Dituding Telah Pesan Kamar RS Sebelum Setnov Kecelakaan, Fredrich Yunadi: Bohong Semua Itu

Posted on

Lahiya – Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dengan tegas membantah pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebutkan dirinya telah memesan satu lantai kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau, sebelum kliennya kecelakaan.

“Itu bohong. Buktikan semua itu, semua nipu. Bohong semua itu,” ujar Fredrich di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018), dikutip dari liputan6.com.

Ia juga mengatakan jika kecelakaan yang menimpa Setya Novanto bukanlah rekayasa. “Ya itu memang asli,” kata Fredrich, dikutip dari kompas.com.

Bahkan Fredrich menantang KPK untuk memeriksa Kapolri, pasalnya pihak kepolisian menyatakan jika insiden yang dialami oleh Setya NOvanto itu murni kecelakaan.

Baca Juga: Fredrich Yunadi Merasa Difitnah Atas Proses Penangkapan Dirinya

“Sekarang KPK menyangsikan. Kenapa dia tidak meriksa Kapolri, kalau mengatakan itu. Periksa polisi dong,” ujar Fredrich.

Fredrich juga geram lantaran dirinya dikesankan melarikan diri saat ditangkap. Ia membantah jika KPK mencarinya disejumlah lokasi sebelum kemudian ketemu di rumah sakit.

“Saya di rumah sakit, kebetulan saya dicheck-up kemudian datang dijemput. Hanya itu saja, jadi tidak ada dicari seharian, itu semua bohong,” ujar Fredrich.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan adanya dugaan Fredrich bersekongkol dengan pihak rumah sakit dalam upaya menghalangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

“Yang pasti sebelum kecelakaan itu terjadi, direncanakan booking kamar 1 lantai di rumah sakit tersebut untuk digunakan sekitar pukul 21.00 malam itu,” kata Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/1/2018), dikutip dari kompas.com.

Febri lantas mengatakan jika rencana itu tidak semua berhasil, hanya beberapa kamar saja yang bisa dipesan. “Rencana booking kamar sampai dengan satu lantai untuk VIP meskipun tidak semuanya bisa didapatkan. Ada sekitar tiga yang bisa didapatkan pada akhirnya dan sudah ada koordinasi sebelumnya,” ujar Febri

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan