Heboh Bachtiar Nasir Minum Air Kencing Unta, Begini Komentar Tegas MUI

Posted on

Lahiya – Baru-baru ini beredar sebuah video yang menunjukkan Bachtiar Nasir tengah meminum air kencing unta saat berkunjung ke Arab Saudi.

Tak cuma itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini juga mengajak umat Muslim untuk mencicipi air kencing unta jika mampir ke Mekah atau Madinah.

“Silakan mencoba (minum air kencing unta). Kalau nanti pergi umrah, boleh-boleh saja mencoba,” tutur Bachtiar kepada cnnindonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (5/1/2017) kemarin.

Sebelumnya, viral sebuah video yang menunjukkan Bachtiar tengah meminum air kencing unta di Facebook. Ia mencampur air kencing tersebut dengan susu unta.

Baca juga: Mundur dari Pilgub Jatim, Berdar Foto Pria Mirip Azwar Anas Pangku Paha Mulus

Menurutnya, air kencing unta berkhasiat untuk membunuh sel kanker. Ia juga menuturkan bahwa air kencing unta halal untuk dikonsumsi sesuai hadis atau sabda Nabi Muhammad SAW.

Ia kemudian menyebut Hadis Riwayat Ahmad nomor 2545 yang bunyinya, “Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya mengandung obat bagi penyakit di dalam perut mereka”.

Selain itu, ia juga menyebut Hadis Riwayat Ibnu nomor 2568 dan Hadis Riwayat Bukhari nomor 2795 yang menjelaskan bahwa air kencing unta halal untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.

“Hadis-hadis seputar khasiat ini sudah jelas. Dalam riwayat-riwayat yang sahih dan tidak lagi diperdebatkan. Rasul melarang berobat dengan barang yang bernajis. Berarti urine unta ini spesial kondisinya. Pengecualian. Jadi tidak masuk kategori urine-urine seperti yang lain,” katanya.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar meminum air kencing unta saat sakit. Tapi, juga mengatakan bahwa tak haram meminumnya ketika sehat.

“Bukan tidak halal. Jadi kalau tidak sakit, ya untuk penjagaan kesehatan sekali-kali ya boleh saja,” tuturnya.

Sementara itu, Wasekjen Bidang Fatwa MUI KH Sholahudin Al Ayub menuturkan, ada perbedaan pendapat mengenai konsumsi air kencing unta. Namun, sebagian besar ulama mengatakan bahwa hal itu tak diperbolehkan.

“Para ulama berbeda pendapat terkait masalah ini. Ada yang mengatakan dalam hal tertentu dibolehkan. Ada pula yang mengatakan bahwa itu tak dibolehkan. Jadi jumhur sebagian besar ulama mengatakan bahwa itu tidak boleh,” katanya, seperti dilansir detik.com.

Larangan ini muncul karena air kencing merupakan kotoran yang berasal dari dalam tubuh sehingga dianggap najis. Tapi, ada pula yang menyatakan bahwa air kencing unta bermanfaat.

Baca juga: Jonru Minta Sidang Ditunda Gara-Gara Belum Ada Kuasa Hukum Pendampingnya

Terkait perbedaan pendapat itu, Kiai Ayub menyerahkan keputusan sepenuhnya pada tafsiran atau pendapat (ijtihad) masing-masing.

“Ya ini tergantung bagaimana orang berijtihad saja. Kalau di Indonesia yang sebagian menggunakan mahzab syafi’iyah itu tidak boleh. Kalau di Arab Saudi menggunakan mahzab Ahmad bin Hambal itu boleh saja. Jadi tergantung keyakinannya,” tegasnya.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan