SHARE
Loading...

Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) Selamat datang di Lahiya, situs (blog) sederhana yang berbagi ilmu dan pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Pada kesempatan kali ini, kami bakal sharing ilmu dan pengetahuan mengenai Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust), Mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua. Gak perlu berlama-lama lagi, langsung saja kita masuk ke dalam pembahasannya, yuk.

Pengertian Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Hukum perbandingan tetap atau yang kerap kali disebut juga dengan Hukum Proust yaitu hukum yang menyebutkan kalau semua senyawa terdiri dari perbandingan massa unsur pembentuk yang senantiasa sama (konstan).

Hukum ini dikemukakan oleh Joseph Lonis Prost (1754-1826) yang datang dari Perancis. Hukumnya perbandingan tetap itu berbunyi : ”perbandingan berat unsur-unsur penyususun senyawa yaitu tetap”. Uji coba yang dilakukan Proust yaitu reaksi antara unsur hidrogen serta oksigen sehingga terbentuk air (H2O).

Contoh Penerapan Hukum Proust

Contoh sederhana pada hukum ini yaitu pembentukan karbondiosida (CO2) dari karbon serta oksigen. Massa karbon yaitu 12, sedangkan massa oksigen adalah16. pembentukan karbondioksida yaitu sebagai berikut ini:

Loading...

Pada tabel diatas, bisa di ketahui kalau karbondioksida akan senantiasa terbentuk dari karbon dan oksigen dalam perbandingan yang sama. Meskipun ada reaktan (pereaksi) yang berlebihan, bakal jadi sisa yang tidak ikut bereaksi.

Perbandingan massa unsur dalam senyawa bisa ditetapkan dengan cara mengalikan jumlah atom dengan atom relatif masing-masing unsur. Misalnya H2O perbandingan massa hidrogen dengan oksigen 1 : 8. Perbandingan ini bisa didapat lewat cara sebagai berikut ini.

Rumus Hukum Proust

Hasil dari penjabaran rumus Proust ditemukan rumus:

Apabila diibaratkan persen senyawa = 100%:

Atau dapat pula ditulis dalam bentuk massa hingga menjadi:

Peran Hukum Proust

Tidak hanya Hukum Lavoiser (hukum kekekalan massa), Hukum Proust mempunyai fungsi penting lantaran bisa memperlihatkan hubungan kuantitatif antara beberapa zat yang terlibat dalam reaksi kimia.

Contoh Soal

Perbandingan massa unsur-unsur dalam karbondioksida diperoleh dengan cara sebagai berikut.

massa C : massa O = jumlah atom C x Ar.C : jumlah atom O x Ar.O

= 1 x 12 : 2 x 16
= 12 : 32
= 3 : 8

Contoh Soal

Tentukan perbandingan massa nitrogen dan oksigen dalam NO2 jika diketahui Ar.N = 14 dan Ar.=16

Pembahasan

Perbandingan massa dalam NO2 dapat ditentukan dengan persamaan yang telah diberikan di atas yakni N

massa C : massa O = jumlah atom C x Ar.N : jumlah atom O x Ar.O

= 1 x 14 : 2 x 16
= 14 : 32
= 7 : 16

Hukum Perbandingan Tetap

Dalam kimia, hukum perbandingan tetap yang kadang-kadang disebut dengan hukum Proust, menyebutkan kalau senyawa kimia senantiasa memiliki kandungan unsur-unsur dengan perbandingan massa yang sama. Hal semacam ini sesuai dengan hukum komposisi konstan, yang menyebutkan kalau semua senyawa kimia mempunyai komposisi unsur yang sama dengan massanya. Hukum perbandingan tetap adalah bagian dari hukum-hukum dasar kimia. Bersama dengan hukum perbandingan berganda, hukum perbandingan tetap membentuk dasar dari stoikiometri.

Sejarah Hukum Perbandingan Tetap

Penelitian tentang hukum perbandingan tetap pertama kalinya dilakukan oleh seorang kimiawan berkebangsaan Perancis Joseph Proust diantara tahun 1798 hingga tahun 1804. Tetapi, pada akhir abad ke-18, konsep senyawa kimia belum seutuhnya dikembangkan. Bahkan juga saat pertama kali hukum ini diusulkan, hukum ini jadi pernyataan kontroversial serta ditentang oleh kimiawan yang lain, terlebih kerabat Proust yang bernama Claude Louis Berthollet, yang menyebutkan kalau unsur bisa digabungkan dengan proporsi apa pun. Perdebatan ini memperlihatkan kalau pada saat itu perbedaan senyawa kimia murni dan campuran belum seutuhnya dikembangkan.

Hukum perbandingan tetap jadi dasar teoritis yang kuat. Teori atom yang diterangkan oleh John Dalton dimulai pada tahun 1803, yang menerangkan permasalahan yang terdiri dari atom diskrit, bahwa ada satu jenis atom untuk tiap elemen. Serta juga ada senyawa yang terbuat dari gabungan dari beragam jenis atom dalam proporsi yang tetap.

Percobaan Proust

Pada tahun 1799 Proust temukan kalau senyawa tembaga karbonat baik yang dibuat lewat sintesis di laboratorium ataupun yang didapat di alam mempunyai susunan yang tetap.

Hukum ini mematahkan pendapat Archimedes yang digunakan pakar kimia dari Arab hingga Eropa selama beberapa ratus tahun, bahwa senyawa hanyalah asal campur dengan perbandingan asal. Meskipun jauh setelahnya ditemukan kekeliruan yang sangat kecil, hukum ini membuka jalan pengembangan reaksi senyawa pada kimia modern.

Bunyi hukum Proust yaitu : “perbandingan massa unsur-unsur pembentuk senyawa senantiasa tetap, sekali pun di buat dengan cara yang tidak sama”. Sebagai contoh, perbandingan massa hidrogen dengan oksigen dalam air yaitu 1 : 8, tidak bergantung pada jumlah air yang dianalisis. Hal semacam itu juga memiliki arti bahwa massa hidrogen yang bereaksi dengan oksigen membentuk air yaitu 1 : 8. Jika hidrogen direaksikan dengan oksigen tidak dengan perbandingan 1 : 8 salah satu diantaranya bakal tersisa.

Senyawa Stoikiometri Bebas

Perlu di ketahui bahwa meskipun hukum ini sangat bermanfaat dalam beberapa dasar kimia modern, hukum perbandingan tetap tidak senantiasa berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak mematuhi hukum ini disebut dengan senyawa non-stoikiometris. Perbandingan massa unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada beragam sampel. Misalnya oksida besi wüstite, mempunyai perbandingan antara 0. 83 sampai 0. 95 atom besi untuk tiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal semacam ini lantaran peralatan yang ia pakai tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini.

Tidak hanya itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa-senyawa yang memiliki kandungan komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop bisa berbeda sesuai sumber dari unsur yang membentuk senyawa itu. Ketidaksamaan ini bisa dipakai untuk penanggalan secara kimia, lantaran beberapa proses astronomis, atmosferis, ataupun proses dalam samudera, kerak bumi serta Bumi bagian dalam kadang-kadang mempunyai kecenderungan terhadap isotop berat maupun ringan. Ketidaksamaan yang disebabkan sangat sedikit, tetapi biasanya bisa diukur dengan peralatan modern. Tidak hanya itu, hukum Proust juga tidak berlaku pada polimer, baik polimer alami ataupun polimer buatan.

 

Nah, tanpa terasa kita sudah sampai di akhir pembahasan singkat pada tulisan kali ini, mengenai Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust), mudah-mudahan ilmunya bisa bermanfaat untuk kita semua, ya. Jangan lupa di share untuk sahabat yang lain. Dan jika masih ada yang belum dipahami silakan sahabat tanyakan lewat kotak komentar yang sudah kami sediakan di bawah ini, ya. Kami akan berupaya merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih sudah bertandang ke Lahiya, jangan lupa like, follow, dan komentarnya, ya.

 

Sumber:

Loading...
Loading...