Home Gaya Hidup @HandryGE: Tentang Kegagalan dan Keberhasilan

@HandryGE: Tentang Kegagalan dan Keberhasilan

SHARE
Sharing ah! Biar bukan malam liburan :). Ingin berbicara tentang kegagalan dan keberhasilan dalam proses pengembangan diri. Saya termasuk orang yang percaya bahwa untuk sukses yang sustainable, orang perlu melawati proses kegagalan.  Kesuksesan yang terus menerus tanpa mengalami gagal, seringkali membuat kita lupa terhadap banyak hal. Terutama mendengar dan belajar
Proses sukses atau menang dan gagal atau kalah adalah proses yang membuat manusia menjadi lebih maju daya pikirnya, menjadi lebih percaya diri  atau percaya diri.  Percaya diri  ini yang penting. Kepercayaandiri bahwa dalam mengerjakan sesuatu, proses pengerjaannya yang penting.
Orang yang terus menerus berhasil, seringkali menjadi terlalu percaya diri, dan lupa hal-hal dasar yang awalnya merupakan kekuatan. Orang yang terus menerus gagal, kemudian jadi tidak percaya diri sehingga tidak berani lagi mencoba sesuatu.
Percaya diri itu harusnya pada proses, bukan pada output (gagal atau berhasil). Percaya diri  lah bahwa proses sudah dijalankan sebaik-baiknya. Percaya diri  pada proses membuat kita tetap mendengarkan yang lain. Tetap check and re-check dan tetap siap belajar.
Jangan terlalu fokus pada hasil sehingga seringkali “menghalalkan segala cara” agar menang, dan tidak terima kata gagal.
R.M. Kanter, menyampaikan dengan baik sekali: “Winners become sinners when percaya diri  turns into complacency and arrogance”. Keberhasilan yang berkelanjutan itu datang dari pondasi proses yang kokoh yang dibangun brick by brick.  Dengan dasar ingin membangun pondasi yang kokoh tadi, tidak jadi soal sesekali gagal. Karena kegagalan adalah salah satu dari batu batanya.
Orientasi pada output agar berhasil saja, melupakan perlunya membangun pondasi proses untuk berhasil tadi. Dan banyak orang yang karena takut gagal, alhassil tidak pernah membangun pondasi keberhasilan mereka karena orientasinya hanya pada output. Dan yang lebih parah lagi, banyak orang yang tidak berani, even untuk melakukan langkah pertama karena ketakutan akan gagal tadi.
Tantangan untuk gagal sebagai bagian dari proses membuat pondasi yang kuat untuk keberhasilan yang sustainable, then we will brave and less stressful. “Tapi kegagalan itu menyakitkan, Pak”…Ya iya lah! Yang enak itu gulai tunjang.. 🙂 Remember one thing: Leaders deal with tough issues.
Saya mengalami banyak kegagalan dalam hidup. Kadang saya pikir apa target saya yang ketinggian ya? Tidak! Target tidak pernah terlampau tinggi. Tetaplah bermimpi besar! Dream high! Proses mencapainya nya yang penting. Jangan cepat menyerah.
Kadang waktunya belum cukup untuk keberhasilan mimpi tersebut. Kadang jalannya yang harus berliku dan berbelok dulu. Dan kadang, we have to deal with reality and start thinking to make another dream…we need to be “strategic” dalam hidup ini.
Ada waktunya kita tidak boleh menyerah dan goyah, tetapi ada waktunya juga kita harus menerima kenyataan, dan bergerak dengan mimpi baru.  Yang tidak asik adalah gagal menikmati kehidupan yang terbatas ini karena salah satu mimpi kita gagal diwujudkan. Jangan euy! Life is beautipull!
Nasihat ibu saya itu lo, simple tapi bener banget…”jalani saja, Nak, pasti ada hasil yang baik kalau niat dan cara jalaninya baik”
 Hasil yang baik tidak selalu hasil yang diinginkan. Tidak apa, bisa dinikmati juga kok, kadang malah lebih baik dari yang diinginkan.   Kapan waktunya move on ke mimpi baru setelah sekian lama gagal? Just when you feel you have done everything as best as you can.
Keputusan itu pun bisa salah. Bisa berbuntut kegagalan baru. Yah? Percaya diri tidak akan pernah muncul kalau mikir seperti ini terus. Kegagalan, bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti, benar itu! Yang perlu ditakuti itu malah tidak berani mencoba dan memulai.
Dan jangan lupa, gagal itu membangun sebuah kekuatan besar buat kita, kekuatan Resilience, Daya Tahan dan Bouncing Back. Daya Pantul.
Kegagalan itu keberhasilan yang tertunda katanya. Tidak juga sih, gagal ya gagal. Face it. Learn from it, & get new direction. Pada akhirnya jangan biarkan diri kita sibuk dengan definisi gagal dan berhasil. Those are output. Do the best in the process.
Gitu deh, mudah-mudahan ada gunanya.
SHARE