gojek-vs-grabbike

Gojek Vs Grabbike: Contoh Pertarungan Bisnis & Perang Harga Demi Eksistensi | @Strategi_Bisnis

Posted on

Gojek dan Grabbike

Disebut-sebut Gojek baru saja mendapatkan pendanaan sekitar  250an milyar dari Sequoia. Dengan  imbalan saham sekitar  5 – 7%. Dengan  skema pendanaan seperti itu, maka valuasi perusuhaan Gojek ditaksir sekitar 3 – 4 triliunan. Hmm. Adakah ini gejala “gelembung dotcom”.

Sequoia adalah  juga  yang memberikan pendanaan 1.3 triliun ke tokopedia. Dan Sequoia adalah dewa dunia dalam venture capital. Proses pembesaran gojek (scaling) rasanya cukup kompleks. Valuasi senilai 3 – 4 triliun adalah  estimasi investor yang cukup ambisius. Selain resistensi dari ojek pangkalan, Gojek mendapat serangan frontal dari Grab Bike yang modalnya triliunan.

Grab Bike adalah  bisnis dari malaysia yang expand ke indonesia. Didirikan oleh Anthony Tan, sobat Nadine Makarim pendiri gojek. Anthony Tan pendiri grab taxi/grab bike ini alumnus harvard business school juga (sama seperti nadine makarim pendiri gojek). Grab bike juga  baru saja mendapat pendanaan dari softbank senilai 3.5 triliun. Sebagian digunakan untuk serang Gojek. Serangan brutal.

Grab Bike bikin tarif promo 5 ribu kemana saja. Serang tarif promo Gojek 10 ribu. Price war yang berdarah2. Nadine sdh teriak2. Grab Bike juga  kasih 90% komisi ke driver. Gojek hanya 80%. Grab bike kasih bonus umroh untuk driver yang berprestasi. Tukang ojek naik umroh!

Perang harga. Ini tipikal kompetisi dalam red ocean, bukan blue ocean. Dalam jangka panjang bisa membuat semua pemain bangkrut. Perang harga juga  lama-lama justru bisa merugikan konsumen. Sebab spesifikasi jadi makin turun karena harga makin jatuh.

Kenapa selalu ngeri naik Lion Air? Karena perhitungan harga tiketnya tidak rasional. Lama-lama pesawatnya bisa kolaps karena biaya perawatan menyusut. Tapi kemajuan teknologi bisa menurunkan harga secara dramatis memang. OnePlus 2 adalah  kisah fenomenal tentang price destruction. Kalian tahu dong OnePlus itu apa? Kapan2 admin akan ulas sejarahnya. Lebih ambisius daripada Xiaomi.

Kembali ke Gojek. Perang harga dari Grab Bike lama-lama bisa membuat gojek rugi. Dan pelan-pelan bisa bangkrut. Belum resistensi ojek pangkalan. Sebenarnya lebih enak mendanai bisnis seperti Hijabenka atau Hijup. Daripada bisnis seperti Tokopedia atau Gojek. Rumit dan penuh kompleksitas.

Kalau tarif normal 25 ribu, perusahaan gojek dapat 5 ribu (20%). Mereka harus dapat 10 ribu order per hari, agar punya revenu 1.5M per bulan. Namun untuk dapat 15M/bulan, Gojek harus dapat order 100 ribu kali per hari. Sebuah angka yang tinggi namun achievable juga . Asal tidak ada Grab Bike.