SHARE
Gambar Via: id.aliexpress.com
Loading...

Penjelasan Frasa dan Klausa Lengkap – Dalam bahasa Indonesia kumpulan, kata yang bisa berdiri sendiri disebut juga dengan frasa dan klausa. Kedua bentuk kata ini mempunyai arti serta ciri masing-masing. Berikut ini yaitu penjelasan lengkap tentang frasa serta klausa.

Frasa

Gambar Via: tokopedia.com

Frasa yaitu kelompok kata yang terbagi dalam paduan dua kata atau lebih. Paduan kata ini tidak lebih dari sebatas fungsi kalimat karena tidak mempunyai fungsi sebagai subyek serta predikat dan beberapa fungsi kalimat yang lainnya.

Ciri-Ciri Frasa

  • Terbentuk dari dua kata atau lebih.
  • Tidak mempunyai unsur-unsur subyek serta predikat.
  • Makna asli tetap dipertahankan.

Contoh-Contoh Frasa:

  • Anak emas, nasi bakar, rumah tangga, anak rimba, pulang pergi, rumah mewah, jalan sempit, makan tidur, tolong menolong, angkat tangan, dan lain-lain.
  • Satuan bahasa di atas tidak memiliki hubungan subjek dan predikat, tetapi berdiri sendiri sebagai satu kesatuan makna.
  • Inti frasa terdiri dari unsur utama, yaitu unsur yang menjadi pokok atau diterangkan (D), dan unsur atributif, yaitu unsur yang berfungsi sebagai penjealas atau menerangkan (M) unsur inti.

Secara keseluruhan susunan unsur frasa adalah sebagai berikut:

D M = diterangkan – menerangkan

Contoh: Kepala botak
D         M

Loading...

Kepala sebagai unsur yang diterangkan dan botak sebagai unsur yang menerangkan.

Jenis-Jenis Frasa

Gambar Via: id.aliexpress.com

Berdasarkan bentuknya frasa dikelompokan menjadi frasa eksosentris dan frasa endosentris. Sedangkan berdasarkan kelas katanya, frasa diklasifikasikan menjadi frasa kata benda, frase kata sifat, frase kata keterangan, dan frase preposisi. Berikut ini adalah penjelasan lengkap jenis-jenis frasa.

Berdasarkan bentuknya:

Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang tidak memiliki unsur inti. Frase ini didahului dengan kata depan atau kata sambung.

Contoh: Di depan rumah, kepada mereka, untuk dirinya, akibat berbohong, dan lain-lain.

Frasa Endosentris

Frasa ini memiliki unsur inti baik salah satu unsurnya maupun kedua unsurnya. Frasa endosentris memiliki dua bentuk yaitu:

Frasa endosentris koordinatif

Frasa ini memiliki unsur-unsur yang sama atau setara. Diantara unsur-unsur tersebut dapat disisipkan dengan kata atau dan, dan. Contoh: Kakak adik, suami istri, kakek nenek, belajar atau bermain, biru atau merah, bukit dan gunung, dan lain-lain.

Frasa endosentris atributif

Frasa ini terdiri dari unsur-unsur yang tidak sama atau setara. Salah satu dari unsur tersebut ada yang menjadi unsur inti dan unsur atributif. Contoh: Rumah megah, gadis cantik, anak malas, burung liar, tikus kotor, orang gila, buaya putih, anak ingusan, teman baik, sahabat sejati, kapal karam, buah masak, dan lain-lain.

Berdasarkan kelas kata:

Frasa ini diklasifikasikan dengan menitik beratkan pada kelas kata yang menjadi unsur-unsur frasa tersebut.

Frasa kata kerja

Frasa ini dibentuk dengan kata kerja sebagai unsur inti (D).

Contoh: Sakit keras, lari kencang, Jalan sehat, duduk termenung, lompat jauh, dan lain-lain.

Frasa kata sifat

Frasa ini dibentuk dari gabungan kata sifat sebagai unsur inti (D).

Contoh: Senang sekali, sangat besar, tinggi sekali, pandai sekali, dan lain-lain.

Frasa kata benda

Frasa ini dibentuk dari gabungan kata benda yang berfungsi sebagai unsur inti (D).

Contoh: Gedung olahraga, rumah sakit, nasi goreng, ayah bijak, dan lain-lain.

Frasa kata keterangan

Frasa ini dibentuk dari kata keterangan sebagaai unsur inti (D)

Contoh: Minggu kemarin, besok lusa, tahun depan, besok sore, dan lain-lain.

Klausa

Gambar Via: asaljeplak.com

Sama dengan frasa, klausa yaitu kelompok kata, namun bedanya yaitu klausa mempunyai fungsi sintaksis lantaran memiliki kandungan unsur subyek serta predikat.

Ciri-Ciri Klausa

  • Tidak mempunyai intonasi akhir serta tidak ada tanda baca.
  • Walaupun mempunyai fungsi subyek serta predikat, klausa berbeda dengan kalimat lantaran tidak mempunyai tanda baca.

Contoh:

  • Budi pergi (Klausa)
  • Budi pergi! (Kalimat)
  • Ketika dia datang (Klausa)
  • Ketika dia datang. (Kalimat)

Jenis-Jenis Klausa

Gambar Via: konseprumahunik.com

Klausa dibagi menjadi dua jenis, yaitu klausa inti dan klausa bawahan. Berikut ini adalah macam – macam klausa dan contohnya:

Klausa Inti

Klausa ini adalah klausa yang dapat berdiri sendiri. Dalam kalimat mejemuk, klausa inti berkedudukan sebagai induk kalimat.

Contoh:

  • Budi pergi dari rumah, ketika dia berumur 2 tahun.
  • Ratih mendapatkan nilai yang baik karena rajin belajar.
  • Akibat dimarahi ibunya, Shinta menangis.

Klausa Bawahan

Klausa bawahan adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri karena belum lengkap. Dalam kalimat majemuk, klausa ini berfungsi sebagai perluasan subjek, objek, keterangan, atau pelengkap.

Contoh:

  • Dia mengira bahwa Budi tidak datang.
  • Gadis yang memakai baju biru itu berjalan dengan sangat anggu.

Dan itulah pembahasan kami mengenai Contoh Frasa dan Klausa, kami harap semoga Postingan kali ini mengenai Contoh Frasa dan Klausa di atas sedikitnya dapat membantu kalian yang sedang mencari contoh-contoh Frasa dan Klausa untuk lebih mengerti lagi pelajaran Bahasa Indonesia tentang Frasa dan Klausa. Dan, semoga kamu juga jadi semakin mencintai Bahasa Indonesia, ya. [ki]

Loading...
Loading...