Ini Cara Hadapi Rekan Kerja Menjengkelkan

Merasa paling benar lantaran tahu semuanya. Auranya negatif terus-terusan.

Itu cuma dua dari 6 type rekan kerja menjengkelkan, seperti ditulis JobsDB Indonesia dalam infografiknya. Empat yang lain yaitu si penggosip, mereka yang senantiasa terlambat, ratu drama yang hoby mencari perhatian, serta mereka yang menumpuk pekerjaan lantaran repot bersantai.

6 type rekan kerja ini sifatnya aneh namun nyata. Menjengkelkan namun ada. Tidak perlu cemas, menurut Profesor Robert Sutton dari Stanford University, Anda tidak sendirian. Lantaran tidak dapat menghindar, lebih baik belajar menghadapinya.

Berikut strategi hadapi rekan kerja menjengkelkan menurut Sutton serta penulis The Brain and Emotional Intelligence : New Insights, Daniel Goleman yang ditulis Harvard Business Review.

Bila rekan kerja bertingkah menjengkelkan, tidak usah fikirkan sikapnya. Pikirkan bagaimana Anda bereaksi lebih produktif. Lantaran Anda bisa mengaturnya. Demikian sebaliknya, konsentrasi pada sikapnya, bisa menyebabkan Anda jadi orang yang menjengkelkan.

Diluar itu Sutton serta Goleman juga merekomendasikan Anda untuk :

Tak mengungkap perasaan Anda pada rekan kerja lain

Lihat dengan saksama, apakah permasalahan ada pada Anda atau dia. Bedakan pada stereotip serta sikap tidak sukai yang sesungguhnya

Cobalah untuk mengenalnya. Siapa tahu dapat menumbuhkan empati lantaran Anda jadi tahu argumennya berlaku menjengkelkan. Contoh lantaran stres dirumah, ditekan atasan, atau argumen lain.

Bila telah mencoba semuanya masih belum juga sukses, pikirkan untuk berterus terang. Berikan Ia masukan

loading...

Jalan paling akhir, praktek tidak perduli. Bila ia menjengkelkan namun Anda tidak sebal, maka tidak ada permasalahan.

Wolipop mengutip Women’s Day memembagikan langkah hadapi 6 type rekan menjengkelkan sesuai sama semasing type. Salah satunya mereka yang tidak ingin kalah, si pelit, serta si pelupa.

Ingatlah. Umumnya pekerja yang sukses pergi atau resign dari lingkungan kerja tidak ideal. Mereka tidak sebatas bertahan, bahkan juga berprestasi. Meskipun ketidaknyamanan senantiasa mengikuti. Sekian nasehat Sigit Risat, motivator dari Mind Heart Connection diambil Koran Jakarta.

1

No Responses

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan