Ekonomi China Terseok-Seok, Rupiah Pun Anjlok | @Strategi_Bisnis

Posted on

Apa artinya penundaan itu? Pasar akan galau. Dan kegaualaun hati pasar, akan membuat rupiah kian gamang menatap masa depan. Jiahh.

Penurunan ekonomi Tiongkok ini sebagian memang disengaja oleh pemerintahnya. Presiden Xi Jinping menyebutnya sebagai “the new normal”.

New Normal artinya Tiongkok ingin tumbuh pelan tapi pasti, alon alon waton kelakon. Tidak lagi gas pol seperti 20 tahun terakhir. Woles le, woles.

Prinsip alon-alon waton kelakon, alias woles ini yang sekarang dipegang rezim Xi Jinping. Meraka ingin tumbuh pelan tapi pasti. Ora usah grusa grusu.

Tapi prinsip Woles a la Xi Jinping itu tetap membuat ekonomi dunia terkejut. Butuh waktu untuk adaptasi. “New Normal” butuh proses.

Apa yang kita saksikan minggu ini, termasuk global black monday kemarin; adalah proses adaptasi menuju “Tiongkok Woles Ideology”.

Proses adaptasi menuju strategi Tiongkok Woles itu memang pahit dan memakan korban. Rupiah jadi korban yang terkulai layu dalam kepedihan.

Sampai kapan rupiah akan terkoyak dalam badai kegamangan? Sejumlah analis menyebut, sampai 3 thn ke depan. Tergantung dua aspek.

Yang pertama tentu saja aspek internal: penyerapan anggaran infrastruktur harus cepat dan lugas, kerja tuntas tanpa banyak  kegaduhan.

Aspek kedua, tergantung kepiawaian teknokrat Tiongkok mengawal transisi dari “super growth strategy” ke “Tiongkok woles stratgy”.

Woles itu selow ya le, selow wae, slow down. Keep calm and woles.

Kalau Tiongkok berhasil soft landing, mengubah ekonominya tumbuh pelan tapi pasti (new normal), ekonomi dunia akan aman. Rupiah bisa ke 12ribu
.
Apa bisa ke 10 ribu? Atau 8000? Bisa saja, asal sampeyan kerja keras, ikhtiar dan berdoa (doa nasional). Work hard. Pray hard.

Namun kalau teknokrat Tiongkok gagal mengawal soft landing, ekonomi dunia bisa kolaps. Dan rupiah bisa tembus 15 ribu. Woles le, woles.

Namun kita optimis dengan kepiawaian teknokrat Tiongkok dalam meracik kebijakan ekonomi. Tim ekonomi Tiongkok lebih hebat daripada tim ekonomi Jepang.

Omong-omong sampeyan opo nduwe duit dollar le? Dollar cap dakocan?

Kultwit business + strategy @Strategi_Bisnis 25/08/2015