Gila! Gadis Ini Jatuh Cinta Pada Gim Tetris dan Ingin Menikahinya, Begini Kisahnya

Posted on

Lahiya – Namanya Noorul Mahjabeen Hassan, ia merupakan seorang mahasiswi yang berasal dri Oralando, Florida, Amerika Serikat yang mengaku jatuh cihta dengan gim Tetris dan ingin menikahinya. Sebelumnya, ia pernah mengalami patah hati yang mendalam setelah Pierre sebuah kalkulator kesayangannya rusak.

Mahasiswi berusia 20 tahun ini mengungkapkan jika Fractal Tetris Huracan merupakan obyek khayalan seksualnya. Dan apa yang dialami oleh perempuan muda ini masuk ke dalam objectofillia atau bisa dibilang ketertarikan seksual terhadap benda-benda mati, dan dalam kasus ini adalah kalkulator dan juga gim tetris.

Dan ternyata, sebelumnya gadis ini juga jatuh cinta pada iPod dan Monorail. Tetapi, dalam satu tahun terakhir ini ia menghabiskan hari-harinya dengan Tetris dan ingin menikahinya setelah lulus dai perguruan tinggi nanti.

Baca juga: Tebongkar, Begini Kronologi Pembuatan Video “Layak Sensor” Anak-Anak dengan Wanita Dewasa. Melibatkan Orang Tua Para Bocah!

“Semua bermula saat saya akan bermain gim bernama Smash Run, dan saya dengar gim Tetris, saya pikir ini akan bagus. Lalu, setiap saya mendengarnya saya ingin bermain tetris,” kata Hassan dikutip dari Oddity Central, baru-baru ini.

Dan Hassan menganggap jika gim Tetris itu bisa dibilang sempurna.

“Saya rasa tetris itu indah, dia sempurna, dan dia menstimulasi pikiran. Secara psikis, saya merasa yang dirasakan orang saat berada dalam suatu hubungan, yang anda tahu dia adalah orang yang tepat.” paparnya, dilansir dari CNNIndonesia.com

‘Hubungan’ Hassan dan gim Tetris ini dimulai pada September 2016 yang lalu. Dan sejak itulah Hassan mengumpulkan segala sesuatu yang berhubungan dengan Tetris di rumahnya. Ia mengaku memainkan game itu 12 jam dalam sehari. Parahnya lagi, ia pun mengaku tidur dengan gim itu.

Baca juga: Ashanty Berpose Seperti Ini di Atas Ranjang, Warganet: Bun Auratnya, Tolong Dikondisikan

Hassan mengungkapkan jika ia hanya tertarik pada benda atau objek yang dianggap sebagai pria. Terkadang ia merasa stres saat orang menyamankan objectophilia dan fetish.

“Saya ingin menjelaskan bahwa ada perbedaan besar. Fetish itu seksual, sedangkan objectophilia itu lebih romantis. Anda punya perasaan dan merasa seperti anda terhubung secara emosional dengan benda tertentu, saya tak pernah tertarik dengan manusia,” jelasnya.

Ternyata, hubungan cinta Hassan dengan benda-benda itu sempat membaut keluarganya stress demi berusaha untuk memahaminya. Karena dukungan keluarga tak cukup, ia berharap menemukan komunitas dunia maya yang mendukungnya sampai ia meningkatkan kesadaran dan pemahanan terkait ketertarikannya terhadap benda mati.

Baca juga: Akhirnya Terkuak, Ini Pembunuh Wanita Bercadar yang Dibuang di Sekitaran Masjid. Sesuai dengan Dugaan Keluarga!

“Saya tidak mengganggu atau melukai orang lain. Apa masalahnya? Mereka pikir ini aneh, tapi saya minta mereka untuk beri satu alasan mengapa saya seharusnya tidak mengencani Tetris, dan mereka tak bisa jelaskan,” tutup Hassan.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan