Deddy Corbuzier Bikin Polling Soal Joshua Suherman yang Dipolisikan. Hasilnya?

Posted on

Lahiya – Berkenaan dengan dipolisikannya Joshua Suherman karena dinilai telah menista Agama Islam, Deddy Corbuzier mengajak netter berdiskusi dengan membuat sebuah poliing.

Dilansir dari situs tribunnews.com, Deddy Corbuzier membuat polling ini di akun YouTube miliknya pada Jumat (12/1/2018). Dalam polling tersebut, Deddy menulis pengantarnya seperti berikut.

“JOSHUA SUHERMAN DIPOLISIKAN!?!

Saya ingin tahu bagaimana isi pemikiran subscribers saya, menurut anda…

Apakah kasus Joshua Suherman bisa di anggap sebagai aksi Penistaan Agama atau Tidak? Vote it and comments it.. we gonna discuss it!”

Netter lantas diminta memilih antara dua pilihan. Pertama, “Ya, Jelas menista Agama,” atau “Bukan Sebuah Penistaan Agama.”

Dari jajak pendapat itu, hasilnya ternyata 65% pemilih mengatakan bahwa tindakan mantan penyanyi cilik ini sebagai bentuk penistaan agama.

Baca Juga: Tiongkok Tak Mau Lagi Impor Sampah, Eropa Panik

Sementara sisanya, 35%, memilih pilihan kedua, yaitu “Bukan Sebuah Penistaan Agama”. Persentase polling ini diambil dari 70 ribu suara yang telah terkumpul.

Masih dilansir dari tribunnews.com, dipolisikannya Joshua berawal dari viralnya video Joshua ketika sedang stand up. Video tersebut menunjukkan Joshua dalam sebuah acara, yakni Majelis Lucu Indonesia, tengah meroasting salah satu personel girl band Indonesia, Cherrybelle.

Dalam aksi roastingnya, Joshua mengatakan bahwa mengapa Anisa Cherrybelle lebih terkenal dibanding personel lainnya adalah karena ia beragama Islam yang mana pemeluknya adalah mayoritas. Joshua juga menilai kalau bakat di Indonesia tetap akan kalah dengan mayoritas.

Bagian itulah yang kemudian menjadi heboh diperbincangkan netter. Tidak sedikit yang menilai Joshua telah menistakan Agama Islam.

Tidak hanya itu, lantaran aksinya, Joshua dilaporkan ke polisi. Saat ini, Bareskrim Polri tengah melakukan penyelidikan menyikapi laporan yang dilayangkan oleh Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/30/I/2018/Bareskrim tertanggal 9 Januari 2018. Laopran ini tidak lain adalah laporan atas aksi roasting Joshua.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan