Dicopot dari KSP, Mensesneg Sebut Jokowi Akan Beri Jabatan Khusus untuk Teten Masduki

Posted on

Lahiya – Presiden Joko Widodo mencopot Teten Masduki dari jabatannya sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Posisi Teten tersebut digantikan oleh Jenderal Purnawirawan Moeldoko. Atas hal ini, Teten mengaku mendapat tugas khusus dari Jokowi.

“Saya nggak ke mana-mana, tapi Pak Presiden minta lebih dekat karena ada tugas khusus,” kata Teten di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2018), dikutip dari situs detik.com.

Ditanya apakah dirinya akan mendapatkan posisi sebagai duta besar. Teten hanya menjawab singkat. “Dubes Istana,” katanya sambil tertawa.

Selain itu, Teten juga enggan menjawab pertanyaan awak media yang bertanya apakah dirinya akan menjadi staf khusus di bidang tertentu. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno la justru yang memberi komentar.

“Intinya, Pak Presiden berikan jabatan khusus (kepada Teten),” kata Pratikno.

Teten sendiri mengaku bahwa dirinya akan tetap bekerjasama dengan Moeldoko meski tak lagi menjabat sebagai KSP.

Baca Juga: Menggiurkan! Gaji dan Tunjangan Pilot Mencapai Ratusan Juta Per Bulan

“Ya KSP ini back office-nya Presiden. Untuk memberikan dukungan kebijakan, bahkan lebih dari itu. Saya sekarang dalam tanda petik diberi tugas khusus. Tentu nanti dengan KSP kita harus sinergi,” kata Teten.

“Jadi saya kira dengan kehadiran Pak Moeldoko, tim kita menjadi lebih kuat,” imbuhnya.

Sementara itu, masih dilansir dari detik.com, seusai sertijab di Gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Moeldoko mengaku bahwa posisi yang diamanatkan padanya ini adalah sebuah kehormatan. Kendati demikian, Moeldoko yang seorang purnawirawan enggan menilai apa maksud Jokowi menambah purawirawan di kabinetnya.

“Saya tidak bisa menilai Presiden. Intinya siapapun yang diberi kepercayaan oleh presiden, sebuah kehormatan yang harus dijalankan,” ucap Moeldoko.

Moeldoko lantas menuturkan bahwa dirinya baru tahu akan dilantik jadi Kepala Staf Presiden dini hari tadi. Meskipun begitu, ia merasa tak ada maslah dengan hal itu.

“Bagi kita waktu masih berdinas, tugas adalah kehormatan, kehormatan adalah segala-galanya,” tandas Moeldoko.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan