Home Ensiklopedia Format & Cara Membuat Surat Pengunduran Diri

Format & Cara Membuat Surat Pengunduran Diri

SHARE

Cara Membuat Surat Pengunduran Diri


Saat Anda buat ketetapan untuk keluar dari pekerjaan serta pindah ke tempat baru, Anda mesti berikan pemberitahuan mengenai kemauan Anda mengundurkan diri sekurang-kurangnya dua minggu terlebih dulu. Lanjutkan membaca untuk tahu langkah menulis surat pengunduran diri yang sopan tetapi tegas untuk diserahkan pada atasan Anda

1. Tulis surat, bukan e-mail

Ketika menyerahkan pemberitahuan pengunduran diri, Anda harus menuliskannya dalam surat yang diketik dan dicetak daripada e-mail. Surat ini harus diserahkan pada atasan Anda secara langsung.

Walaupun menulis e-mail sepertinya lebih mudah dan lebih cepat, tetapi umumnya dianggap kurang profesional dan biasanya tidak disukai.

Jangan mengirimkan surat pemberitahuan Anda melalui pos atau sistem pengiriman di kantor Anda. Itu akan menyebabkan penundaan, dan ketika atasan Anda menerima surat tersebut, dua minggu yang Anda rencanakan mungkin sudah setengah jalan.

2. Ketik tanggal pada sudut kiri atas.

cara menulis surat resign

Sebagaimana aturan standar penulisan surat resmi, Anda harus mengetik tanggal dalam format tanggal-bulan-tahun di sudut kiri atas halaman. Bulan harus dieja dengan huruf, sementara tanggal dan tahun dalam format angka.

  • Contoh: 26 Juni 2013
  • Ingat bahwa biasanya Anda tidak perlu mencantumkan alamat pengembalian karena alamat Anda akan sama dengan alamat atasan Anda. Namun, Anda bisa menggunakan kertas kop perusahaan yang berisi alamat bila itu yang Anda pilih.

3. Pertimbangkan untuk mencantumkan alamat penerima.

menulis surat pengunduran diri

Bila Anda menggunakan kertas kop perusahaan, Anda mungkin memilih tidak mencantumkan alamat penerima, karena ini merupakan surat yang dikirim dari dalam perusahaan itu sendiri. Namun mencantumkan alamat adalah ide bagus, karena itu memungkinkan Anda menujukan surat itu khusus pada atasan.

  • Tuliskan jabatan dan nama lengkap atasan Anda pada kalimat pertama.
  • Tulis nama jalan pada baris berikutnya dan kota, provinsi, dan kode pos pada baris setelahnya.
  • Lompati satu baris di antara tanggal dan alamat penerima. Lompati satu baris lagi antara alamat penerima dan salam di bawahnya.  Alamat itu sendiri harus berspasi tunggal.

5. Sapa atasan Anda secara langsung dalam kalimat salam.

Surat Anda harus dibuka dengan “Yth. (nama atasan),” dan jangan pernah menggunakan salam yang samar atau umum seperti “Kepada yang Berkepentingan.”

loading...
  • Anda harus menyapa atasan dengan cara yang sama seperti biasanya, walaupun metode tersebut agak santai. Misalnya, bila Anda biasa menyapa atasan Anda dengan nama depan, tulis “Yth. Jennifer.” Bila hubungan Anda dengan atasan hanya sebatas profesional, gunakan “Yth. Ibu Jennifer Smith.”

6. Tulis batang tubuh surat Anda.

Lompati satu baris setelah salam sebelum Anda mulai menulis batang tubuh surat sesuai dengan panduan yang disediakan artikel ini.

  • Setiap paragraf dalam batang tubuh harus berspasi tunggal, tetapi harus ada baris kosong antara setiap paragraf yang terpisah. Dan juga tidak ada paragraf yang perlu menjorok ke dalam.
  • Buat surat dalam satu halaman maksimal.

7. Gunakan penutup yang hangat.

Dalam rangka menjaga nada yang ramah dan positif, Anda harus memberi penutup yang terlihat lebih hangat dan lebih tulus dari penutup biasa seperti “Salam,” “Terimakasih,” atau “Hormat saya.”

Beberapa contoh penutup antara lain:

  • Salam paling hangat dari saya
  • Besar harapan saya untuk kesuksesan Anda
  • Terimakasih banyak untuk segalanya sampai sekarang
  • Dengan terimakasih paling tulus dan harapan paling hangat.

8. Ketik nama Anda dan tanda tangani.

Ketik nama lengkap Anda empat baris di bawah penutup dan beri tanda tangan antara penutup dan nama.

SHARE

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan