Daripada Fokus ke Palestina, Pemerintah Indonesia Harusnya Urusi 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

Posted on

Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota negara Israel beberapa waktu lalu menyebabkan dunia gonjang-ganjing. Bagaimana tidak, secara tak langsung Trump sudah menyatakan perang dengan memberikan keputusan tersebut. Banyak negara yang tak setuju bahkan menentang keputusan Trump.

Termasuk negeri kita tercinta, Indonesia. Beberapa hari terjadi demo di depan Kedutaan Besar Amerika atas tindak protesnya terhadap keputusan Trump. Namun, jika ditilik lagi, bisa dibilang kita terlalu fokus pada Palestina, ketika Indonesia sendiri masih perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, 5 hal ini jadi buktinya.

1. Kasus HAM di Papua yang Masih Belum Terselesaikan

Rupanya persoalan HAM di Indonesia masih menjadi masalah yang pelik hingga sekarang. Tak hanya kasus HAM di Papua saja yang masih belum mendapat kejelasan hingga sekarang, kasus Munir serta 13 aktivis yang hilang pada era Reformasi pun tak jelas ujungnya.

HAM di Papua [image source]

Dilansir dari cnnindonesia.com, tokoh masyarakat Papua, John Jonga kecewa dengan penanganan pemerintah dalam persoalan HAM yang terbilang cukup lambat. Ia bahkan menyatakan “Papua tak lebih penting daripada Palestina,” melihat bagaimana pemerintah sangat fokus terhadap persoalan negara konflik tersebut.

2. Buruh yang Belum Mendapat Keadilan

Beberapa bulan lalu, Indonesia juga dihebohkan dengan berita buruh perusahaan eksrim Aice yang tidak sejahtera. Selain harus bekerja melebihi waktu yang semestinya, bayaran yang diterima pun tak sama dengan perjanjian awal. Alhasil, sebagian besar dari mereka melakukan aksi protes.

Buruh Aice [image source]

Meski sudah berkali-kali berdemo, rupanya pemerintah tak juga mengambil ketegasan atas kasus tersebut. Mulai dari zaman Presiden Soeharto, nasib buruh sudah benar-benar tak dimanusiakan, hal ini pun diungkapkan oleh John Pilger dalam film dokumenternya yang berjudul The New Rulers of The World.

3. Masalah Impor Pangan yang Terus Meningkat

Dilansir dari liputan6.com, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan bahwa selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, masalah impor pangan masih belum terselesaikan dengan baik. Bahkan, angkanya mencapai kenaikan dari sebelumnya.

Impor Beras [image source]

Padahal, Indonesia adalah negara yang sangat kaya, segala sumber daya alam yang dibutuhkan sudah tersedia dari jaman dahulu kala. Namun, pengelolanya kurang bisa bersikap tegas sehingga masalah ini pun masih belum 100% tuntas di tahun 2017.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan