Geger! Kangkung Disebut Mengandung Psikotropika, Pakar Beri Penjelasan

Posted on

Lahiya – Sebuah artikel mengagetkan warganet karena di dalamnya disebutakan bahwa sayuran kangkung memiliki kandungan mirip zat psikotropika. Bahkan, di sebutkan juga di sana bahwa sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat ini dilarang ditanam dan diperjualbelikan di Amerika Serikat.

Dilansir dari situs jawapos.com, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Mahdi Jufri membantah artikel yang menyebut kakngkung mengandung zat mirip psikotropika tersebut. Ia menjelaskan, kangkung merupakan sayuran dengan nama latin Ipomea Aquatika.

Kangkung, lanjut Mahdi, mempunyai kandungan zat gizi yang cukup lengkap. Isinya terdiri dari protein 3 persen, serat 0,9 persen, lemak 0,4 persen, vitamin B6, B2, dan C serta vitamin E.

“Kangkung justru bersifat antioksidan. Ada beberapa penelitian di India, jus kangkug digunakan untuk mengobati orang keracunan opium zat penghasil morfin serta menetralisir seseorang keracunan arsenik,” papar Mahdi pada Rabu (17/1/2018) lalu.

Baca Juga: Soal Gaya Rambut Sigit “Pasha Ungu” Purnomo, Mendagri Angkat Bicara

Dengan demikian, mahdi pun menegaskan bahwa artikel itu adalah hoax. Jika di dalam artikel itu menyebutkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Tanaman USDA APHIS melarang penjualan kangkung, imbuh Mahdi, hal itu dikarenakan kangkung dianggap termasuk gulma, bukan karena mengandung zat psikotropika. DI AS sendiri gulma dinilai mengganggu pertanian mereka.

“Sebab kangkung kan tanaman di Asia. Mereka (warga AS) tanam di Florida yang beriklim mirip dan banyak juga yang diselundupin. Mungkin banyak warga Asia di sana yang ingin makan kangkung,” kata Mahdi.

Maka, Mahdi berpendapat, larangan tanam dan menjualbelikan kangkung di sana itu bukan karena kangkung mengandung zat terlarang, melainkan karena dianggap mengganggu pertanian mereka.

Mahdi memastikan bahwa kangkung adalah sayuran yang sehat.

“Sama seperti bayam, kangkung itu mengandung banyak zat besi, mineral, natrium dan kalium serta kalsium dan zinc,” papar Mahdi.

Masih dilansir dari jawapos.com, sebelumnya sebuah artikel yang meresahkan menyebut bahwa kangkung dilarang di Amerika. Di sana disebut dari hasil penelitian bahwa kangkung memiliki kandungan mirip LSD Lysergic Acid Diethylamide yang mirip dengan zat psikotropika.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan