Inilah 5 Fakta Penting La Nyalla, Sosok yang Jadi Sorotan karena Berantem dengan Prabowo

Posted on

Menjadi orang yang tenar di Indonesia adalah perkara mudah. Tanpa memiliki sederet prestasi pun ketenaran bisa didapatkan. Pasalnya, banyak dari mereka yang ingin terkenal akhirnya membuat deretan kontroversi yang akhirnya akan menguntungkan dirinya.

Akhir-akhir ini predikat viral tersebut diraih oleh pemilik nama lengkap La Nyalla Matalliti. Mungkin sebagian boombers mengenalnya, tapi bagi kalian yang belum, Boombastis.com akan merangkum (sekian) fakta penting yang akan membuatmu ngeh siapa sebenarnya sosok yang sedang cari gara-gara dengan Prabowo ini.

Baca Juga
4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja
Alih-Alih Bikin Kamu Langsing, 7 Diet Ini Malah Bisa Membuat Nyawa Melayang

Menjabat Sebagai Ketua Umum PSSI Periode 2015 dengan Mudah

Pada tanggal 18 April 2015, Pemilihan Ketua Umum PSSI digelar di Hotel JW Marriott Surabaya. La Nyalla Matalliti menjadi salah satu kandidat terkuat dari saingan Syarif Bastaman, Subardi, Saman, Muhammad Zein, dan Benhard Limbong. Dalam pemungutan suara tersebut, La Nyalla berhasil menang telak dengan 94 suara, sedangkan Syarif hanya meraih 14 suara saja.

Ketua PSSI [image source]

Namun, selama masa perjalannya menjadi Ketua Umum PSSI, banyak hal yang terjadi. Selain karena dirinya berstatus menjadi buronan atas kasus korupsi, ternyata ia juga pernah membiayai operasional PSSI dengan uang pribadinya. Dilansir dari cnnindonesia.com, PSSI disebut memiliki utang sebesar Rp. 25 M kepada La Nyalla.

Sebagian Kasus Korupsi di Indonesia Menyeret Namanya

Dilansir dari rappler.com, Komisi Kejaksaan Republik Indonesia sudah menerima 50 pengaduan yang melibatkan nama La Nyalla. Namun, kasus yang paling diingat oleh publik adalah korupsi dana hibah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) serta tindak pencucian uang dana hibah.

Korupsi La Nyalla [image source]

Dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin, La Nyalla dituding pernah menghabiskan uang sebesar Rp. 5,3 M untuk membeli saham perdana Bank Jatim pada tahun 2012. Sedangkan untuk kasus tindak pencucian uang dana hibah, La Nyalla diduga menggunakan dana Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 48 M.

Kabur ke Singapura dan Malaysia Ketika akan Diperiksa KPK

Seperti yang sudah kita tahu bahkan hafal dengan alasan-alasan mangkir pejabat ketika akan diperiksa KPK, La Nyalla pun pernah menjadi salah satunya. Pada tahun 2016, di tengah-tengah kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim yang menyeret namanya, La Nyalla ditemukan kabur ke Malaysia menggunakan pesawat Garuda Indonesia sehari setelah penetapan tersangka.

Kabur ke Luar Negeri [image source]

Ia pun sempat kabur ke Singapura juga untuk menutupi jejaknya. Berbekal ulahnya tersebut, akhirnya paspor La Nyalla dicabut secara resmi oleh Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie. Selain paspor yang dicabut, ATMnya pun sudah diblokir sehingga ia mengirimkan petugas dari Indonesia untuk membawakan uang tunai padanya ke Negeri Jiran tersebut.

Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan