Fakta Mahalnya Biaya Listrik di Papua, Terangi Satu Rumah Ongkosnya Setara Beli Mobil di Jawa!

Posted on

Sejak dulu, urusan ketimpangan fasilitas di perkotaan dan daerah terpencil belum juga rampung diselesaikan. Berbagai faktor baik internal maupun eksternal yang jadi sandungan masih terasa sulit diatasi. Mulai dari medan alot hingga jauhnya jarak membuat para petugas  harus mengeluarkan usaha dan tenaga lebih. Hal ini jugalah yang membuat prosesnya menjadi lama.

Kita ambil satu contoh di Papua yang hingga hari ini belum semua wilayahnya bisa menikmati listrik. Ya, bisa kita lihat tentu akses menuju lokasi tersebut sangat susah. Belum lagi ketersediaan alat dan bahan untuk mendukung hal tersebut yang langka di Papua. Printilan-printilan kecil yang terlihat sepele itulah yang membuat dana membengkak. Nggak tanggung-tanggung, untuk menerangi sebuah rumah saja pemerintah harus menggelontorkan dana mencapai angka Rp 200 juta.

Sulitnya Realisasi Pemerintah Memeratakan Listrik

Suasana belajar tanpa listrik [image: source]

Saat kita menikmati beragam teknologi canggih, saudara-saudara kita di wilayah timur masih belum bisa mencicipi listrik. Hal inilah yang mendasari pemerintah melalui PT PLN untuk sesegera mungkin melakukan pemerataan. Khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat yang selama ini masih hidup dalam kegelapan. Namun kenyataannya, merealisasikan hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi berbagai tantangan seperti medan yang sulit, mahalnya biaya mobilitas, dan juga hal-hal lain yang di luar kendali.

Pengadaan Listrik di Wilayah Timur Memakan Rp 200 Juta untuk Sebuah Rumah

Proses pemasangan listrik di Nabire [image: source]

Meski menghadapi berbagai kesulitan, pemerintah ternyata telah merealisasikan pengadaan listrik untuk 191 desa. Fantastisnya, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 419 miliar. Itu artinya, untuk setiap rumah yang diterangi listrik perlu pembiayaan kurang lebih Rp 200 juta. Angka yang sangat jauh jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Pulau Jawa. Seperti Jakarta, untuk pembiayaan pengadaan listrik setiap rumah hanya mencapai Rp 2-3 juta saja.

Pemukiman yang Tak Padat Faktor Utama Melambungnya Biaya

Pemukiman yang tidak padat [image: source]

Ahmad Rofiq selaku Direktur Bisnis PLN Wilayah Maluku dan Papua menjelaskan bahwa besarnya biaya yang disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, medan terjal dan sulit yang harus dihadapi dalam memasang listrik. Kedua, faktor pembagi yang sedikit membuat biaya pemasangan mahal. Contoh di Nabire ada desa yang hanya memiliki 40 rumah, ada juga yang hanya sekitar 60 rumah. Jumlah ini sangat jauh dibandingkan satu desa di Jakarta yang penduduknya mencapai jumlah ribuan rumah.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan