Demi Menguji Kejujuran Orang Indonesia Pria Ini Jadi Gembel dan Pura-pura Buta, Akankah Ia Ditolong?

Posted on

Banyak cara untuk mengetahui kejujuran seseorang. Jika para penyidik dari kepolisian lebih memilih detektor kebohongan, para remaja yang tergabung dalam komunitas “Indo Teenagers” ini memiliki cara lain. Bisa dibilang cara ini cukup simpel dan tidak membutuhkan banyak modal.

Para remaja dari Indo Teenagers ini berpura-pura menjadi orang gembel dan buta yang tersesat. Misi mereka adalah melihat seberapa jujurkah orang-orang yang hidup di jalanan ibukota. Hidup di jalanan di sini maksudnya bukan hanya orang-orang dari kelas menengah ke bawah, tapi juga para pelajar, serta pekerja kantoran yang setiap harinya ada di jalanan ibukota.

Misi Utama Para Indo Teenagers

Para remaja cerdas yang tergabung dalam Indo Teenagers sengaja membagi diri pada berbagai spot untuk misi kali ini. Ada yang bertugas kamera tersembunyi dan juga sebagai pelaku utama alias ia yang menjadi gembel dan pura-pura buta.

Ilustrasi Jujur [image source]

Mereka melancarkan misinya dengan cara mengeluarkan satu lembar uang sepuluh ribuan yang akan mereka tukar dengan pecahan lima ribuan dua. Padahal, uang yang mereka keluarkan adalah selembar seratus ribuan. Dari sini bisa dilihat seberapa jujur masyarakat Indonesia sekarang. Apakah mereka menukarnya dengan uang lima ribuan dan mengambil seratus ribunya mentah-mentah, ataukah mengatakan yang sejujurnya?

Target Pertama: Ibu-ibu Rumah Tangga dan Seorang Bapak Pekerja Kantoran

Terlihat ketiga orang tersebut sedang duduk menunggu kendaraan, entah bus Kopaja atau angkot yang datang. Salah satu anggota Indo Teenagers yang sudah berpura-pura buta mendatangi mereka dan menyampaikan kenginannya yaitu menukar uang. Pada awalnya mereka semua terlihat acuh tak acuh pada si pelaku, namun akhirnya mereka menjelaskan bahwa uang yang dibawanya bukanlah sepuluh ribu melainkan seratus ribu.

Target Pertama [image source]

Karena yang paling dekat dengan pelaku adalah seorang ibu rumah tangga, ialah yang meladeni si pelaku, meski kedua orang lainnya juga ikut memperhatikan. Ibu rumah tangga itu akhirnya memberi si pelaku uang lima ribuan, disusul oleh ibu yang lumayan berumur di sebelahnya. Akhirnya, pelaku mendapat dua lembar uang lima ribuan tanpa harus menukar uang yang dipegangnya.

Target Kedua: Pekerja Kantoran

Setelah menghampiri tiga orang yang sedang duduk, si pelaku akhirnya berdiri dan mencoba berjalan di trotoar, mencari mangsa. Ia menemui seorang pria pekerja kantoran yang sedang berjalan, namun ketika melihat dirinya pria itu malah mempercepat langkah. Alhasil, tongkat si pelaku mengenai sang pria.

Target Kedua [image source]

Ia pun berhenti sebentar dan berbalik, seakan ingin melancarkan “kemarahannya” pada si pelaku karena menghalangi jalannya. Namun, ia langsung melengos ketika pelaku telah menyampaikan keinginannya.

Target Ketiga: Ibu-ibu Biasa, Wanita Muda, dan Ibu Penjual Minuman

Mengharukan ketika si pelaku meminta tolong kepada seorang ibu-ibu biasa di sebuah halte bus. Sesaat setelah ia menyampaikan keinginannya, ibu tersebut mempersilakan si pelaku duduk. Setelahnya sang ibu memberi uang pecahan lima puluh ribuan, memperingatkan si pelaku untuk berhati-hati dan bahkan sampai menawarkan untuk mengantar si pelaku pulang.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan