Dua Bulan di Banjarbaru, Tante Mer Layani 30 Lelaki, Tarifnya Hanya Segini. Bikin Shock!

Posted on

Lahiya – Usianya memang sudah tidak muda lagi, 35 tahun, namun ternyata wanita asal Tanjung ini menjalani profesi yang bisa dibilang tidak biasa. Kabarnya, ia sudah melayani sebanyak 30 laki-laki hanya dalam waktu dua bulan terakhir. Sebut saja namanya Tante Mer.

Selama ini, ia sangat piawai dalam menghindari pantauan petugas patroli, aksinya selama ini hampir tak pernah terciduk lantaran kegesitannya. Ia kucing-kucingan dengan para petugas di eks lokalisai Pembatuan Jalan Kenanga. Meskipun sudah resmi ditutup dan mayoritas Wanita Tuna Susila (WTS) pulang kampung, masih ada beberapa yang bertahan.

Salah satunya adalah Tante Mer, ia memilih untuk sembunyi-sembunyi menjalankan profesinya. Tarif per kencan bikin geleng-geleng kepala, hanya Rp 100 ribu saja.

Baca juga: Tega Tebas Kepala Ibu Kandungnya Lantaran Hal Sepele, Begini Tangis Penyesalan Pelaku di Tahanan

“Dua bulan di Banjarbaru, sudah layani 30 tamu, ” ucap dia mengaku kepada petugas Satpol PP Banjarbaru, seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com

Saat akan diciduk oleh petugas, Tante Mer sempat melarikan diri namun aksinya gagal. Ketika penangkapan berlangsung, sangat dramatis. Bak seorang ratu, sejumlah preman datang untuk melindungi Tante Mer. Ia bahkan sebelumnya sempat mengunci pintu rumah saat melihat kedatangan petugas. Petugas dengan gesit mendobrak pintu.

Dalam operasi tersebut, petugas banyak menyita kondom, kosmetik yang dijadikan sebagai alat bukti.

Kabar terciduknya Tante Mer ini begitu cepat menyebar di media sosial. Banyak diskusi mengenai tertangkapnya Tanter Mer. Berikut ini beberapa komentar itu.

Baca juga: Viral Video “Perlintasan Kereta Api Paling Aneh di Dunia,” Warganet: Terlalu Lucu untuk Tidak Tertawa

Muhammad Pazri Presdir Borneo Law Firm (BLF), sosok muda dan pengamat hukum menyebutkan perda sudah pas, intinya perlu dilakukan pembinaan, pengawasn, yang berkelanjutan dari pemerintah.

Laifvan Shuffy Irwani, Ketua Serikat Anak Nasional memberikan apresiasi ditutupnya lokalisasi namun masalahnya setelah penutupan seharusnya ada tindak lanjut agar eks WTS bisa bekerja mendapatkan pekerjaan yang halal. Dan ini salah satu tugas Pemrov Kalsel.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan