Hadiri Pemakaman Yon Koeswoyo, Cak Nun: Mereka itu Pejuang Nasional

Posted on

Lahiya – Budayawan Emha Ainun Najib menghadiri pemakaman Yon Koeswoyo, Sabtu (6/1), di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan. Dirinya pun mengingatkan masyarakat supaya terus menghargai keluarga Koeswoyo yang tersisa.

”Suatu hari mereka juga dipanggil, jangan sampai kita belum belajar tentang mereka, karena kita sudah kehilangan dan tidak peka lagi terhadap orang-orang besar yang kita miliki. Banyak orang besar lewat begitu saja dan tidak ada maknanya,” ujar pria yang kerap disapa Cak Nun itu, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Cak Nun lebih lanjut juga menyampaikan tentang Koes Plus yang merupakan nasionalis sejati. Di mana, jejaknya yang ditinggalkan melebihi apa yang menjadi profesi mereka yang merupakan penyanyi. Contohnya saja, kata Cak Nun, mereka pernah dipenjara pada masa rezim Orde Lama yang dipimpin Presiden Soekarno.

Baca juga: Siapa Sangka, 11 Wanita Ini Berpose Tanpa Pakai Busana!

“Mereka itu pejuang nasional. Banyak sekali sejarah yang perlu dipelajari, termasuk bahwa mereka bukan pemusik modern. Medianya yang musik modern, tapi muatannya semua dari nenek moyang, kita meneruskan. Kita harus belajar dari mereka. Indonesia jangan menyia-nyiakan hadiah dari Tuhan, mereka ini hadiah dari Tuhan,” katanya.

Nilai nasionalis yang ada di dalam diri Yon salah satunya tercermin dari pesan khusus yang pernah dititipkannya kepada kakaknya, Nomo, dan adiknya, Yok. Keduanya pun menyampaikan hal tersebut secara langsung setelah mengantarkan Yon ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir.

“Harapannya menginginkan kesejahteraan. Itu yang kami utamakan. Saya yakin Anda semua tahu Pancasila, kalau keadilan sosial sudah dipegang teguh, musyawarah mufakat akan mudah sekali dan persatuan serta kesatuan menjadikan manusia yang adil dan beradab,” ujar Yok kepada sejumlah awak media.

Baca juga: Jijik Banget! 20 Ikan Aneh Tangkapan Nelayan Ini Penampakannya Mengerikan

Di sisi lain, menurut Nomo adiknya berpesan untuk tak mudah merasa putus ada dan juga terus berjuang untuk bangsa dan negara. ”Pesannya dia, jangan gampang putus asa, berjuang terus untuk bangsa dan negara ini. Dia itu pribadi yang sangat baik, hatinya lapang, penuh cinta kasih, tapi kadang-kadang sifat dia yang begitu disalahgunakan,” kata pemilik nama asli Koesnomo Koeswoyo itu.

Soal itu dia pun menjelaskan, “Misalnya sudah tahu dia sedang sakit, dipaksa menyanyi. Saya prihatin.”  Yon meninggal dunia di usianya yang ke-77 tahun lantaran dirinya menderita sakit komplikasi diabetes. Menurut keterangan dari anak pertama Yon, Gerry Koeswoyo, ayahnya sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit selama lima hari.

Tetapi, Yon setelah itu meminta untuk dirawat di rumah saja. Yon lantas menghembuskan napas terakhir di kamar tidurnya kurang lebih pukul 05.00 WIB pagi ini. Sempat Gerry melarikan ayahnya ke rumah sakit, namun kondisinya tak tertolong.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan