semangat. Bagaimana tidak? Sebagian besar pemuda seluruh Indonesia merayakan hari kejayaannya, yaitu Sumpah Pemuda. Selama ini, setiap hari besar ini datang, kita sebagai generasi muda hanya diingatkan lagi dan lagi tentang isi dari janji sakral yang diucapkan para pemuda 89 tahun yang lalu.

Padahal, banyak hal yang terjadi kala itu dan tidak terendus oleh media. Salah satunya Dardanella, sebuah kelompok yang bisa dibilang sebagai saksi kunci sekaligus sosok yang berpengaruh dalam Sumpah Pemuda tahun 1928. Belum pernah dengar kan? Kalau begitu, simak faktanya dalam ulasan berikut ini.

Selayang Pandang ‘Panggung Sandiwara’ di Indonesia

Sebelum adanya film di bioskop seperti sekarang, dunia akting hanyalah sebatas panggung dan lampu sorot. Pada masa Hindia Belanda dulu, banyak lahir teater keliling untuk menghibur masyarakat tanah air. Salah satu yang populer merupakan sebuah kelompok yang menjuluki dirinya sebagai Miss Riboet.

Teater Dulu dan Sekarang [image source]

Mereka berasal dari Batavia (Jakarta) yang melakukan tur-tur ke seluruh Indonesia. Melihat karir Miss Riboet yang menjulang, banyak kelompok-kelompok teater baru yang menyusul, seperti Dardanella. Keduanya lalu sempat bersaing ketat hingga terjadi percekcokan. Namun pada akhirnya, karir mereka tetap cemerlang dengan ciri khasnya masing-masing.

Dardanella: Sebuah Terobosan Baru

Kelompok sandiwara Dardanella ini lahir di Sidoarjo, Jawa Timur. Seseorang yang membentuknya merupakan keturunan Russia yang lahir di Penang, Malaysia bernama Willy Klimanoff. Kelompok ini lahir pada tahun 1926.

A Pedro dan Dardanella [image source]

Berbeda dari kelompok-kelompok teater yang sudah ada, Dardanella mencoba merombak beberapa tradisi yang sudah umum dalam sebuah pementasan. Dikutip dari buku Gelombang Hidupku: Dewi Dja Dari Dardanella, mereka membuat pembagian episode yang lebih ringkas dan menghapus perkenalan tokoh sebelum bermain. Sehingga, kelompok Dardanella ini disebut sebagai Pelopor Sandiwara Modern Indonesia.

Konsep Pertunjukan Dardanella yang Nasionalis

Meski pendiri dari kelompok teater ini bukanlah seorang asli Indonesia, namun semangat serta hatinya sudah terikat dengan ibu pertiwi. Berbeda dari beberapa kelompok teater sebelumnya, Dardanella lebih mengusung cerita-cerita asli, bukan dari hikayat maupun dongeng.

Mereka mengonsep pertunjukan sedemikian rupa dengan properti, make up, serta penulisan naskah yang maksimal sehingga membawa nuansa baru bagi para penontonnya. Selain itu, Dardanella juga selalu menyisipkan pesan tersirat akan semangat nasionalisme di setiap pertunjukannya. Ditambah lagi, bintang dari kelompok teater ini yang bernama Devi Dja, sungguh menghipnotis audiens yang datang.

Korelasi dengan Sumpah Pemuda

Pada tahun 1928, bertepatan dengan tur Dardanella untuk keliling Indonesia yang padat, kelompok besutan Willy Klimanoff yang akhirnya berganti nama menjadi A. Piedro ini, membawa pesan sosial pada setiap pertunjukannya. Mendengar tentang Sumpah Pemuda yang dipelopori oleh organisasi Boedi Oetomo, mereka berniat menyuarakan hal tersebut ke seluruh Indonesia.

Dardanella [image source]

Dardanella selalu menampilkan pertunjukkannya dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Selain itu konflik yang diusung di setiap cerita pada pertunjukannya selalu menyangkut pautkan gagasan tentang tanah air. Sehingga, pesan Sumpah Pemuda bisa diterima oleh banyak pemuda Indonesia juga berkat jasa dari Dardanella.

Singkatnya, Sumpah Pemuda bukanlah hanya tentang Organisasi Boedi Oetomo atau Mohammad Yamin saja, juga bukan melulu soal tiga ikrar yang dibacakan pada upacara pagi setiap tanggal 28 Oktober ini. Masih banyak orang-orang di luar sana yang juga berjasa di balik sakralnya Sumpah Pemuda. Nah, sebagai generasi muda, bagaimana tanggapanmu setelah mengetahui sisi lain dari Sumpah Pemuda? Jangan lupa sebarkan terus Semangat Muda-mu ya!

sumber

You may be interested

10 Kelakuan Kocak Para Nenek Zaman Now, Bukti Makin Tua Malah Tambah Menjadi
Buzz
5 views
Buzz
5 views

10 Kelakuan Kocak Para Nenek Zaman Now, Bukti Makin Tua Malah Tambah Menjadi

Lahiya - November 19, 2017

Ada sebuah pepetah mengatakan, tua-tua keladi, makin tua tambah jadi. Entah itu sebuah kebetulan atau tidak, namun kiasan itu seolah…

Punya Raut Wajah Dingin, 4 Seleb Tanah Air Ini Dijuluki Vampir oleh Netizen
Buzz
4 views
Buzz
4 views

Punya Raut Wajah Dingin, 4 Seleb Tanah Air Ini Dijuluki Vampir oleh Netizen

Lahiya - November 19, 2017

Menjamurnya artis tanah air membuat para audiens kadang-kadang memiliki cara pandang yang unik. Misalnya, artis cilik yang menggunakan make up…

Sama-Sama Dari Kepolisian, Inilah 4 Tim Saingan Berat Bhayangkara FC
Buzz
5 views
Buzz
5 views

Sama-Sama Dari Kepolisian, Inilah 4 Tim Saingan Berat Bhayangkara FC

Lahiya - November 19, 2017

Kemenangan Bhayangkara FC dalam liga satu musim 2017 sempat mejadi pro dan kontra di masyarakat. Ada yang setuju karena memang…

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan