Demi Sekolah di Cambridge Model Cantik Italia Rela Jual Keperawanan Rp 16,2 M

Posted on

Lahiya – Juru Bicara KPK Febri Diansyah tak mempermasalahkan tentang sangkalan serta bantahan dari tersangka kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP terhadap Setya Novanto.

‎”Kami akan buka semuanya, termasuk bukti yang dimiliki oleh KPK karena kami punya bukti yang kuat bahkan bukti visual,” kata Febri, Kamis (18/1/2018) seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Menurut penjelasan Febri tentang bukti visual yang dimaksud yaitu sehubungan dengan peristiwa yang terjadi sebelum insiden kecelakaan menabarak tiang listrik itu.

“Jadi kami sudah tahu siapa yang datang ke RS sebelum kecelakaan itu. Kami juga tahu siapa yang menghubungi dokter untuk kemudian melakukan proses pemesanan awal dan kegiatan lain dengan tujuan dugaannya adalah menghalang-halangi penangana kasus e-KTP agar SN tidak jadi diperiksa pada saat itu,” ujar Febri.

Baca juga: Apa yang Terjadi Terhadap APBN jika Semua Honorer Diangkat Menjadi PNS?

Lebih lanjut Febri mengatakan bahwa tidak masalah kalau bukti-bukti tersebut disangkal oleh para tersangka. Lantaran tersangka menyangkal bukti yang dimiliki oleh penyidik tidak hanya dalam kasus ini saja.

Febri pun menambahkan soal sangkalan itu tak lantas membuat penyidik khawatir sebab penyidik sangat yakin atas bukti yang sudah dikantongi untuk dapat menetapkan dua tersangka.

KPK, dalam kasus ini, menetapkan dua tersangka yaitu Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh. Diduga mereka memanipulasi data medis Setya Novanto supaya bisa dirawat demi menghindar dari pemeriksaan KPK.

Di samping itu Fredrich diduga telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau dengan memesan satu lantai ruang VIP sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik pada 16 November 2017 lalu.

Baca juga: Baru! Ternyata Whatsapp Punya Fitur Terkini yang Masih Jarang Diketahui

Kedua tersangka itu disangkakan telah melanggar Pasal 21 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Fredrich telah diamankan dan ia ditahan di Rutan KPK, Gedung Merah Putih sejak hari Sabtu (13/1/2018). Sedangkan, Bimanesh ditahan di Rutan Guntur sejak hari Jumat (12/1/2018).

Selain itu, dalam perkara menghalangi penyidikan ini ada tiga saksi yang telah dicegah pergi ke luar negeri selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 8 Desember 2017. Mereka bertiga adalah Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan