Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan, Dahnil Anzar: Pesimis dengan Polisi

Posted on

Lahiya – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan rasa pesimisnya terhadap kepolisian ketika menjalani pemeriksaan oleh sembilan penyidik di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dahnil sendiri diperiksa hampir 8,5 jam, terhitung sejak dia datang ke Polda Metro Jaya pada Senin (23/01/2018) pukul 14:00 WIB dan baru keluar sekitar pukul 22:36 WIB.

Ia mengatakan kepada polisi jika dirinya merasa pesimis jika pihak kepolisian yang belum juga merampungkan kasus penyiraman terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. “Pesimis dengan polisi mau menuntaskan kasus ini,” tutur Dahnil, dikutip dari jawapos.com.

Dahnil saat pemeriksaan dicecar dengan 24 pertanyaan, namun dari banyaknya pertanyaan tersebut ia mengaku jika penyidik tidak menanyakan tentang mata elang, yang sempat disinggung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Misalnya pemeriksaan saya ini terkait dengan yang ada di media, Pak Argo menyebut karena mata elang. ternyata gak ada satupun pertanyaan terkait itu,” jelas pendiri Madrasah Antikorupsi tersebut.

Baca Juga: Nyeleneh! Ditawari bantuan Paranormal untuk Cari Penyerang Novel Baswedan, Begini Pernyataan Polisi

Dahnil juga memperingatkan agar pihak kepolisian tidak alergi terhadap kritik dari siapapun. Ia juga menegaskan jika dirinya tak akan segan-segan untuk terus melontarkan kritikan jika kasus yang menimpa Novel Baswedan ini masih belum juga usai.

“Saya akan terus mengkritik proses penyelesaian kasus ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Dahnil menyarankan agar pihak kepolisian mendorong kinerja tim gabungan pencari fakta. Pasalnya, menurut Dahnil tim gabungan tersebut memberikan harapan agar kasus yang tak kunjung rampung setelah 9 bulan itu segera tuntas.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan