begadang

Fakta Begadang, Bahaya Penyakit ini Bisa Menghampirimu!

Posted on

Dampak dan Akibat Begadang

Sering begadang dan pola tidur yang tidak biasa harus mendapat perhatian lebih dari Anda. Hal itu karena begadang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh Anda. Tidur larut malam tapi ingin bangun pagi karena  banyaknya pekerjaan yang perlu diselesaikan. Padahal tubuh kita membutuhkan waktu istirahat yang normal selama 7-8 jam.

Tentu saja begadang atau memulai tidur saat larut malam dapat berakibat kurang baik kesehatan tubuh. Begadang tentu akhirnya menyebabkan kurangnya waktu tidur. Sebab tidak semua orang dapat memenuhi waktu tidurnya di siang hari.  Tentu dari kurang tdur inilah yang akan menambah daftar panjang penyakit yang dirasakan bagi mereka yang suka begadang.

Penyakit-penyakit ini harus diwaspadai untuk mereka yang senang begadang dan kekurangan waktu tidur.

Penurunan konsentrasi

begadang mengakibatkan konsentrasi menurun
Pola tidur yang baik jelas memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu ketelitian, konsentrasi, nalar dan penyelesaian masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur di malam berperan dalam “memperkuat” memori dalam pikiran. Jika Anda tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur, Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan lakukan selama sehari.

Masalah kesehatan yang serius

begadang buat stress
Gangguan tidur pada tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko serius seperti:
  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Diabetes

Bahkan menurut beberapa penelitian, 90 persen dari penderita insomnia — gangguan tidur yang ditandai sulitnya memejamkan mata sehingga tetap terjaga sepanjang malam – juga mendapatkan risiko kesehatan yang sama.

Penurunan gairah seks

begadang dan seks
Para ahli melaporkan bahwa kurang tidur pada pria dan perempuan dapat menghilangan libido juga keinginan dalam hubungan seksual. Hal ini karena energi terkuras habis, mengantuk, dan naiknya tensi. Bagi orang yang memiliki masalah pernapasan yang mengganggu selama tidur, juga menyebabkan gairah seksual lesu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical endokrinologi metabolisme pada 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita gangguan pernapasan saat tidur memiliki kadar testosteron rendah. Dan hampir setengah dari penderita memiliki kadar testosteron yang rendah di malam hari.

Penyebab depresi

begadang membawa penyakit
Pada studi 1997, para peneliti dari University of Pennsylvania melaporkan orang yang tidur kurang dari 8 jam per hari selama tujuh hari, dapat menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurangnya tidur dan gangguan tidur dapatmenyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur paling umum, yaitu, insomnia yangmemiliki hubungan yang kuat dengan depresi. Pada tahun 2007 studi melibatkan10.000 orang, mengungkapkan bahwa orang-orang dengan insomnia 5 kali lebih rentan terhadap depresi. Pada kenyataannya, insomnia sering menjadi salah satu bahkan gejala depresi yang pertama. Insomnia dan tidak nafsu makan karena depresi pun berhubungan. Kurang tidur memperburuk gejala-gejala depresi dan depresi membuat Anda sulit untuk tidur. Untuk menanggulanginya tentu, pola tidur baik dapat membantu mengobati depresi.

Mempengaruhi kesehatan kulit

begadang
Kebanyakan orang memiliki kulit pucat dan bengkak mata setelah malamnya kurang tidur. Hasilnya tentu ada semacam lingkaran di bawah mata atau disebut kantung mata.

KetikaAnda sudah tidak mendapatkan tidur cukup, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Jumlah berlebihan dari kortisol, dapat memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.