DPR : Kalau Ada Seribu Orang Minta Jokowi diturunkan, Boleh Datang kemari. Kenapa Dilarang?”

Posted on

Anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi’i, masih heran dengan adanya proses hukum kasus makar yang dituduhkan kepada Rachmawati Soekarnoputri Cs. Dia menilai Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan, seperti paranoid dengan penyampaian ekspresi dari masyarakat.

“Rapat-rapat dibilang makar, itu paranoid. Kalau besok ada seribu orang datang ke mari, minta Jokowi diturunkan, boleh datang kemari. Kenapa dilarang?” kata Syafi’i ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 16 Januari 2017.

Syafi’i bahkan menyinggung kapasitas dan kelayakan Iriawan memimpin Polda Metro Jaya. Menurutnya, yang bersangkutan tidak memenuhi syarat.

“Kapolda Metro Jaya ini juga nggak pantes jadi Kapolda, ini kan preman juga. Kapolda itu nggak paham undang-undang,” ujar dia.

Jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak menindak tegas Kapolda Iriawan, maka Syafi’i setuju dengan pembentukan Pansus. Hal itu untuk membuktikan apakah proses makar ini tepat atau tidak.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan