Haru. Sedih dan Syok Saat Sadar Anaknya Hilang, Kejadian 25 Tahun Setelahnya Sungguh Menyayat Hati

Posted on

Diberikan orangtua kandungnya untuk diadopsi oleh keluarga lain ternyata meninggalkan tanda yang akan berbekas di hati sang anak. Setiap anak yang diadopsi kerap bertanya-tanya siapa orangtua kandung mereka serta darimana mereka berasal. Bahkan tidak jarang, mereka ingin tahu mengapa orangtua kandungnya memutskan untuk merelakan anaknya diadopsi oleh orang lain.

Pertanyaan ini seolah terus berputar di benak mereka yang diadopsi, bahkan jika mereka sudah merasa bahagia dengan keluarga yang sudah mengadopsinya. Hal ini juga yang dirasakan oleh seorang pria bernama Saroo.

https://i2.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/831/facebook_image/saroo.png?w=1140

Saroo yang aslinya terlahir di India tak pernah menyangka kalau dirinya akan diadopsi oleh sebuah keluarga asal Australia. Hal ini terjadi saat usianya masih 5 tahun. Akan tetapi, kisah yang ia alami ini justru dirasakannya sebagai sebuah kisah yang berbeda dari apa yang dialami oleh orang lain yang sama dengannya. Saroo sebenarnya memiliki seorang saudara laki-laki bernama Guddu. Guddu adalah kakak Saroo yang usianya hanya berjarak beberapa tahun dari usia Saroo.

Pernah suatu hari, Guddu pergi membersihkan kereta untuk mendapat uang. Hal ini memang sudah menjadi pekerjaannya sehari-hari karena ia berasal dari keluarga yang miskin. Saat itu, ia mengajak Saroo yang masih berusia lima tahun.

Ketika bekerja, Guddu meminta adiknya untuk menunggu di dalam sebuah kereta yang akan dibersihkan sang kakak. Ia mengatakan kalau ia akan menjemput Saroo kalau pekerjaannya sudah selesai. Namun pada saat itu, sang kakak tak kunjung datang menjemput.

Karena merasa capek dan sang kakak belum juga datang, Saroo pun tertidur di dalam kereta tersebut. Namun, saat terbangun, Saroo menyadari kalau kondisi sekitarnya terasa sangat hening.

Saroo yang masih kecil pada saat itu juga tak tahu dimana dirinya berada. Bahkan, Saroo juga tidak bisa menulis dan membaca. Saroo juga tak tahu nama dari keluarganya serta nama dari kota tempatnya tinggal.

Saroo kemudian memutuskan keluar dari dalam kereta. Bocah malang ini justru berjalan seorang diri di jalanan Kota Calcutta mencari sang kakak dan keluarganya. Saat sedang berjalan, seorang remaja melihat Saroo dan sadar kalau bocah ini sedang tersesat.

Ia mendekati Saroo dan justru membawanya ke tempat penampungan anak yang ditujukan bagi anak-anak yang ditelantarkan oleh keluarganya di kota itu. Malangnya, karena tak tahu kota asalnya serta identitas dari keluarganya, tak ada satupun yang datang menjemputnya di tempat tersebut.

Hal ini membuat pihak tempat penampungan tersebut akhirnya memasukkan nama Saroo ke dalam daftar anak-anak yang bisa diadopsi.

Tak lama, sebuah keluarga asal Australia melihat Saroo dan memutuskan untuk mengadopsinya. Selama bersama keluarga tersebut, Saroo dibesarkan dengan kasih sayang dan kehidupan yang layak.

Namun, semakin lama, ia ternyata semakin merindukan keluarga kandungnya yang saat itu tak pernah ia tahu dimana rimbanya. Melihat hal ini, ibu angkat Saroo meletakkan sebuah peta dari negara India di kamarnya, tempat asal mereka pertama kali menemukan Saroo.

Setiap melihat peta itu, Saroo selalu terkenang akan kehidupannya saat masih kecil. Setiap melihat itu pula kenangan dan rasa rindunya kepada keluarga kandungnya semakin bertambah.

Sayangnya, tak banyak hal atau informasi yang diingatnya kala itu. Hal ini membuat Saroo sempat menghadapi kesulitan ketika berusaha mencari tahu dimana keluarga kandungnya berada. Disaat Saroo sudah diadopsi oleh orang lain, ibu kandung Saroo justru terus berusaha mencari keberadaan sang anak ke seluruh penjuru India.

https://i2.wp.com/cdn4.newsner.com/attachments/images/000/287/676/newsner_default/2.jpg?w=1140

Seiring berjalannya waktu, Saroo pun sudah tumbuh dewasa dan teknologi pun sudah semakin maju. Ketika berselancar di dunia maya, Saroo mengetahui kalau ia bisa mencari tahu soal informasi mengenai tanah kelahirannya dengan bantuan Google Maps dan Google Earth.

Saat itu Saroo menyadari kalau ia pasti tinggal di sekitar Kota Calcutta, karena hal itu merupakan satu dari sedikit hal yang masih bisa ia ingat. Dengan cepat, Saroo kemudian mencoba mencari tahu informasi tentang kota ini melalui aplikasi tersebut.

Beberapa orang memang menganggap kalau Saroo seolah sedang mencari jarum dalam tumpukan jerami. Meski begitu, ia tak kehilangan harapan, meski ia dan keluarganya sudah terpisah selama 25 tahun lamanya.

Hari demi hari, ia selalu mencari tahu informasi soal kota kelahirannya dan keluarganya. Hingga akhirnya pada suatu hari, ada sesuatu yang menarik perhatian matanya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan