Deddy Mizwar Tak Mau Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Kenapa?

Posted on

Lahiya – Seluruh calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang diusung Golkar diminta oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hararto, untuk memberikan dukungan dan memenangkan Joko Widodo di Pemilu Presiden atau Pilpres 2019. Sama halnya dengan Deddy Mizwar yang diusung untuk wilayah Jawa Barat (Jabar) beserta kader partai lainnya.

Terkait hal tersebut, Deddy Mizwar pun memberikan responnya dan angkat bicara. Deddy Mizwar mengatakan bahwa dirinya tak mungkin mendukung capres Golkar lantaran ia sudah menjadi kader Demokrat. Karena itulah ia pun telah terikat kontrak dengan Demokrat.

“Itu untuk kader Golkar. Ya kan lain, untuk kader Golkar. Saya kader Demokrat, saya harus dengar arah dari Demokrat. Kan berbeda kasusnya. Itu kan untuk Pilpres, kalau ini beda lagi,” kata Deddy Mizwar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat (5/1), seperti dikutip dari Kumparan.com.

Baca juga: Kompak! Begini Aksi Bersihkan Sampah Pantai Kuta oleh Ribuan Muslim Bali

Menurut Deddy Mizwar, ia sebagai kader Demokrat akan mendukung capres yang bakal diusung oleh Demokrat. Sementara, Dedi Mulyadi sebagai cawagubnya, pasti akan memberikan dukungan sesuai dengan arahan yang disebutkan di dalam deklarasi tadi.

“Saya kader Demokrat dan Kang Dedi kader Golkar. Dan kalau beda koalisi pada pilpres emang kenapa sih? Hahaha.. Kayak mau perang aja,” ujarnya, menanggapi perbedaan kader partai antara dirinya dengan sang cawagub, terkait soal pengusungan capres yang juga berbeda.

Akan tetapi, Deddy Mizwar pun tetap berharap akan adanya keajaiban yang dapat menyatukan PDIP dan Demokrat pada Pilpres 2019 nanti. Sehingga, kalau demikian adanya Deddy Mizwar dan Mulyadi bakal mengusung capres yang sama.

“Ya siapa tahu kan berkoalisi juga. Kita enggak tahu ya. Bisa juga tidak berkoalisi dalam pembentukan capres,” kata Wagub Jabar itu.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan