Header Ad

Fungsi dan Macam-macam Sel Darah

June 13, 2017
13 Views

Fungsi dan Macam-macam Sel Darah Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Dan, pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing pengetahuan mengenai Fungsi Darah dan Komposisi Darah, semoga bermanfaat ya, sobat. Langsung saja kita mulai, yuk.

Darah yaitu jaringan yang amat penting didalam tubuh makhluk hidup lantaran ia memegang fungsi yang amat vital, yakni sebagai media transpor nutrisi serta oksigen pada seluruh jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme.

Pada manusia atau mamalia, volume darahnya kurang lebih 8% dari berat tubuhnya. Contoh seorang yang berat tubuhnya 50 kg, berat darahnya kurang lebih 0, 08 × 50 kg liter darah. Kurang lebih volume darah dalam tubuh yang memiliki massa 50 kg yaitu 4 liter.

Fungsi darah didalam tubuh yakni:

  • Sebagai media transportasi nutrisi serta oksigen ke semua jaringan tubuh supaya bisa melakukan metabolisme untuk menghasilkan ATP.
  • Membawa karbon dioksida serta sisa metabolisme untuk diekskresi.
  • Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ tujuan.
  • Melindungi/menjaga suhu tubuh lantaran darah yang ada dalam arteri mempunyai panas.
  • Sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme.
  • Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindari kerusakan jaringan dengan memakai hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, serta protein plasma.

Beberapa sel Darah

Beberapa sel darah dibedakan jadi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), serta sel darah pembeku (trombosit).

Sel darah merah

Sel darah merah yaitu penyusun jaringan darah paling besar. Pada wanita, jumlahnya kurang lebih 4, 5 juta/mm3 darah, sedangkan pada lelaki kurang lebih 5 juta/mm3 darah.

Beberapa sel darah merah berupa cakram dengan diameter 75 nm, dan ketebalan di tepi 2 nm serta ketebalan di tengah 1 nm. Sel darah merah pada orang dewasa dibentuk didalam sumsum tulang. Beberapa sel pembentuk sel darah merah ini disebut dengan eritroblast, namun pada embrio, beberapa sel darah merah dibentuk didalam hati serta limpa.

Warna sel darah merah disebabkan karena pigmen merah yang disebut dengan hemoglobin (Hb). Hemoglobin yaitu sebuah protein yang terdiri atas hemin serta globin. Hemin memiliki kandungan zat besi (Fe). Hb ini memiliki daya ikat tinggi pada O2. Dalam peredarannya ke semua tubuh, darah diikat oleh Hb yang lantas diberi nama oksihemoglobin. Tidak hanya mengikat O2, Hb dapat juga mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang ke luar tubuh lewat organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 ini disebut dengan karbominohemoglobin.

Eritrosit dihasilkan pertama kalinya didalam kantong kuning sudah saat embrio pada minggu-minggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut dengan eritropoisis. Sesudah beberapa bulan kemudian, eritrosit terbentuk didalam hati, limfa, serta kelenjar sumsum tulang. Produksi eritrosit ini dirangsang oleh hormon eritropoietin. Sesudah dewasa eritrosit dibentuk di sumsum tulang membranosa. Makin bertambah umur seseorang, produktivitas sumsum tulang makin turun.

Sel pembentuk eritrosit yaitu hemositoblas yakni sel batang mieloid yang ada di sumsum tulang. Sel ini bakal membentuk beragam jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata usia sel darah merah lebih kurang 120 hari. Beberapa sel darah merah jadi rusak serta dihancurkan dalam system retikulum endotelium terlebih dalam limfa serta hati. Globin serta hemoglobin dipecah jadi asam amino untuk dipakai sebagai protein dalam jaringan-jaringan serta zat besi dalam hem dari hemoglobin di keluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin dirubah jadi bilirubin (warna kuning empedu) serta biliverdin, yakni yang berwarna kehijau-hijauan yang bisa diliat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar.

Sel darah putih

Sel darah putih yaitu satu diantara mekanisme pertahanan tubuh pada infeksi luar. Ketika terjadi luka, sel darah putih bakal berkumpul ditempat luka yang merupakan jalur masuk untuk bakteri serta virus. Ketika ada bakteri atau virus yang masuk, sel darah putih bakal melakukan pola penyerangan yang hasil bakal menyebabkan nanah. Nanah tersebut adalah gabungan dari sel darah putih yang mati, mikroorganisme, sel tubuh sekitar, serta cairan tubuh.

Sel darah putih memiliki nukleus dengan bentuk yang beragam. Ukurannya berkisar antara 10 nm–25 nm. Fungsi sel darah putih ini yaitu untuk melindungi tubuh dari infeksi penyakit dan pembentukan antibodi didalam tubuh.

Jumlah sel darah putih lebih sedikit dari pada sel darah merah dengan perbandingan 1 : 700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu–9 ribu butir/mm3, tetapi jumlah ini dapat naik atau turun. Aspek pemicu turunnya sel darah putih, diantaranya lantaran infeksi kuman penyakit.

Keadaan sel darah putih yang turun dibawah normal disebut dengan leukopenia, sedangkan keadaan dimana jumlah sel darah putih naik diatas jumlah normal disebut dengan leukositosis.

Sel darah putih dibentuk didalam sumsum tulang, limfe, serta kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit serta granulosit. Agranulosit apabila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit apabila plasmanya bergranuler.

Granulosit (leukosit bergranula)

Neutrofil, plasmanya bersifat netral, inti selnya kerap kali berjumlah banyak dengan bentuk berbagai macam, bersifat fagositosis pada eritrosit, kuman serta jaringan mati.

Eosinofil, plasmanya bersifat asam hingga bakal berwarna merah tua apabila ditetesi eosin, bersifat fagosit serta jumlahnya bakal bertambah bila tubuh terserang infeksi.

Basofil, plasmanya bersifat basa hingga bakal berwarna biru bila ditetesi larutan basa, jumlahnya jadi tambah banyak bila terjadiinfeksi, bersifat fagosit, memiliki kandungan heparin, yakni zat kimia anti penggumpalan.

Agranulosit (leukosit tidak bergranula)

Limfosit, tidak bisa bergerak, berinti satu, ukuran ada yang besar serta ada yang kecil, berperan untuk membentuk antibodi.

Monosit, bisa bergerak seperti Amoeba, memiliki inti yang bulat atau bulat panjang, di produksi pada jaringan limfa serta bersifat fagosit.

Sel pembekuan

Didalam darah ada protein (trombin) yang larut dalam plasma darah yang merubah fibrinogen jadi fibrin atau benang-benang. Fibrin ini bakal membentuk anyaman serta terisi keping darah, hingga menyebabkan penyumbatan serta pada akhirnya darah dapat membeku.

Kulit terluka mengakibatkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit turut keluar juga bersama darah lantas menyentuh permukaan-permukaan kasar serta mengakibatkan trombosit pecah. Trombosit bakal mengeluarkan zat (enzim) yang disebut dengan trombokinase.

Trombokinase bakal masuk kedalam plasma darah serta bakal merubah protrombin jadi enzimaktif yang disebut dengan trombin. Perubahan itu di pengaruhi ion kalsium (Ca2+) didalam plasma darah. Protrombin yaitu senyawa protein yang larut dalam darah yang memiliki kandungan globulin. Zat ini adalah enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K.

Trombin yang terbentuk bakal merubah fibrinogen jadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin mengakibatkan luka bakal tertutup hingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen yaitu semacam protein yang larut dalam darah.

Cairan darah (plasma darah)

Plasma adalah cairan yang mengikuti beberapa sel darah. Plasma ini berwarna kekuning-kuningan. Plasma darah manusia tersusun atas 90% air serta 10% beberapa zat terlarut. Beberapa zat itu diantaranya seperti berikut ini.

  • Zat makanan serta mineral, diantaranya glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, cholesterol, serta garam mineral.
  • Zat hasil produksi dari beberapa sel, diantaranya enzim, hormon, serta antibodi.
  • Karbon dioksida, oksigen, serta nitrogen.

Protein, terdiri atas:

  • Antiheofilik berperan dalam mencegah terjadinya anemia;
  • Tromboplastin berperan untuk proses pembekuan darah saat terluka;
  • Protrombin yang bertindak penting dalam proses pembekuan darah;
  • Fibrinogen yang juga bertindak penting dalam proses pembekuan darah;
  • Albumin yang bertindak melindungi keseimbangan tekanan osmotik darah;
  • Gammaglobulin bermanfaat dalam pembentukan antibodi.

 

Nah, sampailah kita di akhir pembahasan kali ini, Mengenai Fungsi Darah dan Komposisi Darah. Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Dan, jika masih ada yang belum dimengerti, silakan sahabat menyampaikan pertanyaan pada kotak komentar di bawah ini. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:

You may be interested

Buzz
3 views

5 Negara yang Sering Pakai Jasa Dukun “Santet” Biar Lawan K.O di Piala Dunia

Lahiya - November 18, 2017

Tidak bisa dipungkiri, ajang akbar piala dunia menyentuh segala aspek yang ada, tak terkecuali mistis dan klenik juga. Ya, percaya…

Buzz
6 views

Viral Karena Ditabrak Papa, Inilah 11 Meme Tiang Listik yang Berontak Karena Terus Disalahkan

Lahiya - November 17, 2017

Akhir-akhir ini, tiang listrik jadi salah satu perbincangan di kalangan netizen. Ya, hal ini berhubungan dengan kejadian kecelakaan yang dialami…

Pria Tajir Zaman Now Ini Mendadak Terkenal karena Mengubah Hidup Seorang Single Mother
Buzz
7 views
Buzz
7 views

Pria Tajir Zaman Now Ini Mendadak Terkenal karena Mengubah Hidup Seorang Single Mother

Lahiya - November 17, 2017

Pernahkah boombers sekalian mengalami kejadian yang paling tidak disangka-sangka? Seperti tiba-tiba menemukan handphone dan ketika akan mengembalikan ternyata pemiliknya adalah…

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan