Fredrich Yunadi Menyebut Dirinya Didukung 90.000 Advokat

Posted on

Lahiya – Fredrich Yunadi mantan pengacara Setya Novanto mengaku kalau dirinya mendapat dukungan dari puluhan ribu advokat. Ia menyampaikan hal itu usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Menurut pengakuan Fredrich, dirinya mendapatkan petisi sebanyak 50.000 advokat dari Peradi dan 40.000 anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) untuk mendukung dirinya terkait kasus yang sedang menjeratnya.

Diketahui, Fredrich ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan menghalangi serta merintangi penyidikan kasus e-KTP di mana tersangkanya adalah Setya Novanto.

Baca juga: Mengintip Sejarah Stand Up Comedy di Indonesia, Sudah Sejak 1950-an!

“Kalau saya dari Peradi yang mempunyai anggota 50.000, teman saya dari KAI 40.000, total udah 90.000 advokat,” kata Fredrich, Senin malam, dilansir dari Kompas.com. “Dukung anda semua itu?” tanya wartawan, menegaskan. “Oh iya mendukung,” jawab Fredrich.

Fredrich pun berkeras kalau advokat tak bisa dikriminalisasi. “Polisi, jaksa, hakim orang KPK, kan enggak dilindungi kekebalan. Mereka itu iri sama dengan kita,” kata Fredrich. Di sisi lain, dia juga tetap mengakui kalau profesi advokat tak selalu berarti tak bisa salah.

“Saya nembak orang, mukul situ, ya saya salah dong. Tapi kalau sekarang saya membela klien saya, apa keuntungan buat diri saya. Saya membela karena saya tahu ada kriminalisasi yang dilakukan,” kata Fredrich.

Fredrich pun dalam kesempatan ini membantah semua yang disangkakan KPK seperti dirinya yang terlibat dalam manipulasi data medis Novanto. Termasuk juga soal membooking satu lantai kamar perawatan.

Baca juga: Mau Nikah Keempat Kali, Ustaz Arifin Ilham Perkenalkan Calon Istrinya

Ia menyampaikan bahwa petinggi Golkar yang mengunjungi Novanto untuk menjenguk, termasuk menjadi saksi yang melihat kalau saat itu tak mungkin bisa membooking satu lantai kamar perawatan di RS Medika Permata Hijau.

“Saya minta izin sama rumah sakit boleh enggak yang kosong saya booking untuk ajudan. Boleh, selama tidak ada pasien silahkan dibooking,” kata Fredrich.

Dalam pemeriksaan di KPK hari ini Fredrich berada di sana selama hampir 10 jam. Pemeriksaan terhaapnya dimulai pukul 13.14 WIB sampai pukul 22.40 WIB. Menurut Fredrich, ada 7 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

“Yang hari ini 15 halaman, tapi hanya 7 pertanyaan, cukup panjang,” terang Fredrich.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan