Dinilai Langgar Undang-Undang, Sandiaga Justru Sebut Kebijakan di Tanah Abang Bantu Jokowi

Posted on

Lahiya – Sebagai upaya penataan Tanah Abang, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan menutup Jalan Jatibaru di Tanah Abang. Keputusan itu diambil untuk memfasilitasi pedagang kaki lima (PKL).

Seperti diwartakan tempo.co, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menilai konsep penataan Tanah Abang yang menempatkan pedagang kaki lima di jalan raya tersebut menyalahi Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Ngawur itu kebijakan. Kalau mau jualan ya di pasar. Jualan kok di jalanan,” kata Agus, Sabtu 23 Desember 2017.

Dalam undang-undang tersebut, Pasal 28 ayat 1 menyebut, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/ atau gangguan fungsi jalan. Ayat 2 mengatakan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Menerima banyak kritik, Sandiaga menegaskan bahwa kebijakan pempov di Tanah Abang tersebut merupakan langkah untuk membantu tugas Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Tutup Jalan Tanah Abang, Anies Mengaku Berpihak pada Mereka yang Ingin Dapat Kesempatan Hidup

“Ini Tanah Abang adalah bagian kami membantu Pak Jokowi dan pemerintah pusat untuk menyempitkan jurang ketimpangan,” terang Sandiaga di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/12/2017), dikutip dari tempo.co.

Menurut Sandiaga, Jokowi kerap berpesan bahwa ketimpangan nyata ada di DKI Jakarta. Ketimpangan antara si miskin dan si kaya, imbuhnya, timbul karena ekonomi di akar rumput tidak bergerak.

“Yang kaya semakin kaya. Yang miskin semakin miskin,” katanya.

Sandiaga menjelaskan, ketimpangan merupakan embrio permasalahan sosial. Menurutnya, dengan penataan kali ini justru memastikan lapangan pekerjaan untuk kaum marjinal tidak terganggu.

Oleh sebab itu, Sandiaga mengaku bakal memastikan untuk terus memantau dampak dari penataan kawasan Tanah Abang secara komprehensif, meski banyak yang mengritiknya.

“Jadi, teman-teman sabar. Seperti yang selalu saya bilang bahwa it’s too early, terlalu dini untuk menilai kebijakan itu. Kebijakan ini semua berbasis data,” ujar Sandiaga.

Pantauan tempo.co di lapangan, hanya dua lajur yang digunakan untuk ratusan PKL menggelar lapaknya. Selama ini PKL itu tidak teratur dan memadati trotoar serta pintu masuk stasiun.

Kini, dengan PKL yang ditempatkan di ruas jalan, trotoar yang sudah lebar di jalan Jatibaru itu menjadi nyaman untuk digunakan pejalan kaki lantaran tak ada PKL.

Sementara itu, dua lajur jalan sisanya digunakan untuk bus Transjakarta Tanah Abang Explorer yang disediakan gratis untuk mengangkut penumpang kereta komuter ke Pasar Tanah Abang Blok G, Blok B, Blok A, Tanah Abang AURI, Blok E, dan fly over Jati Baru.

Baca Juga: Penataan Tanah Abang, Sandiaga Ditawari Investor Asing

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan