Header Ad

Demi Menyelamatkan Ibunya, Dia Membuat Roti Menggunakan Darahnya sendiri, Tapi Tak Disangka Disambar Serigala

October 17, 2017
17 Views

Erabru.net. Ayahnya sudah lama meninggal dunia, dan demi dirinya (Bi Xia) ibunya tidak menikah lagi. Mereka kini hidup berdua dalam kesusahan. Kalau bukan karena bantuan pamannya, sang ibu sudah bekerja di luar daerah saat ini, dan sudah pasti tidak akan begitu banyak piagam penghargaa di rumah.

Bi Xia tahu kesempatan untuk sekolah itu tidaklah mudah baginya, ia belajar dengan tekun sejak kecil, dan prestasi di sekolahnya juga selalu berada di ranking teratas.

Namun, saat akan ujian kelulusan, Bi Xia yang lincah menjadi murung, dan baru diketahui setelah ditanya gurunya, ternyata ibunya dirawat di rumah sakit, karena kanker paru-paru stadium akhir.

Bersama Bi Xia, sang guru menjenguk ibunya Bi Xia di rumah sakit, dan ketika melihat mereka datang, ibu Bi Xia yang tampak pucat tampak seperti mau mengatakan sesuatu, namun, entah kenapa selalu tak terucap dari bibirnya.

Guru meletakkan buah-buahan yang dibawanya ke atas meja, kemudian bertanya pada paman Bi Xia : “Ibunya Bi Xia tidak apa-apa kan ! Saya juga baru tahu hal ini.”

Paman tersenyum dan menjawab : “Ibu Bi Xia telah banyak menderita demi dia, tak disangka sekarang menderita penyakit serius! Dokter bilang penyakitnya tidak bisa disembuhkan, sebaiknya dirawat di rumah.”

Mendengar hal itu, Bi Xia seketika berlutut di lantai dan sambil menangis ia berkata : “Ibu, Bi Xia minta maaf, sayalah yang membuat ibu seperti ini!”,

Kemudian Bi Xia membalikkan badannya berkata pada guru dan pamannya : “Guru, paman, saya mau berhenti sekolah, saya mau menemani dan merawat ibu!”

Bi Xia sudah membulatkan tekat ingin merawat ibunya, hingga pamannya pun mau tidak mau menyetujuinya, sementara gurunya juga tak kuasa untuk menahannya.

Setibanya di rumah yang kumuh, ibu Bi Xia yang lemah terbaring di tempat tidur, sambil memandang Bi xia, putrinya, hatinya benar-benar sedih, ia merasa bersalah, dan betapa bahagianya jika saja bisa hidup beberapa tahun lagi melihat tibanya hari gemilang putrinya ! gumamnya dalam hati.

Sementara itu, Bi Xia rasanya ingin menangis sekencang-kencangnya setiap kali terbayang dengan suasana getir bersama dengan ibunya.

Tapi ia tidak boleh menangis di hadapan ibunya, karena takut sang ibu akan khawatir, jadi ia hanya menangis secara diam-diam saat sepi di malam hari.

Meskipun dokter memvonis ibunya tidak bisa disembuhkan lagi, tapi Bi Xia tidak menyerah, saat pulang ke rumah, ia langsung mencari berbagai informasi, dengan harapan bisa menyembuhkan ibunya.

Tiba-tiba dia melihat sebuah artikel, yang menyebutkan bahwa dengan merendamkan roti ke dalam darah manusia, kemudian dipanggang, sangat manjur mengobati penyakit paru-paru.

Bi Xia tampak gembira, kemudian mengambil pisau dan 3 buah roti kukus, lalu bergegas ke gunung, karena ia takut ketahuan ibunya yang pasti akan mencegah dengan hal yang dilakukannya.

Sesampainya di gunung, Bi Xia masuk ke sebuah gua dan duduk di atas tanah, kemudian mengambil pisaunya dan tanpa ragu sedikit pun langsung mengiris pergelangan tangannya.

Darah segar pun mengalir dengan deras, tapi anehnya ia tidak merasakan sakit sedikit pun, kemudian ia membasahi roti kukusnya dengan darah dari pergelangan tangannya yang terus mengucur.

Bi Xia tampak tersenyum gembira, ini adalah senyum yang terpancar dari sanubarinya, akhirnya bisa menyelamatkan ibu! Tapi tak lama kemudian, Bi Xia merasa sangat mengantuk, sekujur badannya lemas dan ingin tidur.

Dia berusaha melawan kantuknya, dan mengatakan pada dirnya sendiri tidak boleh tidur, karena ibunya sedang menunggunya di rumah!

Dia membayangkan suasana ibunya yang sembuh dari sakitnya, memikirkan masa-masa hangat bersama ibunya, dia mencubit dirinya jangan sampai tertidur, tapi akhirnya “tertidur” juga !

Entah berapa lama dia terlelap dalam tidurnya, tak lama kemudian sayup-sayup dia mendengar bisikan yang membangunkannya.

Ia berusaha membuka matanya, dan terlihat seekor serigala di hadapannya, serigala berbulu putih, dengan sinar mata warna hijau cemerlang, membuatnya bergidik melihatnya!

Sejak kecil, dia mendengar cerita dari orang tua yang mengatakan tentang serigala yang memakan manusia di gunung itu, dan dia tak menyangka bertemu dengan serigala, sontak saja dia pun ketakutan ketika membayangkannya.

Bi Xia berusaha berdiri, tapi badannya benar-benar lemas, dibawa sadarnya dia melihat sejenak pergelangan tangan kanannya, dan ia melihat darahnya telah berhenti mengalir, tapi tiga roti darahnya telah hilang!

Dia mendongak kepalanya melihat serigala putih itu, dan ia melihat ada bekas darah di sudut moncongnya, Bi Xia pun panik seketika, mengapa serigala putih itu memakan rotinya, itu adalah roti untuk menyelamatkan nyawa ibunya!

Dia ingin marah dan mengumpatnya, tapi badannya lemas, dan juga sulit untuk bicara!

Sementara itu, dengan perlahan serigala putih berjalan ke samping Bi Xia, lalu menjilat bekas luka di pergelangan tangannya, dan tak disangka bekas lukanya sembuh secara ajaib!

Bi Xia mengira serigala putih akan mencabut nyawanya, dan ia pun memejamkan matanya saking takutnya, namun, tiba-tiba dia merasa tenaganya telah pulih, lalu langsung berdiri dan menendang serigala itu !

Tapi, anehnya serigala putih tidak menghindar, ia memuntahkan darah segar, membasahi tanah, dan perlahan-lahan darah segar yang mengenangi tanah berubah menjadi sebutir obat ajaib berwarna merah cerah, memancarkan warna merah mengkilap!

“Bawalah obat ini dan minumkan pada ibumnu, penyakitnya akan sembuh!” Serigala putih itu berdiri, lalu berjalan keluar dari gua !

Bi Xia terpaku di tempat, setelah serigala putih pergi, dia segera mengambil pil obat itu dan berlari keluar dari gua, tapi secara tidak sengaja ia melihat dua ekor bangkai musang, dan terlihat bekas roti di sudut moncongnya!

Ternyata serigala putih itu justru telah menyelamatkannya! Bi Xia sangat menyesali sikapnya tadi terhadap si serigala, tapi ia tidak begitu peduli lagi, kemudian berlari seperti orang gila ingin segera sampai di rumah.

Keajaiban pun muncul, muka ibunya perlahan-lahan merona merah setelah makan obat itu, tak lama kemudian ia pun sudah bisa bangun dari tempat tidur, ibu dan anak kemudian berpelukan sambil menangis haru …….

Belakangan Bi Xia mendengar cerita dari tetua kampung, ternyata gunung itu adalah “Gunung Serigala Putih”, menurut legenda, gunung itu dihuni seekor serigala putih ribuan tahun, ia yang menjaga gunung dan penduduk desa sekitar!

Serigala putih itu tersentuh oleh bakti Bi Xia yang tulus, sehingga menampakkan diri menyelamatkan ibu dan anak itu!

Belakangan, setiap kali ke gua gunung serigala putih, Bi Xia selalu tak lupa membungkukkan badan dan menundukkan kepala tiga kali ke arah perginya serigala!(jhn/yant)

Sumber: happytify.cc

The post Demi Menyelamatkan Ibunya, Dia Membuat Roti Menggunakan Darahnya sendiri, Tapi Tak Disangka Disambar Serigala appeared first on Erabaru.

sumber

You may be interested

Mengenal Djonie Liem, Veteran Indonesia yang Bisa Menembakkan Jarum dari Mulutnya
Buzz
5 views
Buzz
5 views

Mengenal Djonie Liem, Veteran Indonesia yang Bisa Menembakkan Jarum dari Mulutnya

Lahiya - November 21, 2017

Bukan rahasia kalau para tentara kita memang dibekali skill khusus yang bikin negara asing ngeri. Mulai dari makan daging ular…

Memperihatinkan! Begini Nasib Tragis Artis Senior Laila Sari Sebelum Meninggal Dunia
Buzz
5 views
Buzz
5 views

Memperihatinkan! Begini Nasib Tragis Artis Senior Laila Sari Sebelum Meninggal Dunia

Lahiya - November 21, 2017

Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan tanah air. Lagi-lagi, seorang aktris senior telah berpulang. Ialah Laila Sari, sosok nenek ‘roker’…

Inilah 4 Fakta Pandan Langkah yang Jadi Pertanda Berlian Berharga Bikin Kaya
Buzz
4 views
Buzz
4 views

Inilah 4 Fakta Pandan Langkah yang Jadi Pertanda Berlian Berharga Bikin Kaya

Lahiya - November 21, 2017

Kita mungkin pernah dengar tentang binatang dan tanaman pembawa keberuntungan. Misalnya siulan burung perkutut hingga tanaman hias Sri Rejeki yang…

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan