SHARE
Loading...

Diberikan orangtua kandungnya untuk diadopsi oleh keluarga lain ternyata meninggalkan tanda yang akan berbekas di hati sang anak. Setiap anak yang diadopsi kerap bertanya-tanya siapa orangtua kandung mereka serta darimana mereka berasal. Bahkan tidak jarang, mereka ingin tahu mengapa orangtua kandungnya memutskan untuk merelakan anaknya diadopsi oleh orang lain.

Pertanyaan ini seolah terus berputar di benak mereka yang diadopsi, bahkan jika mereka sudah merasa bahagia dengan keluarga yang sudah mengadopsinya. Hal ini juga yang dirasakan oleh seorang pria bernama Saroo.

https://i0.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/831/facebook_image/saroo.png?w=640

Saroo yang aslinya terlahir di India tak pernah menyangka kalau dirinya akan diadopsi oleh sebuah keluarga asal Australia. Hal ini terjadi saat usianya masih 5 tahun. Akan tetapi, kisah yang ia alami ini justru dirasakannya sebagai sebuah kisah yang berbeda dari apa yang dialami oleh orang lain yang sama dengannya. Saroo sebenarnya memiliki seorang saudara laki-laki bernama Guddu. Guddu adalah kakak Saroo yang usianya hanya berjarak beberapa tahun dari usia Saroo.

Pernah suatu hari, Guddu pergi membersihkan kereta untuk mendapat uang. Hal ini memang sudah menjadi pekerjaannya sehari-hari karena ia berasal dari keluarga yang miskin. Saat itu, ia mengajak Saroo yang masih berusia lima tahun.

Ketika bekerja, Guddu meminta adiknya untuk menunggu di dalam sebuah kereta yang akan dibersihkan sang kakak. Ia mengatakan kalau ia akan menjemput Saroo kalau pekerjaannya sudah selesai. Namun pada saat itu, sang kakak tak kunjung datang menjemput.

Karena merasa capek dan sang kakak belum juga datang, Saroo pun tertidur di dalam kereta tersebut. Namun, saat terbangun, Saroo menyadari kalau kondisi sekitarnya terasa sangat hening.

Saroo yang masih kecil pada saat itu juga tak tahu dimana dirinya berada. Bahkan, Saroo juga tidak bisa menulis dan membaca. Saroo juga tak tahu nama dari keluarganya serta nama dari kota tempatnya tinggal.

Saroo kemudian memutuskan keluar dari dalam kereta. Bocah malang ini justru berjalan seorang diri di jalanan Kota Calcutta mencari sang kakak dan keluarganya. Saat sedang berjalan, seorang remaja melihat Saroo dan sadar kalau bocah ini sedang tersesat.

Ia mendekati Saroo dan justru membawanya ke tempat penampungan anak yang ditujukan bagi anak-anak yang ditelantarkan oleh keluarganya di kota itu. Malangnya, karena tak tahu kota asalnya serta identitas dari keluarganya, tak ada satupun yang datang menjemputnya di tempat tersebut.

Hal ini membuat pihak tempat penampungan tersebut akhirnya memasukkan nama Saroo ke dalam daftar anak-anak yang bisa diadopsi.

Tak lama, sebuah keluarga asal Australia melihat Saroo dan memutuskan untuk mengadopsinya. Selama bersama keluarga tersebut, Saroo dibesarkan dengan kasih sayang dan kehidupan yang layak.

Namun, semakin lama, ia ternyata semakin merindukan keluarga kandungnya yang saat itu tak pernah ia tahu dimana rimbanya. Melihat hal ini, ibu angkat Saroo meletakkan sebuah peta dari negara India di kamarnya, tempat asal mereka pertama kali menemukan Saroo.

Setiap melihat peta itu, Saroo selalu terkenang akan kehidupannya saat masih kecil. Setiap melihat itu pula kenangan dan rasa rindunya kepada keluarga kandungnya semakin bertambah.

Sayangnya, tak banyak hal atau informasi yang diingatnya kala itu. Hal ini membuat Saroo sempat menghadapi kesulitan ketika berusaha mencari tahu dimana keluarga kandungnya berada. Disaat Saroo sudah diadopsi oleh orang lain, ibu kandung Saroo justru terus berusaha mencari keberadaan sang anak ke seluruh penjuru India.

https://i2.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/676/newsner_default/2.jpg?w=640

Seiring berjalannya waktu, Saroo pun sudah tumbuh dewasa dan teknologi pun sudah semakin maju. Ketika berselancar di dunia maya, Saroo mengetahui kalau ia bisa mencari tahu soal informasi mengenai tanah kelahirannya dengan bantuan Google Maps dan Google Earth.

Saat itu Saroo menyadari kalau ia pasti tinggal di sekitar Kota Calcutta, karena hal itu merupakan satu dari sedikit hal yang masih bisa ia ingat. Dengan cepat, Saroo kemudian mencoba mencari tahu informasi tentang kota ini melalui aplikasi tersebut.

Beberapa orang memang menganggap kalau Saroo seolah sedang mencari jarum dalam tumpukan jerami. Meski begitu, ia tak kehilangan harapan, meski ia dan keluarganya sudah terpisah selama 25 tahun lamanya.

Hari demi hari, ia selalu mencari tahu informasi soal kota kelahirannya dan keluarganya. Hingga akhirnya pada suatu hari, ada sesuatu yang menarik perhatian matanya.

https://i0.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/677/newsner_default/4.jpg?w=640

Ketika memakai aplikasi tersebut, Saroo melihat ada sebuah jembatan di salah satu stasiun kereta api. Saroo tiba-tiba ingat kalau jembatan itu berada di stasiun tempatnya dulu ditinggalkan oleh sang kakak.

Perlahan tappi pasti, Saroo berhasil mengumpulkan petunjuk yang membawanya ke sebuah kota bernama Ganesh Talai. Ya, kota ini adalah kota tempatnya dilahirkan. Tak butuh waktu lama, Saroo langsung memesan tiket dan terbang ke India mencari keluarga kandungnya. Selama perjalanan, semua ingatan masa kecilnya dan perjalanan hidupnya selalu beterbangan di benaknya.

https://i0.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/678/newsner_default/5.jpg?w=640

Akhirnya, tibalah Saroo di sebuah rumah yang merupapkan rumah masa kecilnya. Jantungnya berdegup cepat.

“Apa orangtuaku masih hidup? Apa mereka masih mengenaliku,” ucap Saroo kala itu.

Beberapa meter dari tempat Saroo berdiri, ada tiga orang wanita. Tiba-tiba, salah satu dari mereka langsung berlari mendekati Saroo dan menggenggam tangannya.
Sosok itu tak lain adalah ibu kandung Saroo. Sang ibu langsung tahu kalau pria yang berdiri di depannya itu adalah sang anak yang selama ini sudah terpisah lama darinya.

https://i1.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/679/newsner_default/6.jpg?w=640

Sang ibu langsung memanggil dua saudara Saroo yang lain. Ia mengatakan kalau Saroo sudah pulang. Sayangnya, meski bisa kembali bersatu dengan keluarga kandungnya, Saroo harus menerima sebuah kabar yang sangat tragis.

Sang kakak, Guddu, yang membawanya bekerja saat ia masih kecil, justru mengalami hal yang membuat Saroo langsung berurai air mata saat mendengarnya. Rupanya saat Saroo menghilang, sang kakak merasa panik dan terus berlari mencari keberadaan adiknya.

Malang, Saroo yang saat itu sudah dibawa keluarga angkatnya ke Australia tak tahu kalau kakaknya sudah meninggal dunia. Guddu ditemukan pihak berwajib dalam keadaan sudah tak bernyawa karena tewas tertabrak kereta api. Jasadnya ditemukan satu bulan setelah keduanya dinyatakan menghilang pasca diadopsinya Saroo.

https://i0.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/680/newsner_default/7.jpg?w=640

Jarum yang selama ini selalu dicarinya di dalam tumpukan jerami kini sudah ia temukan. Walau sebagian orang meragukannya selama ini, usaha keras Saroo pun akhirnya membuahkan hasil.

Sejak bertemu kembali dengan keluarga kandungnya, Saroo memang memutuskan untuk tetap tinggal bersama keluarga angkatnya. Namun, ia selalu berusaha mengirimkan uang kepada keluarganya agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi dan sang ibu yang sudah tua tak perlu capek bekerja lagi.

https://i1.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/681/newsner_default/8.jpg?w=640

Kisah Saroo ini semakin membuka fakta bahwa tak semua anak memiliki masa kecil yang indah. Di India, anak yang masih berusia 5 tahun bahkan sampai harus bekerja demi menghidup keluarganya yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Kisah Saroo memang memiliki akhir yang bahagia, namun tidak semua anak perjalanan hidupya sama saperti Saroo. Beberapa anak di India justru hidup dalam keluarga yang terjerat kemiskinan parah. Bahkan beberapa keluarga justru hidup dengan kondisi tak memiliki rumah dan makanan yang layak di negara ini.

Pada 2015, Saroo memutuskan menuangkan kisahnya ini dalam sebuah buku berjudul ‘A Long Way Home’. Buku ini juga sudah diadaptasi ke dalam sebuah film berjudul ‘Lion’.

Berikut Videonya: