Heboh Pemilihan Ratu Waria di Makassar, Polisi Pastikan akan Tindak Tegas

Posted on

Lahiya – Sebuah pengumuman kontes kecantikan di Makassar, Sulawesi Selatan, menghebohkan masyarakat dan pengguna media sosial.

Pasalnya, kontes kecantikan ini tak biasa, yakni berupa Pemilihan Ratu Waria 2018. Terlebih lagi, pengumuman mengenai kontes tersebut disebarkan melalui media sosial.

Mengenai kontes tersebut, kepolisian memastikan akan melarang penyelenggaraannya. Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Dicky Sondani menyebut bahwa pelarangan ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, Dicky memastikan bahwa tak ada izin dari pihak berwajib untuk menggelar kontes tersebut. Oleh karena itu, Dicky dan jajarannya akan membubarkan jika acara tetap digelar.

Baca juga: Ingat Bocah Pemain Video Tak Senonoh dengan Tante-Tant? Mereka Dapatkan Ini dari Pemprov Jabar

“Kalau tidak dapat izin tetap dilaksanakan, ya berarti tidak patuh. Dapat dilakukan tindakan tegas, berupa pembubaran,” tegas Dicky, Jumat (!9/1/2018), seperti dilansir detik.com.

Menurut Dicky, penyelenggara acara beralasan bahwa kontes tersebut digelar saat hajatan pesta pernikahan adiknya di Jalan Poros Kelapa 3, Makassar.

Meski begitu, pihak kepolisian kembali menegaskan, jika yang digelar merupakan acara pernikahan maka akan diizinkan. Namun, jika untuk kontes waria, polisi tentu akan menindak tegas.

“Silakan kalau mau acara menikah, tapi jangan ditambahkan kegiatan lain, jangan lomba ratu waria,” tegas Dicky.

Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Muhammad Amri alias Ocha, memastikan bahwa postingan mengenai Pemilihan Ratu Waria tersebut salah. Menurutnya, dia dua kali menyebar iklan mengenai kontes dalam pesta pernikahan adiknya, namun yang tersebar malah postingan mengenai kontes waria tersebut.

“Di-posting hari Minggu (14/1), tapi saya ubah lagi hari Selasa (16/1). Ini pemilihan gaun malam, tidak ada audisi dan pendaftaran seperti kontes waria,” ujar Amri.

Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengatakan, kegiatan tersebut bisa meresahkan masyarakat dan tak seharusnya dilakukan.

Baca juga: Putuskan Berhijab, Cinta Penelope Berencana Laporkan Ustad Abdul Somad ke MUI

Untuk penyelenggaraannya pun harus dikoordinasikan dengan pihak kecamatan setempat agar tak menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Dia pun mengaku tak mendapat surat pemberitahuan mengenai kegiatan tersebut.

“Coba tanya camat dan kesbang. Saya belum pernah disurati soal itu,” kata pria yang akrab disapa Danny ini.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan