Darurat! Selepas Trump Klaim Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Setidaknya Ada Belasan Korban Tewas

Posted on

Lahiya – Dua pria yang cidera akibat terlibat terlibat bentrok dengan tentara Israel di kawasan perbatasan dalam dua pekan terakhir,  diberitakan tak sanggup lagi bertahan. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kementerian kesehatan Palestina di Jalur Gaza.

Menurut sumber lokal, Mohammad Sami al-Dahdud (19), tertembak ketika ikut berdemonstrasi pada Jumat (15/12) lalu. Sementara Sharif Shalash (28), juga mendapatkan luka tembak saat mengikuti aksi protes pada Minggu (17/12), seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com.

Dengan tewasnya dua warga Palestina itu membuat daftar korban tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat menambah panjang hingga mencapai 12 jiwa. Hal tersebut terjadi selepas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan klaim terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada awal Desember lalu.

Kebijakan tersebut sejak beberapa waktu terakhir semakin memicu terjadinya aksi unjuk rasa di berbagai kota di hampir seluruh dunia, termasuk Ibu Kota Jakarta. Bahkan hal tersebut terjadi sejak masih berupa wacana.

Baca Juga: Ingat Baba Vanga, Peramal Buta Bulgaria? Ini 2 Perubahan Hebat Dunia di 2018 yang Pernah Ia Prediksi

Adapun korban jiwa lainnya dalam aksi pada Jumat (15/12) yang meledak di Jalur Gaza, yakni Ibrahim Abu Thurayeh. Pria yang kehilangan kedua kaki akibat serangan Israel satu dekade yang lalu, dikabarkan meninggal akibat luka tembak pada bagian kepala oleh penembak jitu.

Lantaran insiden tersebut, komisi hak asasi manusia PBB mendesak segera dilakukan pengusutan hingga tuntas atas kematian Abu Thurayeh. Namun Israel masih tetap berusaha menutupi kebenaran yang sesungguhnya.

Di mana tiga hari usai insiden, tentara Israel menyatakan pihak mereka telah melakukan penyelidikan dan memastikan Abu Thurayeh tewas bukan lantaran peluru dari senjata api. Pasalnya saat kejadian, tidak ada senjata yang diarahkan ke kepalanya.

Tidak mungkin memastikan apakah Abu Thurayeh tewas sebagai akibat dari cara-cara membubarkan kerusuhan atau apa yang menyebabkan kematiannya. Tidak ada peluru api yang diarahkan pada Abu Thurayeh,” demikian bunyi pernyataan militer Israel, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (25/12/2017).

Baca Juga: Keren! Dikecam Gara-Gara Tolak Bikin Ucapan Selamat Natal, Begini Penjelasan Si Pemilik Toko Kue

Unjuk rasa di jalur Gaza dan Tepi Barat lantaran kebijakan Trum beberapa sempat diwarnai bentrok dengan tentara Israel. Untuk meredam gejolak, Resolusi PBB, yang telah disahkan dengan pemungutan suara Majelis Umum PBB, pun dikeluarkan. Amerika Serikat diminta mencabut keputusan tersebut.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan