Gadis ini Terkena Kanker, dan yang Dilakukan Sahabatnya Justru Bikin Semua Orang Nangis

Posted on

Umur 20 tahun adalah usia dimana seseorang remaja mencari jati dirinya, mempercantik diri, berteman luas dengan siapa saja, giat di kegiatan kampus, sambil mempersiapkan langkah ke depannya memasuki dunia kerja.

Tapi berbeda dengan gadis China ini, di masa-masa keemasannya, dia malah memutuskan memangkas habis rambutnya alias botak, dan bekerja mencari banyak uang untuk pengobatan sahabatnya yang terkena kanker.

Baru-baru ini di Zhongqing China dihebohkan dengan 2 gadis botak berusia 20 tahunan
yang merayakan ulangtahunnya bersama. Mereka menyalakan lilin angka 73, meniup dan memotong kue. Pertanyaannya mereka baru umur 23 tahun kenapa memasang lilin yang berumur 73?

Salah satu dari 2 gadis yang terkena kanker itu berkata “Saya berusia 23 tahun sekarang, dan saya masih ingin hidup 50 tahun lagi. Saya tahu ini sulit buat saya untuk hidup selama itu, tapi aku ingin hidup sampai umur 73 tahun” katanya dengan sedih.

leukimia

Yanti adalah seorang gadis mengidap kanker leukimia stadium 3, awalnya Yanti mulai kehilangan pengharapan dalam hidupnya dan kehilangan semangat dalam menjalani hidup karena ia pikir semuanya sia-sia, toh ia akan mati sebentar lagi.

Tapi beruntungnya, Yanti mempunyai sahabat yang baik bernama Lulu usia 20 tahun. Lulu bekerja di Provinsi Chongqing, sedangkan Yanti bekerja di Provinsi Guizhou. Awalnya merek berdua sama-sama tidak melanjutkan kuliah untuk membantu menghidupi keluarganya.

Jadi setiap gaji yang mereka terima, akan disumbangkan separuhnya untuk ayah ibu mereka. Sebelumnya Yanti bekerja di salon. Sedangkan Lulu bekerja sebagai kurir, yang tiap harinya mengendarai motor melakukan pengiriman barang ke setiap pembeli. Walaupun penghasilan 2 gadis ini tidak seberapa, tapi mereka punya mimpi besar sendiri.

Mereka berdua telah bersahabat selama 3 tahun, bermain dan curhat bersama, saling mensupport satu sama lain, tapi persahabatan mereka diguncang karena Yanti tiba-tiba mengalami kanker leukimia.

Setelah Yanti sakit, ia lebih sering bolak balik rumah sakit perawatan. Karena biaya obat yang mahal dan keadaan fisik yang makin hari makin melemah, Yanti yang bekerja jauh dari rumah orangtuanya akhirnya memutuskan untuk pulang dan tinggal bersama keluarganya, supaya ada yang merawat dirinya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan