Gagal Hadirkan Ajudan Setnov Sebagai Saksi, KPK Surati Kapolri

Posted on

Lahiya – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta bantuan kepada Kepolisian Republik Indonesia sebagai langkah tindak lanjut atas tidak hadirnya ajudan Setya Novanto, Reza Pahlevi sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP yang menjerat mantan Ketua DPR tersebut.

Dilansir dari laman Tempo.co, KPK melalui juru bicaranya, Febri Diansyah menyampaikan bahwa lembaga anturasuah tersebut telah mengirimkan surat kepada Kepala Kepolisian RI dengan tembusan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).

“Karena yang bersangkutan adalah anggota Polri,” demikian penjelasan Febri melalui keterangan tertulis pada Sabtu (13/1), seperti yang dikutip dari laman Tempo.co, Sabtu (13/1/2018).

Lebih lanjut, Febri menjelaskan, pihaknya akan memeriksa Reza sebagai saksi untuk dua orang tersangka dugaan melakukan obstruction of justice (OJ) atau menghalangi proses jalannya penyidikan Setya Novanto. Disebutkan dua tersangka tersebut adalah pengacara Fredrich Yunadi dan dokter spesialis penyakit dalam Bimanesh Sutarjo.

Baca Juga: Jadi Pendamping Gus Ipul di Pilgub Jatim, Gaya Berpakaian Puti Guntur Tuai Banyak Kritik

Febri mengungkapkan bahwa Reza tidak menghadiri panggilan KPK dalam agenda pemeriksaan yang dijadwalkan pada Rabu (10/1) kemarin. Dengan alasan tersebut, penyidik KPK memutuskan untuk kembali memanggil ajudan tersangka kasus mega korupsi tersebut pada senin (15/1) besok.

Ditegaskan bahwa Reza yang merupakan anggota kepolisian dengan pangkat ajun komisaris tersebut menyimpan informasi kunci dalam kapasitasnya sebagai ajudan Setya Novanto pada saat kejadian kecelakaan mobil terjadi beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Setya Novanto sebelumnya sempat terlibat kecelakaan mobil ketika akan berangkat ke Gedung KPK untuk diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek e-KTP. Insiden kecelakaan tersebut terjadi di Permata Hijau dan dikabarkan Reza berada satu mobil dengan Setya Novanto.

Baca Juga: Mengejutkan! Ini Jawaban JK Saat Ditanya Lebih Enak Jadi Wapres-nya SBY atau Jokowi

Nama ajudan Setya Novanto juga masuk dalam daftar pencekalan oleh KPK. Diberitakan, terhitung sejak tanggal 8 Desember 2017 lalu, Resa, Fredrich, mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch, dan pengacara Achmad Rudyansyah dicegah pergi ke luar negeri.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan