SHARE
jokowi-dan-minuman-keras
Pelonggaran penjualan minuman keras  dengan merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen Dagri) No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A, sepertinya akan

memberikan keleluasaan kepada kepala daerah untuk menentukan lokasi mana saja yang diperbolehkan menjual miras.

#GeNAM @AntiMiras_ID sudah membuat analisis dan kami meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,

Saya minta Presiden Jokowi untuk mencabut aturan pelonggaran minuman keras  dari paket kebijakan ekonomi yang sudah diumumkan pemerintah pekan lalu. Selain tidak akan berdampak signifikan bagi perbaikan ekonomi, daya saing industri, dan daya beli masyarakat,

Aturan penjualan minuman keras  yang ada saat ini (Permendag No.06/2015) sudah cukup longgar ! karena minuman keras  masih boleh dijual di Supermarket, Hypermarket, Bar, Restoran, Hotel dan di lokasi Wisata (yang punya surat izin).

Alasan masyarakat kenapa (aturan pelonggaran miras) harus DITOLAK adalah komitmen Pak Jokowi saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia. Komitmen Pak Jokowi saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia, Februari 2015 lalu di #Jogja yang menyatakan bahwa “Tidak masalah negara kehilangan trilyunan rupiah karena pelarangan penjualan minuman keras , karena jika dibiarkan (miras dijual bebas) maka kerugian yang akan ditanggung negara ini lebih besar!” Ucap pak Jokowi Februari 2015.

Dear Pak Jokowi. Yang rakyat pegang dari seorang pemimpin itu adalah komitmennya. Kok bisa dalam kurun waktu 7 bulan, berubah ???? Dear Pak Jokowi belum terlambat untuk seorang Presiden mencabut rencana aturan pelonggaran penjualan minuman keras  dari paket kebijakan ekonomi.

Dear Pak Jokowi tidak ada kondisi yang mdesak shga aturan minuman keras  harus dilonggarkan karena memang sama sekali tidak mengganggu ekonomi bangsa ini! Dear Pak Jokowi jika alasannya terkait pariwisata, harus kita pertanyakan kembali, apa iya wisatawan datang ke sini untuk cari bir ???

Dear Pak Jokowi Kalau iya, mereka msh bisa beli di super atau hypermarket, bar, hotel bahkan di lokasi-lokasi wisata yang sudah ada izin jual minuman keras. Dear Pak Jokowi Malaysia yang aturan minuman keras nya lebih ketat, jumlah wisatawannya puluhan lipat dari kita! Jadi tidak alasan yang mendesak!

Dear Pak Jokowi sebelum sebuah peraturan atau kebijakan dikeluarkan, seyogyanya HARUS memenuhi aspek filosofis, yuridis, dan  sosiologis. Dear Pak Jokowi apakah bapak sudah dapatkan kajian itu dari Kemendag ataupun Kemenko Perekonomian yang menyatakan bahwa yang menyatakan dengan dilonggarkannya aturan minuman keras, ekonomi akan membaik? Bila ada, tolong Pak Jokowi sampaikan ke publik.

Dear Pak Jokowi apakah pemerintah sudah mengkaji secara sosiologis dampak sosial yang akan ditanggung masyarakat dari kebijakan pelonggaran miras ini? Dear Pak Jokowi Harusnya saat ini Kemendag fokus kepada tindakan pelanggaran yang masih banyak dilakukan oleh Super/Hypermarket, bar, restoran, hotel serta lokasi-lokasi wisata karena masih menjual miras kepada siapa saja tanpa mmeriksa identitas pembeli.

KARTU KREDIT, KARTU KREDIT CIMB, KARTU KREDIT MEGA, TIRTO.ID, asuransi mobil murah, harga mobil terbaru, kecantikan wanita, hosting, kartu kredit bca, kartu kredit mandiri, kartu kredit BNI, forex, SAHAM, FBS,
insurance
Loading...