Inilah 5 Fakta Makam Keramat di Purwokerto yang Tak Dipindah Meski Ganggu Lalu Lintas

Posted on

Penemuan benda-benda keramat, atau yang lebih sering diasosiasikan dengan harta karun di Indonesia bukanlah hal yang baru. Pasalnya, selain Indonesia adalah negara multietnis, budaya tradisional yang kental juga menjadi salah satu faktornya. Namun, harta karun satu ini berbeda dari benda keramat kebanyakan yang memerlukan usaha lebih untuk menemukannya.

Berada di tengah-tengah jalan sekitar alun-alun Purwokerto, berdiri tegak sebuah makam keramat yang meskipun mengganggu aktivitas di jalanan sehari-hari, tak ada satupun yang berani memindahkannya. Konon katanya makam tersebut memiliki banyak misteri yang membuat banyak orang sukar mendekat. Boombastis.com akan merangkum fakta-faktanya dalam ulasan berikut.

Baca Juga
10 Potret Cantiknya Lucinta Luna, Pedangdut ‘Duo Bunga’ yang Diisukan Transgender
Uang Bukan Incaran, Inilah 4 Fakta Begal Payudara yang Ternyata Gak Kalah Berbahaya

1. Berdiri tegak lebih dari 50 tahun

Berdasarkan informasi dari para warga, bagaimana makam tersebut terbentuk masih simpang siur. Dilansir dari liputan6.com, seorang ketua RT di wilayah Kelurahan Sokanegara, Karto Suwito, mengungkapkan, sejak dirinya tinggal di daerah tersebut pada tahun 1962, makam keramat itu sudah ada.

Tampak Makam Keramat [image source]

Namun, posisi persis dari makam keramat itu dulunya tidak di tengah-tengah jalan dan mengganggu lalu lintas setiap harinya. Ia menyatakan bahwa dulunya, makam tersebut berada di pinggir jalan. Seiring berjalannya waktu, pelebaran pun terjadi dan menyebabkan makam legendaris tersebut bergeser ke tengah jalan hingga sekarang.

2. Menyebabkan seorang petugas PDAM pingsan ketika ingin membongkarnya

Mengapa makam keramat itu tak juga dipindahkan jika mengganggu aktivitas jalan? Jawabannya dikarenakan makam tersebut merupakan hal yang dihormati dan tak berani didekati oleh penduduk Purwokerto.

Makam di Jalanan [image source]

Dilansir dari merdeka.com, pernah seorang petugas PDAM yang sedang membetulkan saluran air mencoba membongkar makam tersebut. Namun, petugas itu jatuh pingsan seketika. Semenjak itulah banyak warga yang sepakat untuk tidak membongkar dan bahkan memindahkan makam tersebut.

3. Memiliki 3 versi kisah yang berbeda-beda

Konon katanya, makam yang dijuluki Makam Ragasemangsang itu dihuni oleh raja dengan nama yang sama. Raja Ragasemangsang dipercaya tidak bisa mati jika tubuhnya menyentuh tanah, sehingga untuk menghabisinya, ia harus digantung. Datanglah seorang manusia sakti bernama Kyai Pekih yang juga memiliki kekuatan serupa.

Ilustrasi Peperangan Dua Raja [image source]

Namun, pada akhirnya Kyai Pekih lah yang tewas akibat tergantung di pohon sekitar makam, dan jasad Raja Ragasemangsang akhirnya disemayamkan di makam berukuran 2,5 x 1,5 m itu. Ada pula yang berkata, bahwa makam tersebut dihuni oleh Raja Ragasemangsang. Versi ketiga berkata jasad yang dimakamkan di situ adalah penerbang yang jatuh dari pesawat dan menyangkut di pohon sekitar.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan