Didatangkan Jauh-Jauh, 5 Pemain Naturalisasi Ini Malah Melempem Saat di Indonesia

Posted on

Tidak bisa dipungkiri adanya pemain naturalisasi kadang cukup membantu timnas Indonesia. Ya, pasalnya adanya perbedaan iklim di luar negeri kadang membentuk fisik mereka yang lebih tahan banting. Selain itu, kebanyakan pemain naturalisasi juga sudah merasakah manis pahitnya sepak bola Eropa. Jadi wajar kalau sangat diharapkan.

Namun siapa sangka tidak selamanya para pemain naturalisasi itu kadang sesuai ekspektasi. Alih-alih membuat Indonesia juara, malah karir mereka jadi melempem saat menginjakkan bumi pertiwi. Bahkan tak jarang yang berakhir dengan tragis. Lalu siapa sajakah para pemain itu? Simak ulasan berikut.

Naturalisasi Belanda yang sempat terlibat kasus ganja

Nama Jhonny van Beukering dulu sempat menjadi buah bibir di masyarakat lantaran peformanya. Bagaimana tidak, padanya pria yang satu ini ternyata sempat masuk dalam beberapa club bergengsi di Belanda seperti Feyenoord, Vitesse, dan Go Ahead Eagles. Namun siapa sangka setelah dinaturalisasi Indonesia, karirnya jadi melempem. Selain karena skor dari federasi sepak bola terhadapnya lantaran aksi kericuhan di lapangan, van Beukering juga diduga terlibat beberapa tindak kriminal.

Salah satunya adalah dugaan penanaman 600 pohon ganja di rumahnya. Selain itu saat membela timnas pemain yang satu ini lebih sering duduk di bangku cadangan ketimbang pemain inti lantaran memang bentuk tubuhnya yang mulai gemuk dan tidak nampak seperti seorang atlet. Selepas membela AFF 2012, Baukering kembali ke negaranya lantaran tidak ada club yang mau menerima.

Sering keluyuran dan banyak menuntut bayaran membuat pemain ini sempat menganggur

Saat ajang piala AFF 2012 nama Tonnie Harry Cusell Lilipaly digadang menjadi salah satu pemain bintang yang bakal menaklukan negara sebelah. Namun siapa sangka dugaan itu salah, alias performa pemain ini cenderung biasa saja.

Sering keluyuran [image source]

Bahkan menurut mantan pelatih Barito FC, pemain yang satu ini dikenal sangat suka keluyuran malam dan meminta fasilitas bak pemain Eropa. Padahal kualitasnya di lapangan hijau sendiri biasa bahkan tidak mampu dijagokan.

Ruben Wuarbanaran ketika ekspektasi tidak sesuai kenyataan

Siapa sangka nama Ruben Wuarbanaran dulu sempat digadang menjadi pemain bertalenta di Indonesia lantaran performanya di akademi Belanda yang luar biasa. Namun siapa sangka setelah jauh-jauh di naturalisasi ke Indonesia kualitas pemain ini hanya rata-rata air atau biasa saja.

Tidak sesuai ekspetasi [image source]

Sempat terombang-ambing lantaran tidak ada klub yang menerima, Ruben akhirnya hijrah ke klub Jerman di kasta liga paling bawah di sana. Mirisnya lagi di sana Ruben pun jarang terjun ke lapangan hijau melainkan hanya menjadi pemain pengganti saja. Sangat disayangkan karena tidak sesuai ekspetasi.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan