Inilah 4 Hewan Tidak Berdosa yang Dijadikan “Gladiator” Saat Masih Bocah

Posted on

Kita pasti tahu kalau generasi 90-an dan 2000–an selalu punya cara kreatif untuk mengisi waktu luang. Mulai dari permainan sederhana seperti petak umpet, hingga berburu binatang langka di kali. Meskipun endingnya emak bisa marah-marah karena seragam kita sudah tak karuan nampaknya. Tapi tak mengapa dan seolah tidak pernah kapok karena memang seru banget kegiatan macam itu.

Masih soal mengisi waktu luang ada jadul, satu lagi kegiatan yang dilakukan, ya mengadu binatang. Selain seru, bisa dibilang inilah “dosa pertama” kita saat masih kanak-kanak. Pasalnya, sudah banyak nyawa jangkrik, dan binatang lain yang melayang karena kita. Yuk bernostalgia dengan hal tersebut.

Ikan dengan bentuk tubuh cantik yang bertarung bak gladiator

Hewan yang satu ini sering sekali ditemui saat SD. Ya, biasanya dijual oleh abang-abang di depan sekolah. Namun siapa sangka di balik keindahan bentuk tubuhnya para bocah malah memanfaatkannya sebagai aduan. Ya, adu cupang sangat populer di  kalangan sekolah pada waktu itu.

Adu cupang [image source]

Biasanya anak-anak berburu cupang di abang penjual yang memiliki fisik yang besar atau malah tidak bisa diam. Kadang bocah-bocah ini juga sering melatihnya, mulai dari dilepas di arus air tinggi lah hingga sparring dengan kawan-kawan. Sudah kaya pertandingan tinju, bahkan ada pula bocah yang jadi promotor cupang. Sungguh hinanya masa lalu kita.

Mengadu jangkrik ibarat melihat laga Mc Tyson vs Holifield

Kalau hewan yang satu ini jarang sekali dijual di sekolah, kalau mau mendapatkannya harus cari di sawah. Memang ada si yang jual di tempat pakan burung, namun umumnya loyo-loyo gak seperti yang ada di sawah. Oleh sebab itu kejelian dalam mencari jangkrik ini menentukan kualitasnya saat berlaga.

Adu Jangkrik [image source]

Namun tidak sembarangan jangkrik bisa di adu begitu saja, pasalnya beberapa bocah masih sempat melatihnya. Ibarat samsak, jangkrik di latih dengan sebuah lidi atau rerumputan, supaya nantinya saat laga bisa gesit seketika. Tapi percaya gak percaya, berhasil sih, tapi dosa juga mengingat sudah mengadu binatang. Mau bagaimana lagi, namanya juga bocah.

“Pertarungan antar teman”, semut tidak berdosa yang jadi obyek aduan

Nah kalau binatang yang satu ini tidak usah dilatih, alias sudah kuat sendiri. Ya, adu semut adalah salah satu “dosa waktu kecil” yang juga sering dilakukan. Hanya dengan modal cari semut di jalan atau di pohon-pohon. Namun tidak sembarangan dalam mencarinya, harus yang besar atau punya capit yang tajam.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan