Etika Penentuan Harga bay Taqsith | @ahmadifham

TANYA
Assalamualaikum.. Mau nanya dong. Skema jual beli kredit yang syariah kyak gimana ya? Kan biasanya kalo jual beli kredit, keuntungan totalnya jauh lebih besar daripada jual beli tunai. Semakin lama kreditnya, semakin tinggi total kreditnya. Apa itu diperbolehkan?
JAWAB
Waalaykum salam wr wb. Sholih(in+at) yang disayang Allah..
Mari kita cermati Logika Fikih Jual Beli. Terkait dengan harga, maka transaksi terlarangnya adalah adanya minimal 2 harga dalam 1 akad (untuk menghindari gharar), dan juga dilarang membuat harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar (untuk menghindari tadlis alias penipuan), dan juga dilarang monopoli dan/atau menimbun barang untuk mengeruk keuntungan.
Apakah transaksi bay’ taqsith di Bank Syariah merupakan transaksi terlarang?
1. Bay’ taqsith atau jual beli dengan cara bayar angsuran berkala seperti skema KPR Syariah yang menggunakan akad Jual Beli Tegaskan Marjin, merupakan skema yang tidak terlarang.
2. Ketika kita disodori brosur dengan berbagai alternatif harga ya itu sah dan boleh saja karena Jual Beli belum terjadi. Ketika jual beli belum terjadi, mau ada ratusan kombinasi harga ya boleh boleh saja. Namun ketika sudah deal harga kemudian ada akad Jual Beli, maka MUTLAK HANYA BOLEH ADA SATU HARGA. Tidak bolrh lagi ada kemungkinan harga lain. Inilah yang menyebabkan JANJI DISKON itu HARAM karena MEMASTIKAN ADA ALTERNATIF HARGA selain harga yang sudah disepakati di awal.
3. Skema harga di KPR Syariah tidak menentukan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar. Harga pasar jual beli secara cash misalnya 200jt tapi kan Bank Suariah gak jualan cash. Nah harga pasar jual beli secara angsuran tersebut misalnya di Bank Syariah lain adalah 410jt kemudian di Bank Syariah tersebut menjual dengan harga 420jt pun masih wajar. Di kisaran yang setara. Ya kalau dimahalin trus gak laku kan rugi sendiri ya. Begitu juga dengan alternatif harga yang 5 tahun dan 10 tahun misalnya. Bandingin aja dari Bank Syariah yang satu dengan yang lainnya. Kayak jual beli biasa aja. Silahkan liat toko sebelah. Klo dengan jangka waktu yang sama, barang yang sama kok selisih harga sampai 50jt ya selain dilarang kan rugi sendiri karena gak laku kan.
Nah jadi pelarangan menentukan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan HARGA PASAR adalah untuk kepentingan penjual biar gak rugi.
Gampangnya bisa kita bilang bahwa harga pasar untuk bayar secara angsuran ya 410jt. Ikuti aja harga pasar jika mau laku. Gitu kan yak.
Kalaulah ingin menentukan harga 50jt lebih tinggi namun memberikan layanan yang sangat beda, proses cepat, nah ini beda lagi. Tolok ukurnya udah beda. Ada nilai lebih yang diberikan sehingga wajar nambah harga. Bahkan beda tempat pun boleh aja beda harga. Silahkan aja tolok ukurnya ditentukan aja. Pembeli cuma mikir: take it or leave it.

 

Demikian. | waLlaahu a’lamu bishshowaab
1