Ia Tetap Menikahi Pacarnya yang Sedang Mengandung Anak Pria Lain. Namun Tak Disangka 5 Tahun Kemudian …

Posted on

Awalnya Chun Li yang mengejarku, pada saat itu aku baru saja putus cinta, sama sekali tidak ada hati dan niat untuk menjalin hubungan yang baru. Suatu hari saat aku sedang dinas ke luar kota, aku curhat pada dia mengenai pekerjaanku, karena aku baru tahu bahwa aku ditambahi pekerjaan setelah berangkat dinas, sehingga aku butuh 1 minggu untuk menyelesaikannya, tapi aku tidak membawa baju yang cukup untuk seminggu…Tak disangka ia datang mencariku 3 hari kemudian, ia membelikan beberapa baju dan jaket baru dan mengirimnya untukku.

Mungkin sifat lembutnya dan perhatiannya ini yang akhirnya meluluhkan hatiku hingga akhirnya aku memutuskan untuk menerima cintanya. Sebelumnya aku pernah menegaskan suatu hal, yaitu bahwa kekasihku haruslah virgin. Hal ini sangat penting bagiku. Mantan pacarku dulu pernah membohongiku tentang hal ini, hingga aku baru tahu bahwa sejak saat ia masih SMA, ia pernah bermalam bersama dengan temannya…

Masalah ini menjadi suatu pukulan berat bagiku, saat itu aku sudah bertekad untuk menikahinya, kemudian saat kulihat SMS nya, barulah kuketahui bahwa ia masih kontak dengan pria itu…Setelah Chun Li tahu kegundahan hatiku, ia pun menyerahkan harta berharganya itu padaku, ia berkata bahwa ia akan memakai hidupnya untuk mencintaiku, mengasihiku, menemaniku.

Singkat cerita, aku merasa bahwa Chun Li seperti malaikat yang diutus Tuhan untukku. Tapi 1 bulan sebelum pernikahan kami, Chun Li minta pulang ke rumahnya untuk menghadiri pernikahan kakaknya, Zhang Luo, awalnya aku ingin ikut menghadiri bersamanya, tapi ia berkata bahwa keluarganya tidak begitu peduli tentang hal ini, maka aku tidak harus ikut dia pulang, nanti saat pihak keluargaku mengadakan acara pernikahan, barulah orang tua nya ikut hadir. Waktu itu aku tidak berpikir panjang dan membiarkannya pergi sendiri.

Chun Li setiap hari meneleponku di beberapa hari awal, kemudian tiba-tiba tidak menghubungiku selama 2 minggu, kupikir dia sedang sibuk saja, tapi bahkan pesanku pun tidak dibalasnya. Aku mulai merasa ada yang tidak beres, saat kutelepon, HP nya mati. Kuhubungi beberapa temannya, berharap mendapat kabar tentang alamat rumah Chun Li, tapi tidak ada seorang pun yang tahu. Sewaktu aku sedang pusing dan stress mencarinya, tiba-tiba Chun Li meneleponku. Suaranya terdengar serak basah seperti habis menangis. Kutanya “Ada apa? Kenapa kog beberapa hari tidak bisa dihubungi?” Lalu ia sambil menangis meminta putus…Ia memutuskan untuk tidak pulang lagi, bahkan ia berkata bahwa keluarganya telah mengaturkan suatu acara perjodohan baginya! Kemudian langsung dimatikan teleponnya, aku bahkan belum sempat bertanya jelas…Aku tidak bisa menerima kenyataan ini, aku tidak percaya dengan semua yang telah kudengar..setelah kupikir semalaman, aku memutuskan mencarinya. Sesampainya di desa tempat Chun Li tinggal, aku bertanya-tanya pada orang sekitar tentang alamat rumahnya, karena desa itu kecil, tidak sulit bagiku untuk akhirnya menemukan rumah Chun Li.

Saat memasuki halaman rumahnya, terdengar suara teriakan yang keras dari dalam rumah. Aku teriak memanggil “Chun Li!” Saat ia keluar melihatku, air matanya pun bercucuran…

Ternyata ada masalah di pernikahan kakaknya, kakaknya tidak sengaja menabrak orang saat mengendarai motor, pihak korban sudah masuk RS setengah bulan, sekarang keluarga korban menuntut minta ganti rugi sebesar 500 ribu NTD (sekitar 200 juta rupiah), atau masuk penjara! Kakaknya sudah tidak punya uang lagi, karena semua simpanannya telah dipakai sebagai mas kawin, sudah diberikan ke istrinya, tapi istrinya pun tidak mau mengeluarkannya untuk menyelamatkan suaminya yang malang itu.

Tidak ada cara lain selain menikahkan putrinya pada anak manager pabrik air, sebenarnya pernikahan keduanya ini telah ditentukan sewaktu Chun Li masih kecil…Mas kawin dari anak manager pabrik air itu sudah diterima oleh keluarga Chun Li, demi menyelamatkan kakaknya, ia memutuskan untuk putus denganku…

Aku langsung menolak tegas “Tidak bisa! Aku tidak setuju! Paling-paling aku saja yang membayar ganti ruginya!” jawabku.

Tapi Chun Li tidak setuju, ia tahu bahwa kondisi keuanganku juga pas-pas an, uang simpananku ini mau kupakai untuk membeli rumah. Tapi bagiku tidak ada yang lebih penting selain Chun Li, kulemparkan kartuku ke depan wajah mama Chun Li!

Malam itu aku baru tahu bahwa Chun Li bukan akan kandung mereka, ia diadopsi oleh keluarganya…Kalau mau dikatakan lebih jelas lagi, sebenarnya Chun Li diadopsi untuk dinikahkan pada kakaknya…tapi kakak Chun Li tidak menyukainya.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan