Hidup Bebas di Amerika Selama Bertahun-tahun, Puluhan WNI Terancam Dideportasi Gara-Gara…

Posted on

Lahiya – Pejabat imigrasi Amerika Serikat tengah berupaya menggagalkan keputusan hakim federal dalam menunda putusan deportasi sebanyak 51 warga negara Indonesia (WNI) yang telah tinggal selama bertahun-tahun di New Hampshire, AS.

Langkah tersebut merupakan tanggapan dari pihak imigrasi AS terhadap perintah hakim di pengadilan federal Boston yang mengungkapkan anggota kelompok tersebut mendapatkan waktu untuk membuka kembali kasus mereka lantaran berusaha tetap tinggal di AS, seperti dilansir Republika.co.id.

“Bahkan jika dilepas, bukti umum Pemohon tentang kondisi Indonesia tidak membuktikan bahwa penganiayaan atau penyiksaan segera atau mungkin terjadi untuk setiap pemohon,” demikian bunyi mosi tersebut, seperti dikutip dari laman Republika.co.id, Kamis (21/12/2017).

Mosi menilai bahwa pengadilan tidak mengantongi yurisdiksi terhadap klaim mereka. Terlebih imigran tidak menyatakan klaim yang masuk akal. WNI yang terancam dideportasi tersebut terdiri atas kelompok orang Kristen Tionghoa. Mereka melarikan diri dari Indonesia ketika aksi kekerasan terhadap etnis mereka meledak pada 20 tahun lalu.

Baca Juga: Waduh! Arema FC Tak Kunjung Bayarkan Gaji Pemain, Gonzales Malah Enteng Bilang Begini

Setibanya mereka di Amerika Serikat, tepatnya di New England, kelompok tersebut pun hidup secara terbuka selama bertahun-tahun. Kesepakatan informal dengan Imigrasi dan Penasihat Bea dan Cukai AS berhasil mereka capai.

Lalu pada bulan Agustus 2017 lalu, anggota kelompok tersebut telah diminta untuk bersiap meninggalkan wilayah AS, sebagaimana sesuai dengan janji kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan memberantas imigrasi ilegal di Amerika Serikat.

Dalam wawancara kelompok WNI tersebut dengan Reuters, mengatakan ketika datang ke Amerika saat itu mereka menggunakan visa turis. Sayangnya para imigran ini tak sanggup mencari suaka hingga batas waktu yang ditentukan.

Baca Juga: Astaga! Lion Air Dituding Telah Menipu, Penumpang Bayi Hingga Manula Jadi Korban. Curhatan Wanita Ini Bikin Emosi

Mereka menolak untuk kembali ke Indonesia, lantaran hingga sekarang masih diselimuti perasaan ketakutan akan menghadapi kemungkinan penganiayaan maupun aksi kekerasan yang berkaitan dengan perbedaan etnis apabila mereka kembali ke Indonesia.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan