Gawat! Ternyata Orang Luar Bisa  Baca Obrolan di Grup WhatsApp

Posted on

Lahiya – Rupanya ruang obrolan di aplikasi WhatsApp tidak seaman yang dikira. Terbukti dari hasil riset oleh sekelompok peneliti asal Jerman, mereka menemukan celah pada WhatsApp yang memungkinkan peretas masuk ke obrolan grup dan mengeksploitasi aktivitas di dalamnya. Kelemahan serupa juga tak hanya ditemukan pada WhatsApp, aplikasi chatting Threema dan bahkan Signal yang disebut-sebut paling aman.

Seperti dikutip dari laporan Tekno.Kompas.com, Senin (15/01/2018) kelompok peneliti yang berasal dari Ruhr University menyebutkan siapa saja yang bisa mengontrol server pada platform WhatsApp, bisa mengakses obrolan grup yang sifatnya privat. Orang itu bahkan bisa menambahkan orang baru dan memblok anggota grup tanpa permisi.

Lebih jelasnya, ini berarti peretas perlu dua langkah untuk mengakses grup WhatsApp. Pertama-tama harus menjebol server WhatsApp, lantas memanfatkan celah untuk memata-matai isi grup.

“Orang yang mampu membobol server WhatsApp, bisa memiliki kontrol sepenuhnya atas grup-grup WhatsApp,” demikian sebagaimana tertulis dalam laporan risetnya.

Baca juga: Bupati Cantik Dinonaktifkan Mendagri Karena 2 Kali ke AS Tanpa Izin

“Celah juga memungkinkan peretas mem-forward isi pesan grup ke orang-orang lain secara individu,” ia melanjutkan.

Sejatinya, tim peneliti sudah memberitahukan perkara celah ini ke WhatsApp sejak pertengahan tahun lalu. WhatsApp yang merupakan platform di bawah naungan Facebook tersebut akhirnya angkat bicara seperti yang berhasil dihimpun oleh tim media, Minggu (13/1/2018) kemarin.

“Kami merancang pesan tak bisa dikirim ke pengguna tersembunyi. Privasi dan keamanan pengguna kami sangat penting. Kami mengumpulkan sedikit informasi dan semua pesan yang dikirim via WhatsApp terenkripsi secara end-to-end,” ungkap perwakilan dari WhatsApp.

Baca juga: Melawak Memang Tak Mudah, 4 Komedian Ini Pernah Dikecam Akibat ‘Salah’ Melucu

Selebihnya, WhatsApp menyebutkan celah yang ditemukan tim periset asal Ruhr University itu tak masuk kualifikasi pada program “bug bounty” yang diselenggarakan Facebook. Diungkapkan bahwa program “bug bounty” memberikan sejumlah uang ke pihak-pihak yang menemukan celah di Facebook dan platform-platform di bawahnya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan