Edan! Menang di Pengadilan, Kucing Cemberut Ini Dapat Puluhan Miliar

Posted on

Lahiya – Kucing asal California, Amerika Serikat (AS) ini terkenal karena wajah cemberutnya yang permanen. Dia baru saja mendapatkan kompensasi sebesar 701.000 dolar AS atau sekitar Rp 9,3 miliar atas perintah pengadilan.

Kucing kecil ini memenangkan gugatan terkait kasus hak cipta foto cemberutnya yang dimanfaatkan perusahaan kopi AS bernama Grenade.

Diketahui, kucing yang memiliki nama Tardar Sauce ini telah menjadi artis di media sosial selama lima tahun terakhir. Awalnya, karena wajah cemberutnya diunggah oleh sang pemilik ke situs Reddit.

Setelah terkenal, foto-foto dari kucing ini dijual secara legal oleh Grumpy Cat Limited yang didirikan oleh pemilik Tardar, Tabatha Budesen. Grumpy Cat juga menjadi merek dagang legal kucing tersebut.

Baca juga: Mengejutkan! 10 Fakta Dibalik Pelecehan Terhadap Pasien di RS National Hospital Surabaya

Namun, Grumpy Cat Limited mengajukan gugatan terhadap Grenade karena dianggap menggunakan foto Tardar untuk sejumlah produknya di luar kesepakatan pada 2015 lalu.

Dilansir okezone.com, awalnya Grumpy Cat Limited dan Grenade membuat kesepakatan bahwa gambar Tardar hanya akan digunakan untuk label minuman es “Grumppuccino”. Kesepakatan ini bernilai 150.000 dolar AS.

Namun, Grenade malah menggunakan gambar Tardar untuk sejumlah produk lain. Bahkan, foto Tardar juga muncul di gudang kopi Grenade dan kaos oblong. Padahal, keduanya tidak termasuk pada kesepakatan awal.

Di persidangan, sebenarnya pihak Grenade menyatakan bahwa Grumpy tak mampu memenuhi kesepakatan awal dan gagal mempromosikan merek kopi tersebut sesuai ketentuan dalam kontrak.

Namun, hakim tak menyepakati argumen tersebut dan memenangkan pihak Tardar. Dia berhak mendapatkan kompensasi 701.000 dolar AS dari Grenade.

Baca juga: Soal LGBT, Ade Armando Lemparkan Kritik Pedas Buat Mahfud MD

“Saya pikir, pertama-tama, bahwa itu adalah sebuah keputusan yang adil. Hakim mengikuti hukum dan fakta serta mencapai sebuah keputusan yang dibenarkan berdasarkan hukum dan fakta,” kata pengacara pihak kucing Tardar, David Jonelis dari Lavely & Singer, setelah putusan pengadilan keluar.

Menurut Jonelis, sidang tersebut merupakan pertempuran yang berat. Namun, ia merasa senang kliennya akhirnya menang.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan