Hoax! Beredar Foto Papan Iklan PDIP Tak Butuh Umat Islam, Padahal Faktanya Adalah. . .

Posted on

Lahiya – Sebuah billboard di Kota Padang nampak diedit canggih dengan menggunakan aplikasi olah digital dan bertujuan menyudutkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Beberapa hari terakhir, foto itu pun tersebar di media sosial. Isinya bernada amat sangat provokatif, ’’PDIP TIDAK BUTUH SUARA UMAT ISLAM’’.

Selain itu, terpampang di bawahnya tulisan nama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tak hanya tulisan, tampak di billboard ada logo-logo partai pendukung pemerintah. Mulai dari PDIP, PKB, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem, sampai Perindo.

Konten billboard editan itu memang mengecoh dan banyak yang percaya. Seperti salah satunya, akun Facebook Rosidi L. Abul Jauza.

Dia menulis, ’’Buktikan kalau PDIP tak butuh umat Islam’’. Status tersebut juga dilengkapi foto billboard ’’PDIP Tidak Butuh Suara Umat Islam’’.

Baca juga: Pengakuan! Meski Lulusan Fakultas Kehutanan, Jokowi Curhat Pernah Gagal Tes Masuk Perhutani

Berdasarkan penelusuran di Google Image, foto itu ternyata adalah editan sebuah papan iklan yang ada di Padang, Sumatera Barat. Gambar dan isi asli billboard tak ada kaitannya dengan PDIP.

Di billboard yang asli, gambar sebenarnya berisi pesan iklan layanan masyarakat. Pesan ini sendiri dibuat oleh pemilik papan iklan, yaitu Speed Advertising.

Sempat tulisan di billboard itu menjadi viral. Karena, isi pesannya memang cukup menarik.

Isinya yakni, ’’Pesan Istri kepada sang Suami: Wahai suamiku…Carilah rezeki yang halal saja. Aku dan anak-anakmu rela lapar dengan yang sedikit tapi halal daripada kenyang namun dibakar API NERAKA’’.

Nampak pada billboard, terdapat foto siluet seorang perempuan di mana ia sedang menengadahkan tangan.

Dilansir dari jpnn.com, pemilik billboard sudah mengonfirmasi ke Jawa Pos melalui nomor telepon di sana.

Baca juga: Penampilan Jennifer Dunn di Luar Rumah Kini Bikin Terkejut, Netizen Gemas

Wakil pimpinan Speed Advertising, Dimas Aditya, menyatakan kalau dirinya sudah mendengar kabar billboard-nya diedit hingga jadi bahan hoax. ’’Iya, saya sempat mendengar,’’ kata Dimas.

Dirinya merasa heran atas ulah tangan-tangan usil itu. Dimas menjelaskan, sampai sekarang isi billboard tersebut masih sama.

Isinya yakni adalah pesan layanan masyarakat yang mengimbau untuk mencari rezeki yang halal.

Billboard itu berdiri di Jalan M. Yamin di depan Masjid Muhammadiyah, Padang. ’’Masih sama kok isi pesannya. Kami pasangi seperti itu karena belum ada klien saja,’’ ujarnya.

Sebenarnya, hoax tentang PDIP yang tak butuh suara umat Islam beredar sudah lama. Tepatnya beredar usai pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu Ormas) menjadi UU Ormas.

Baca juga: Terancam! FPI Bakal Sweeping Mereka yang Dipaksa Kenakan Atribut Natal

Sumber hoax ini ialah sejumlah blog, diduga yang membuatnya adalah orang yang sama dan memang bergerak di bidang bisnis sebar fitnah.

Diciptakan gesekan antara Mega dengan umat muslim melalui tulisan berjudul “Megawati: Partai Kami Tidak Khawatir Sedikit pun Kehilangan Pemilih Muslim meski Partai Kami Telah Mendukung UU Ormas.”

Tulisan tersebut dirilis oleh beberapa blog. Salah satunya yakni reportase-today.blogspot.com. Berita itu sendiri dibuat pada 28 Oktober 2017.

Artikel tersebut adalah clickbait 100 persen. Judulnya pun tak sesuai dengan isi di dalamnya. Dan, tak ada statement dari Megawati satu pun yang terkait dengan UU Ormas.

Sekarang, blog reportase-today sudah tak bisa diakses. Akan tetapi, jejaknya masih ada di cache Google Search.

sumber

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan