Deddy Mizwar Batal Didukung PKS di Pilkada Jabar 2018, Fahri Hamzah: Simpanlah Memar di Hatimu

Posted on

Lahiya – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak jadi mengusung Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar untuk maju di Pilkada Jabar 2018. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fahri Hamzah memberikan responnya. Fahri pun angkat suara melalui akun Twitter pribadinya.

Membalas kicauan Deddy Mizwar di Twitter soal Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018 mendatang, Fahri menanggapi harapan Deddy terkait Pilkada agar dapat berlangsung aman, tertib dan damai. Demikian sebagaimana dilansir dari reportase Tribunnews.com, Kamis (28/12/2017).

“Semoga Allah SWT merahmati kita semua, dan kami berdoa agar Pilkada Jabar 2018 ini akan berlangsung dgn aman, tertib, dan damai…,” kicau @Deddy_Mizwar_.

Seolah ingin memberikan dukungan pada Deddy yang akhirnya tidak diusung menjadi calon Gubernur Jabar 2018, Fahri pun bernostalgia saat lima tahun lalu. Ia ikut membujuk Deddy untuk ikut serta dalam Pilkada.

Baca juga: Sudah Direstui Prabowo, Gerindra Ajukan Pembalap Moreno Suprapto Jadi Cagub Jatim

Fahri juga memuji Deddy sebagai orang yang baik, bahkan bisa melengkapi kekurangan. Ia menyebutkan kekurangan ‘kami’ yang mungkin dimaksudkan adalah PKS. Saat itu, ia juga masih berproses di partai tersebut.

Melalui lima kicauan di Twitter, seolah Fahri ingin melipur kekecewaan Deddy Mizwar.

“Jie,
Aku ikut memikul beban dan memapah luka kata2 nostalgia kita…Tapi kau hebat Jie, simpanlah apa yang memar di hatimu…aku ikut menanggung…lima tahun lalu tak jauh, takkan kulupakan Malam2 merayu mu menjadi bagian dari perjalanan…(Jie, begitu aku memanggil demiz),” kicau @Fahrihamzah.

“Jie,
Bisakah kita menolak apa yang telah menjadi rindu? Aku Merindukanmu, karena kau meringankan diri dalam panggilan yang baik, kau hadir melengkapi kekurangan kami, kau ringan, kau baik, kau tak pernah tak nampak baik…kataku kau lugu…
#HajiDemizku.”

“Jie,
Di film-film itu kau nampak hebat, kau nampak bisa memainkan semua peran, menjadi nagaBonar atau kyai kampung juga politisi, tapi kataku kau lugu, dan tetaplah lugu Jie, tetaplah ringan, jangan berubah, jadilah apa yang telah kau ukir dalam perjalananmu…”

“Dan pada malam,
Tak jauh dari ka’bah kita. Aku ingin mengirimkan suasana dingin kota suci ini, agar hatimu dingin Jie, janganlah menjadi panas atau memerah, jadilah yang bertahan dan setia, karena namamu telah ada dan menjelma menjadi kata-kata nostalgia…#HajiDemizku.”

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan