SHARE
Loading...

Seorang anak laki-laki, yang duduk di kursi penumpang, membuat keputusan yang tepat untuk memanggil polisi. Karena ia merasa bahwa ibunya mengemudikan mobil dengan cara yang tak normal. Karena keberanian dan inisiatif anak laki-laki itu, dia bisa menghindari kecelakaan mobil dan menyelamatkan nyawanya sendiri dan juga ibunya.

Ketika anak laki-laki berusia 11 tahun itu duduk di kursi belakang, dia merasa ketakutan dengan cara mengemudi ibunya yang tidak normal. Demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan menimpa sang ibu dan dirinya sendiri, dia mengambil keputusan memberanikan diri untuk menghubungi 911 untuk meminta bantuan.

“Dia memberi tahu kami seberapa banyak ibunya minum, dan mengatakan bahwa mobilnya seperti menabrak trotoar jalanan,” kata Wakil Kepala Kepolisian Washington, Shannon Wilde.

“Dia menambahkan bahwa ia menyadari cara mengemudi ibunya sungguh tidak normal.”

Nicole Norris, 30, berasal dari Portland, Oregon, AS, sedang mengemudikan mobilnya saat perjalanan pulang dari Hillsboro Hops menonton pertandingan bisbol bersama putranya pada Sabtu malam.

Sebelum polisi bisa mengetahui lokasi mobilnya, Kantor Kepolisian Washington juga menerima telepon lain yang melaporkan seorang sopir sedang berkendara dalam kondisi mabuk.

Karena anak laki-laki itu tidak tahu lokasi mereka di jalan, Wilde mengatakan petugas operator 911 agar menggunakan koordinat GPS dari telepon genggam yang digunakan anak laki-laki tersebut untuk melacak kendaraan mereka.

“Petugas polisi berusaha menahannya untuk mendapatkan lokasi keberadaan mereka. Saat dia melihat sebuah restoran, ia mengatakan nama restoran tersebut, jadi kami bisa mencari di mana keberadaan mereka,” kata Wilde.

“Kami pun segera mengejar mobil tersebut agar mencegah hal-hal yang lebih buruk terjadi.”

Nicole sendiri dikenakan hukuman karena melanggar peraturan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Tak lupa, Wilde memuji anak laki-laki tersebut karena memiliki keberaniannya untuk membuat keputusan yang tepat pada waktu yang tepat.

“Dia adalah anak yang pemberani. Terkadang memutuskan untuk melakukan hal yang benar tidaklah mudah, apalagi di usia yang masih anak-anak,” kata Wilde.