Ibu yang Berduka Ini Mencoba Mengatasi Kesedihannya dengan Mengirimkan SMS ke Nomor Telepon Lama Almarhum Anaknya, Lalu, Dia Mendapat Jawaban yang Mengejutkannya

Posted on

Erabaru.net. Seorang calon perwira muda kehilangan nyawanya secara tragis saat bertugas. Dia adalah contoh seorang pemberani yang cerdas.

Untuk mengatasi kesedihannya karena kematian putra tercintanya, sang ibu mengirim SMS ke telepon lamanya seperti yang dia lakukan saat dia masih hidup. Suatu hari dia terkejut karena menerima balasan dari nomor putranya yang sudah meninggal …

aylor Thyfault (21) adalah seorang pemuda yang bertekad untuk menjadi orang yang sukses. Dia telah membuat 25 daftar tujuan hidup yang ingin dia capai.

Dia tidak menginginkan kekayaan melainkan untuk kehidupan yang berarti bagi dirinya sendiri dan terutama bagi orang lain.

Ada satu tujuan yang menonjol di atas tujuan hidupnya yang lain, dan itu adalah “menyelamatkan hidup orang lain”.

Taylor dan ibunya Carole Adler mempertahankan ikatan yang kuat dan terus berhubungan dekat dengan anaknya melalui SMS harian.

Dia adalah orang terakhir yang mengirim SMS kepadanya pada tanggal 23 Mei 2015, pagi hari sebelum dia meninggal.

Taylor, yang merupakan seorang calon perwira sedang menjalani pelatihan dengan patroli di Negara Bagian Colorado saat ia bersama kawannya dipanggil untuk membantu dalam penyelidikan kecelakaan di Highway 66.

(Foto : Facebook | Carole Adler)

Pada saat yang sama, polisi sedang mengejar seorang pria bernama Christopherpher Gebers, yang melarikan diri karena kasus kejahatan.

Mobil Gerber berusaha menghindar petugas yang menyuruhnya bergenti, namun naas, ia menabrak dua tentara itu, salah satunya adalah Taylor.

Menurut ABC News , Taylor sebenarnya memiliki waktu setengah detik untuk menyelamatkan diri saat mobil melaju ke arahnya, tapi dia tidak melakukannya.

(Foto : Facebook | Carole Adler)

Taylor pun langsung tewas di tempat kejadian. Adler mengatakan kepada KUSA News , “Setiap hari, ketika mendengar berita itu, sungguh rasanya seperti saya dihantam satu ton batu bata. Saya sadar, kini, saya tidak dapat lagi mengirim SMS kepadanya.”

Adler menganggap anaknya sebagai pahlawan sejati.

(Foto : Facebook | Carole Adler)

“Dan jika Anda bertanya kepadanya, dia pasti akan melakukan hal ini lagi jika dia masih hidup, karena tujuan hidupnya adalah untuk mengorbankan dirinya sendiri, demi orang lain,” kata Adler. “Dia hidup, dia bermimpi dan menerapkannya dalam kehidupannya.”

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan