Hilang 3 Hari di Hutan Angker, Pengakuan Pria Ini Saat Ditemukan Bikin Merinding

Posted on

Lahiya – Lahedding alias Nurdin, warga Dusun Pising, Kecamatan Donri-Donri, Sulawesi Selatan, dikabarkan hilang selama 3 malam.

Setelah menghilang secara misterius, pria 75 tahun ini malah ditemukan tak jauh dari rumahnya di Bulu Dongi, Dusun Pising, Rabu (3/1/2018) pagi, dalam kondisi lemas.

Padahal, selama pencarian petugas dan warga yang ikut mencari telah menyisir lokasi tersebut dan tak menemukan Nurdin. Setelah ditemukan, Nurdin langsung dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat, Basarnas, dan Pol PP ke rumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi korban ditemukan.

Menurut keterangan Basarnas, Nurdin ditemukan 7 km dari titik hilangnya. Sebelumnya, warga mengaku melihat Nurdin berjalan menuju arah hutan.

Baca juga: Blak-blakan! Kiwil Akui Beri Uang Segini Pada Kedua Istrinya Tiap Minggu

“Saat ditemukan, Nurdin juga merasa seperti orang linglung (kebingungan) dan lemas,” ujar Kepala Basarnas Andi Sultan, dilansir detik.com.

Sebelumnya, Nurdin dikabarkan menghilang ketika pergi ke rumah anaknya yang berjarak 2 kilometer dari rumahnya pada malam tahun baru, 31 Desember 2017. Namun, hingga keesokan harinya, Nurdin tak kunjung tiba di rumah anaknya.

Warga setempat yang sempat bertemu Nurdin malah mengaku bahwa korban mengatakan ingin mencari mangga di dalam hutan.

Sementara itu, saat ditanya soal kemana ia pergi saat menghilang, Nurdin memberikan pengakuan mengejutkan.

“Saya tidak tahu ada di mana, rasanya singkat, perasaan cuma di dalam rumah. Pas saya terbangun sudah ditemukan warga di hutan. Saya diberi makan 7 orang lelaki yang tidak saya kenal rupanya, mereka bergantian membawakan makan, tidak tahu apa jenis makanannya. Saya lihat masyarakat dan petugas mencari, lewat di dekatku, tapi mereka tidak lihat saya. Saya berteriak, tapi suaraku tidak didengar,” ujarnya dalam bahasa Bugis.

Baca juga: Jokowi Kalahkan Prabowo dalam Voting Capres di Twitter, Fadli Zon Malah Komentar Begini

Mengenai Hutan Soppeng, masyarakat setempat menganggapnya sebagai hutan keramat. Hal ini diungkapkan oleh Mulyadi yang merupakan tokoh masyarakat setempat.

“Di sana ada kuburan kuno yang dipercaya milik ‘dato’ setempat. Ada juga sumur kuno besar (Galimpuae), penunggunya wanita cantik, sering dilihat warga,” ungkapnya.

Menurut Mulyadi, sudah banyak orang hilang di hutan tersebut. Konon katanya jika korban melihat tanaman cabai dengan buah sebesar tanduk kerbau, maka korban tak akan bisa kembali. Ia juga tak bisa ditemukan meski dicari banyak orang.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan